Senin, Mei 17, 2021

Timnas, Karena Kau Kubahagia

Ihwal Dinasti Politik

Isu dinasti politik kembali muncul pada proses persiapan pemilihan kepala daerah 2020 mendatang setelah beberapa nama keluarga Istana ikut mendaftar sebagai bakal calon peserta...

Efek Domino Covid-19

Sudah lebih dari 2 bulan virus corona (COVID-19) mewabah di seluruh penjuru dunia. Melansir data dari John Hopkins University, tercatat kasus virus corona mencapai 156.112...

Ridwan Kamil, Ahok dan Sentimen Anti-Tionghoa

Ridwan Kamil, pemilik sapaan akrab Kang Emil, tidak henti-hentinya dikaitkan dengan sosok Basuki Tjahaja Purnama dan situasi politik di Jakarta terkait Pilkada DKI lalu....

Ngalap Berkah: Mitos atau Fakta?

Di zaman modern, manusia tidak lagi mempercayai sesuatu yang berbau mistik. Dapat dilihat di sekitar kita kalau masyarakat sudah jauh dari aspek mistiknya dari...
Efri Adita
Esais, Penikmat Film dan Editor Pustakapedia

Karena kita punya pengalaman kalah dan kecewa, jadi santai saja…

Kita bisa segera tahu, kekuatan sepakbola Asia Tenggara sangat merata setidaknya pada enam negara: Thailand, Malaysia, Indonesia, Myanmar, Vietnam, dan Singapura. Level senior dan yunior sama saja. Empat negara yang tersebut paling awal adalah semifinalis Sea Games Kuala Lumpur 2017 dan AFF U-18 2017.

Untuk level senior dan AFF 2016, Vietnam melangkah sampai ke semifinal, sementara Malaysia gugur di fase grup. Poinnya jelas: jika enam besar timnas masing-masing negara tersebut berhadapan, pertandingan akan berlangsung alot. Tak ada partai yang mudah, baik buat Indonesia juga buat lawan. Bahkan Evhan Dimas dkk. yang menjadi kampiun AFF U-19 2013 juga harus menekuk Vietnam lewat adu penalti.

Pada AFF 2016, Thailand mengalahkan Indonesia dengan agrerat gol (3-2) di final. Timnas Indonesia main bagus di Jakarta, namun antiklimaks saat meladeni Timnas Negeri Gajah Putih di Bangkok. Antiklimaks di final ke-2 AFF 2016 menjadi isyarat betapa kita tak komprehensif bermain sampai ujung turnamen.

Ada perbedaan permainan di Jakarta dan Bangkok. Kaki-kaki pemain kita lebih berat dalam berlari dan kepala juga tampak tak segar. Kita menunggu dan menunggu di garis pertahanan kita sendiri sampai gol datang tak terhindarkan. Fisik terkuras? Ya pasti. Tapi sabda Bung Valen Jebret kan jelas:

“Harus capek, harus ngotot, harus tanpa amnesty dan gratifikasi….goooooollllll…..”

Pada Sea Games 2017 yang usai bulan lalu, Malaysia menyingkirkan Indonesia di semifinal dengan selisih hanya 1 gol. Tipis. Di ajang ini sebuah eksploitasi atas lubang yang hadir karena ketiadaan Hansamu, membuat kita kalah. Gol Thanabalan lewat sundulan membuat kita sadar, Hansamu paling tahu cara mementahkan set piece, melebihi bek-bek lain yang menghuni timnas. Mirisnya, Hansamu tak hadir di semifinal karna kartu kuning yang tak perlu. Hansamu terlibat keributan yang bukan miliknya. Ia yang harus melerai justru tersulut emosi. Padahal lawannya (hanya) Kamboja, yang harusnya bisa disikapi lebih santai baik secara permainan dan mental.

Di ajang AFF U-18, Thailand mengalahkan Egy Maulana Vikry dkk. lewat adu penalti. Kita tak meragukan usaha Timnas Indonesia U-19 di AFF 2017 kali ini. Pencapaian mereka bagus. Gak jeblok-jeblok amat. Akan tetapi, harus diakui banyak faktor kecil telah menjadi penyebab Timnas Indonesia U-19 kali ini tidak bisa meraih hasil yang lebih baik.

Saddil Ramdani membuat separuh permainan kita hanya bisa dilakukan dengan bertahan. Kartu merah langsung yang didapatnya boleh jadi sangat konyol. Padahal Thailand pun tak bagus-bagus amat dalam bermain. Lihat saja, Egy sendirian saja (bahkan Rifad) membuat mereka pontang-panting. Kekurangan pemain pasca dikartumerah Saddil membuat Timnas Indonesia U-19 bermain ekstra. Terutama, gelandang dan sayap yang harus membagi pikiran untuk bertahan.

Jadi ya…yang kecil-kecil itu ke depan wajib diminimalkan. Lebih difokusken gitu. Memanglah benar, dewa bola macam Zidane saja bisa kena kasus model Hansamu atau Saddil, yang bikin ia gagal mengangkat trofi Piala Dunia untuk kali kedua.

Tetapi persoalannya, Zidane pernah merasakan mengangkat piala itu. Sedangkan timnas Indonesia senior belum pernah mengangkat trofi AFF, trofi Sea Games juga sudah lama kita lewatkan. Selebihnya, kalah-menang mungkin hal biasa. Hanya juara yang belum biasa….hehehe.

I Love you Timnasku!
Kalian itu Kebahagiaan!!!

Efri Adita
Esais, Penikmat Film dan Editor Pustakapedia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.