Sabtu, Mei 25, 2024

Urgensi Climate Change dalam Studi Hubungan Internasional

Angelica Febryanti
Angelica Febryanti
Mahasiswa S1 Hubungan Internasional, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia.

Indikator kerusakan lingkungan terus memburuk di berbagai negara pada abad ke-20 an dan akhir tahun 2000-an, konsumsi energi dan sumber daya alam meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir sebagai akibat dari perkembangan teknologi dan industrialisasi serta pertumbuhan populasi global. Ekonomi dunia yang berkembang pesat. Padahal, isu-isu tersebut menunjukkan munculnya banyak masalah yang diakibatkan secara tidak langsung dari kerusakan lingkungan, seperti; meningkatnya polusi, produksi limbah dan perubahan iklim yang tidak stabil.

Sejak saat itu, persoalan ekologi menjadi bahasan lintas batas dalam kajian hubungan internasional melalui kajian kerjasama lingkungan internasional. Masalah lingkungan yang saat ini dirasakan sangat global adalah perubahan iklim. Perubahan iklim berarti perubahan suhu dan cuaca jangka panjang. Transisi ini bisa terjadi secara alami, misalnya akibat fluktuasi siklus matahari.

Namun sejak abad ke-18, manusia telah menjadi penyumbang utama perubahan iklim, sebagian besar melalui pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas. Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan gas rumah kaca yang bertindak sebagai selimut di atas bumi, memerangkap panas dari matahari dan menaikkan suhu.

Contoh gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim adalah karbon dioksida dan metana. Bensin digunakan untuk menyalakan mobil atau batu bara untuk memanaskan bangunan. Pembukaan lahan dan hutan juga dapat melepaskan karbon dioksida. Tempat pembuangan sampah merupakan sumber emisi metana yang signifikan. Energi, industri, transportasi, bangunan, pertanian dan budidaya merupakan sumber emisi terbesar. Karena negara merupakan suatu sistem dimana segala sesuatunya saling berhubungan, maka perubahan di satu bidang dapat mempengaruhi perubahan di bidang yang lain.

Konsekuensi dari perubahan iklim sekarang termasuk kekeringan yang parah, kekurangan air, kebakaran hebat, naiknya permukaan laut, banjir, mencairnya es di kutub, bencana angin topan dan hilangnya keanekaragaman hayati. Dalam beberapa laporan PBB, ribuan ilmuwan dan pengamat pemerintah sepakat bahwa membatasi kenaikan suhu global tidak lebih dari 1,5 derajat akan membantu kita menghindari dampak iklim terburuk dan mempertahankan iklim yang layak huni.

Namun, kebijakan saat ini menunjukkan kenaikan suhu sebesar 2,8°C pada akhir abad ini. Isu perubahan iklim telah menjadi isu kunci dan strategis, yang juga membuka peluang bagi negara-negara untuk bekerja sama memitigasi perubahan iklim seperti pemanasan global. Topik perubahan iklim telah berkembang dalam kajian hubungan internasional dimana yang semula tentang negara kini telah berubah menjadi manusia, dan tidak sia-sia, karena pemanasan global sendiri mengancam keamanan lingkungan dan kelestarian manusia, yang kemudian mendorong kelompok-kelompok yang menangani hal ini. .

Terkait melakukan tindakan yang diketahui aman sebagai aktor dalam kajian hubungan internasional. Para aktor keamanan ini, dimana untuk menyikapi urgensi perubahan iklim, berbagai pihak yang terlibat dalam upaya sekuritisasi yang hanya bertujuan politik, menandatangani kesepakatan untuk menyikapi urgensi perubahan iklim, karena kesepakatan ini dimaknai sebagai tindakan nyata untuk urgensi perubahan iklim sejak awal kesepakatan perubahan iklim ini.

Stean dan Pettiford menjelaskan bahwa seluruh dunia sepakat bahwa permasalahan lingkungan yang muncul selama ini merupakan permasalahan penting yang harus segera diselesaikan, hal inilah yang melatarbelakangi munculnya Green Theory (Perspektif Hijau). Ada juga Green Theory yang bertujuan untuk menciptakan sarang komunitas ekologis yang melindungi kesejahteraan umat manusia untuk generasi mendatang.

Selain itu, terdapat United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang hadir sebagai sistem organisasi internasional PBB dan berfokus pada perubahan iklim sebagai solusi dari permasalahan iklim yang ada. Setiap negara bekerja dalam UNFCCC untuk mencapai kesepakatan guna mewujudkan kepentingan bersama dan mencapai keuntungan mutlak.

Hal ini sesuai dengan pandangan neoliberal bahwa perdamaian dapat dicapai melalui kerja sama, dan melalui kerja sama kepentingan masing-masing negara dapat diwujudkan secara bersama-sama, sehingga menimbulkan saling ketergantungan yang kompleks antara masing-masing negara sehingga keuntungan dibagi secara adil. dan datar (keuntungan absolut).

Dari sini dapat disimpulkan bahwa perubahan iklim merupakan isu kunci dan strategis. Penyebab terbesar perubahan iklim adalah aktivitas manusia. Pembangunan infrastruktur yang terus berlanjut, penggundulan hutan untuk pembukaan lahan perkebunan dan pembukaan tambang.

Masalah lingkungan baru-baru ini mempercepat munculnya kerjasama internasional dan munculnya sistem lingkungan internasional. United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) hadir sebagai organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfokus pada perubahan iklim sebagai solusi untuk mengatasi masalah perubahan iklim yang ada sehingga dibuat kesepakatan sehingga kepentingan bersama dapat terwujud dan keuntungan tanpa syarat dapat dicapai.

Kerja sama kepentingan masing-masing negara dapat diwujudkan secara bersama-sama, sehingga terjadi saling ketergantungan yang kompleks antara masing-masing negara, sehingga keuntungannya dibagi secara adil. Karena dampak perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi satu negara, tetapi seluruh dunia, perang melawan perubahan iklim saat ini sangat mendesak.

Angelica Febryanti
Angelica Febryanti
Mahasiswa S1 Hubungan Internasional, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.