Selasa, Mei 18, 2021

Vickynisasi Sandiaga Uno & Kemasyuran Binarti…

Literasi Penting untuk Menghadang Indoktrinasi

Maraknya kasus pengamanan buku berisi komunisme atau berhaluan kiri di Indonesia oleh para aparat keamanan membawa kesan atau reaksi spontan yang berasal dari pusaran...

Sampah, Narasi Metropolitan, dan Apatisme Warga Bekasi

Terlepas jarak tempuh yang dianggap mendekati perjalanan antar planet, kota bekasi punya jurus pamungkas kalau berhadapan dengan Pemprov DKI. Jurus ini bernama jurus sampah....

Saracen, Literasi, dan Distorsi Informasi

Lautan informasi di jagat maya menjadi media strategis sindikat Saracen dalam mencampur-adukan “yang fakta” dan “yang hoaks”. Kenyataan itu merupakan konsekuensi logis atas literasi...

Kontroversi Valentine dan Cinta yang Frustasi

14 Februari telah tiba. Dan kita disuguhkan kembali tentang kontroversi tentang hari Valentine. Kontroversi yang telah lama menghiasi dinding media sosial, dan diskusi sosial...
anwarsaragih
Penulis dan Peminum Kopi. Editor MedanToday.com

4 tahun lalu, di sekitar bulan september 2013 nama Vicky Prasetyo mulai terkenal di seluruh jagad raya di dunia internet. Masyurnya nama Vicky pertama kali  tersaji lewat kalimat “kontroversi hati” yang menggelegar menujuk hati dan mengocok perut semua lapisan masyarakat.

Mulai dari politisi, mahasiswa, kaum alayers hingga pejalan kaki Jakarta, kelompok masyarakat pejalan kaki yang di sebut-sebut Sandiaga Uno yang paling bertanggung jawab kemacetan Tanah Abang.

Menembus batas-batas logika dan struktur bahasa Indonesia yang sesuai EYD, Vicky berhasil menjadi kuda hitam trendsetter penggunaan sebuah istilah dalam berbahasa Indonesia.

Tanpa debat, sebutan “Vickynisasi” langsung dianugerahkan netizen padanya. Merujuk pada penggunaan istilah yang anti-mainstream yang kerap dilontarkan dengan lantang oleh Vicky Prasetyo.

Meski begitu, tetap saja kemasyuran Vicky tidak mampu membuatnya menajadi sosok sulit dideskripsikan layaknya sosok MUKIDI yang heboh di media sosial dalam 2 tahun terakhir.

Vicky dan Mukidi memiliki persamaan, mereka sama-sama masyur di internet, perbedaaanya Mukidi lebih misterius dibanding Vicky.

Kini,  netizen bersiap menyambut fenomena masyur baru yang mampu mendeskripsikan sosok Vicky dan Mukidi dalam satu batang tubuh. Meski dengan perwujudan yang berbeda.

Vickynisasi yang dianggap merusak struktur bahasa kini telah merasuk ke dalam bahasa yang digunakan Sandi Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022.

Lewat sosok BINARTI, Sandi Uno seakan menjelaskan ada sosok lain yang lebih misterius dibandingkan MUKIDI yang selama ini banyak di cari orang.

Lebih lagi, Sandi Uno menjelaskan sosok BINARTI dalam struktur bahasa yang tidak kalah kacau dari Vicky Prasetyo dalam sebuah video wawancaranya dengan wartawan. Tak ayal, bahasa Sandi ini disebut-sebut netizen sebagai Vickynisasi.

Oke, saya akan tuliskan isi transkip video soal AKSESIBILITAS BALUTAN BINARTI ala Sandi Uno. Untuk mencerahkan, siapa sebenarnya BINARTI.

“Kita harus mengembalikan AKSESBELITAS eee

walaupun dalam eeee Sebuah BALUTAN yang eee

Betul-betul TertibNah ini yang lagi dikaji eee

Supaya kita tidak perlu OVER SPEKULASI

Kita tunggu dosignnya sekarang eee

Disinernya sekarang dan BINARTI bahwa eee

Koordinasi Bina Marga lagi mencoba

Menata eee mempresentasekan kepada kita

bentuk desaign yang bisa eemenghadirkan eee

KEBERADILAN yang buat eee pengemudi kendaraan”

Sebenarnya, berulang kali saya coba memahami ucapan Sandi soal BINARTI. Namun, saya tidak memahami konteks BINARTI yang dimaksud.

Belum lagi, Sandi memadukan wawancaranya dengan beberapa bahasa yang merusak penggunaan bahasa Indoenesia EYD dan secara diksi bahasa sulit dipahami dan dimengerti.

Misalnya, AKSESBELITAS, OVER SPEKULASI, BINARTI dan KEBERADILAN adalah kata-kata yang membuat semua netizen gagal paham apa yang dimaksud oleh Sandi.

Vickynisasi ala Sandi telah membuat sosok Vicky Prasetyo bersiap menghadapi arus persaingan global bahasa tanpa struktur. Lebih lagi, Sandi membuat sosok MUKIDI yang selama ini misterius diganti oleh sosok BIANARTI.

Atau jangan-jangan, apa Sandi ingin mengawinkan MUKIDI dan BINARTI ?. Tapi yang pasti, Sandinisasi telah membuat nama BINARTI menjadi Masyur.

Pertanyaan pemungkas yang masih mengganjal di hati, Kira-kira siapa BINARTI, Pak Sandi ?

 

Artikel ini pernah tayang di www.medantoday.com http://medantoday.com/vickynisasi-sandiaga-uno-kemasyuran-binarti/

anwarsaragih
Penulis dan Peminum Kopi. Editor MedanToday.com
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Hari Buku Nasional, Budaya Literasi Kita Masih Rendah!

Dalam sebuah video perjalanannya, Fiersa bersari pernah mengucapkan perbanyaklah membaca buku, supaya pertanyaan bagaimana cara menulis tidak perlu diucapkan lagi. Suatu ungkapan yang menekankan...

Biografi dan Cara Berpikir Hamka (Bagian 1)

Sabtu pagi, 8 Juni 2013, Prof. James R. Rush dari Arizona State University, berkunjung ke tempat tinggal saya di Jakarta, untuk bertukar pikiran tentang...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.