Minggu, Juni 23, 2024

Zero Waste dalam Rantai Pasok, Menuju Keberlanjutan

Arya Satriya
Arya Satriya
Mahasiswa Teknik Industri Universitas Airlangga

Konsep zero waste mengacu pada upaya untuk menghilangkan limbah sekaligus memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal. Gagasan ini tidak hanya relevan bagi manusia tetapi juga bagi bisnis, termasuk dalam rantai pasok. Pentingnya mencapai nol limbah dalam rantai pasok dalam upaya mencapai tujuan keberlanjutan semakin meningkat.

Siapa yang memperkenalkan konsep zero waste di rantai pasok?

Konsep zero waste di rantai pasok diperkenalkan oleh organisasi nirlaba zero zaste International Alliance pada tahun 2002. Organisasi ini bertujuan untuk mengedukasi dan mempromosikan cara hidup dan bisnis berkelanjutan dengan menghilangkan limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya.

Mengapa zero waste penting dalam rantai pasok?

Karena konsep zero waste di rantai pasok memiliki peran penting dalam mencapai tujuan keberlanjutan. Dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi limbah, perusahaan dapat menghemat biaya, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Rantai pasok yang bekerja menuju nol limbah memprioritaskan pemanfaatan sumber daya yang efisien, membuang sesedikit mungkin, dan mendaur ulang atau menggunakan kembali sebanyak mungkin. Untuk mencapai tujuan ini, gagasan zero waste dapat dimasukkan ke dalam proses perencanaan, pengadaan bahan baku, produksi, pengemasan, dan distribusi di seluruh rantai pasokan.

Apa saja strategi zero waste yang dapat diterapkan dalam rantai pasok?

Ada beberapa strategi zero waste yang dapat diterapkan dalam rantai pasok, antara lain mengurangi penggunaan bahan baku yang tidak dapat didaur ulang atau sulit didaur ulang, memaksimalkan efisiensi penggunaan bahan baku dan energi, serta memaksimalkan penggunaan kembali atau daur ulang produk. Mengurangi penggunaan bahan baku yang tidak dapat didaur ulang atau sulit didaur ulang merupakan salah satu strategi zero waste yang dapat diterapkan di seluruh proses supply chain.

Kertas daur ulang dan plastik yang dapat terurai secara hayati adalah dua contoh bahan baku yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kemampuan daur ulang produk mereka.Memaksimalkan penggunaan kembali atau daur ulang produk merupakan bagian penting dalam mencapai nol limbah dalam proses supply chain. Kemasan yang dibuat dari bahan daur ulang atau yang mudah didaur ulang harus dipertimbangkan oleh bisnis. Selain itu, perusahaan dapat memikirkan program daur ulang produk dan sistem pengembalian produk.

Bagaimana cara perusahaan menerapkan konsep zero waste di rantai pasok?

Dalam mencapai tujuan nol limbah dalam proses industri, perusahaan harus memikirkan cara-cara yang efektif dalam mengurangi atau mengelolah limbah industri mereka. Salah satunya, perusahaan dapat menerapkan konsep zero waste di rantai pasok dengan memasukkan gagasan ini ke dalam proses perencanaan, pengadaan bahan baku, produksi, pengemasan, dan distribusi.

Dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia berbahaya, bahan yang non-reuseable, serta mengkaji ulang efisiensi energi pada proses produksi maupun distribusi tentunya dapat membantu untuk penerapan zero waste dalam proses supply chain. Perusahaan juga dapat melakukan upaya untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku dan energi dengan mengadopsi teknologi yang lebih canggih dalam hal ini. Teknologi modern yang hemat energi dengan pengolahan limbah yang baik dapat membantu mencapai tujuan ini.

Kapan sebaiknya perusahaan mulai menerapkan konsep zero waste di rantai pasok?

Perusahaan sebaiknya mulai menerapkan konsep zero waste di rantai pasok secepatnya. Perusahaan dapat menghemat uang untuk bahan dan energi, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan citra publik dengan mengadopsi filosofi nol limbah dalam rantai pasok mereka. Emisi gas rumah kaca dapat diturunkan, sumber daya dapat digunakan secara lebih efektif, dan efek negatif terhadap lingkungan dapat dikurangi berkat ide rantai pasok tanpa limbah.

Unilever, Procter & Gamble, dan Toyota adalah beberapa contoh perusahaan yang telah secara efektif mengadopsi ide zero waste di seluruh proses supply chain mereka. Namun, belum semua bisnis mengadopsi filosofi rantai pasok tanpa limbah. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan keberlanjutan, perusahaan harus mulai memikirkan dan melaksanakan ide zero waste dalam rantai pasok mereka.

Arya Satriya
Arya Satriya
Mahasiswa Teknik Industri Universitas Airlangga
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.