Sabtu, Mei 25, 2024

Monita, Senandung Kehidupan Lewat Jazz

Photo by Nicky Gunawan
Photo by Nicky Gunawan

 

Melihat pertunjukkan Monita secara langsung saat pentas di Salihara beberapa pekan lalu, memutar kembali ingatan saya mengenai sosoknya.

Sepuluh tahun lalu, tepatnya 2005, Monita yang saat itu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, berada di panggung Indonesian Idol. Meskipun hanya mendapat peringkat keempat, tapi kemampuan menyanyi Monita selalu mendapat pujian para juri, termasuk Indra Lesmana, yang memproduseri album solo pertamanya.

Panggung Salihara yang sederhana, penonton yang tidak banyak, dan suara Monita yang lembut dan melankolis membuai siapapun yang hadir saat itu.

Dengan berbalut busana coklat model rok lipit dan aksen bordir bunga di belakang bajunya, Monita terlihat sangat menikmati pertunjukan. Seolah-olah hanya dia seorang yang ada saat itu. Dia begitu lepas dan menyatu dalam lantunan musik.

Ditemui di belakang panggung selepas pertunjukan, gadis kelahiran 21 Juli 1987 ini bercerita bahwa mengikuti ajang pencarian bakat adalah hal yang tidak akan dia tukar dengan apapun.

Meskipun banyak anggapan ajang tersebut hanya melahirkan penyanyi secara instan. Namun baginya ajang tersebut yang membuat dirinya lebih dewasa. “Banyak banget yang harus dilewati. Ajang tersebut adalah pintu bagi saya untuk menyadari talenta yang sudah diberikan Tuhan,” ungkapnya.

Bagi Monita, musik adalah hal yang serius. “Melalui musik kita dapat mengubah hidup seseorang,” ujarnya. Lewat musik dia mampu menemukan makna hidup melalui suara, nada dan lirik lagu.

Orang bisa bebas mengartikan makna lagu ciptaannya, itulah cara dia terhubung dengan penggemarnya bahkan dengan orang yang baru pertama kali mendengar musiknya.

Menjadi seorang penyanyi sebenarnya bukan pilihan Monita. Cita-cita awalnya adalah menjadi psikolog. Bahkan dia sudah diterima di Universitas Queensland Australia jurusan psikologi. Akan tetapi, Monita tidak mampu menolak permintaan mama dan kakaknya untuk mengikuti ajang Indonesian Idol.

Memang, menyanyi adalah bagian dari keluarganya yang berdarah Ambon. “Setiap saat, di rumah, kami selalu menyanyi. Bisa dibilang nyanyi itu hobi di keluarga kami.”

Selain itu, Monita juga bergabung di kelompok paduan suara Elfa Secioria. Bahkan pernah mengikuti olimpiade paduan suara di Busan, Korea Selatan.

“Jadi waktu itu mama dan kakak yang pengen banget aku ikutan Indonesian Idol. Mereka yang daftarin dan pas audisi mereka yang paling semangat,” ungkap Monita, sambil tersenyum mengenang masa-masa awal keikutsertaannya ke ajang pencarian bakat.

Dengan semangat, Monita menceritakan masa-masa awal mengikuti Indonesian Idol. “Saat itu sudah antri sejak jam 9 pagi. Dan antrinya itu panjang banget,”. Saat akhirnya harus bernyanyi di depan juri, lagu yang dinyanyikan adalah soundtrack kartun Mojacko. “Referensi lagu saya ya lagu soundtrack itu, karena waktu di Elfa’S Secioria, banyak nyanyi soundtrack film gitu,” ujarnya.

Monita mengaku bingung dengan selera para juri, karena menurutnya banyak yang suaranya lebih bagus namun tidak terpilih. “Mungkin ini rencana Tuhan untuk lebih menghargai talenta yang telah diberikan,” ungkapnya.

Kontes pun usai, tidak ada lagi panggung megah, juga penonton yang meneriakkan nama sang idola. Pun tidak ada lagi juri dengan kritik dan pujian.

Semua kontestan pulang kembali ke daerah masing-masing. Tapi kompetisi sebenarnya baru dimulai. Panggung hiburan tidak mudah untuk ditaklukkan. Itulah yang juga dirasakan Monita.

Pada 2008, Monita digandeng Indra Lesmana untuk bergabung dalam album kompilasi bertajuk Kembali Satu dan membawakan lagu Di batas Mimpi.

Monita Tahalea/ Raja Siregar
Monita Tahalea/ Raja Siregar

Dua tahun kemudian, pada 2010 Monita meluncurkan album perdana berjudul Dream, Hope & Faith yang diproduseri Indra. “Nah untuk album kedua, saya mengeksplor kemampuan saya, mulai dari nulis lagu, sampai jadi produser. Untuk produser saya tidak sendirian, tapi juga dibantu Gerald Situmorang. Saya benar-benar menikmatinya,” ujar Monita.

Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti ini mengatakan di tengah kesibukannya, pendidikan masih nomor satu. “Pernah saking sibuknya, saya cuti dari kampus. Dan saya tidak memberitahu orang tua. Sampai akhirnya mama curiga karena saya tidak pernah ke kampus.”

Namun, orang tuanya mengetahui perihal cuti akademik yang diambil Monita dan mengajaknya berbincang-bincang. “Waktu papa bilang, kalau saya gagal di bangku kuliah itu sama saja papa gagal jadi orang tua. Saat itu juga saya ngebut nyelesaiin kuliah,” jelasnya sambil tertawa.

Lulus tahun 2011, Monita mengatakan bahwa keahlian desain yang didapatnya selama bangku kuliah sangat berguna, “Saya bisa mengaplikasikan keahlian saya untuk desain album saya berikutnya,” ungkapnya bangga.

Berbincang tentang musik Jazz dengan Monita sama halnya mendiskusikan kehidupan. Sejarah panjang musik Jazz tidak terlepas dari sejarah perjalanan kehidupan orang-orang kulit hitam, yang berjuang lepas dari perbudakan. “Musik Jazz itu tentang kehidupan, merupakan ekspresi dan proses menceritakan sesuatu,” ungkap Monita.

Tidak heran, dalam setiap pertunjukkannya, Monita hanya ingin panggung yang bisa membuatnya dekat dengan pendengarnya. “Lewat musik dan lirik yang saya ciptakan, saya ingin bercerita dan pendengar bebas mengintepretasikan cerita saya.”

Saat disinggung mengenai ambisi terbesar dalam karir bermusik seorang Monita, dia hanya tertawa.

“Saya tidak punya ambisi apapun. Puji Tuhan, apa yang saya inginkan selalu tercapai. Saat ini saya hanya mensyukuri talenta yang telah diberikan Tuhan dan memanfaatkan sebaik-baiknya sampai akhirnya tidak bisa lagi bermusik,” ungkap Monita.

“Menyanyi adalah momen bersyukur saya pada Tuhan, maka saya ingin terus bersyukur atas talenta yang sudah diberikan,” ungkap Monita.

Hingga akhir perbincangan, yang hadir dihadapan saya bukan lagi Monita yang terlihat canggung di atas panggung 10 tahun lalu. Melainkan Monita yang bertransformasi menjadi gadis dewasa yang melihat hidup dengan bijak. [*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.