OUR NETWORK
Selasa, Oktober 4, 2022

Teknologi Self Driving Bakal Geser Transportasi Konvensional

Khoirun Nurul Musthofa
Mahasiswa Universitas Pamulang

Pada era sekarang banyak berbagai perusahaan yang mulai mengembangkan berbagai teknologi yang sangat brilian dan juga sangat berpengaruh dalam kemajuan kehidupan, mengingat teknologi semakin lama mengalami perubahan yang cukup signifikan di berbagai sektor-sektor kehidupan. Salah satu dari teknologi yang bisa merealisasikanya adalah kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI).

Dalam 10 tahun terakhir, industri otomotif menjadi sektor yang sangat berperan dalam kemajuan teknologi di bidang transportasi dan telah lama menjadi tempat dimana sektor perindustrian dan teknologi yang saling berkolaborasi untuk memberikan solusi inovatif bagi banyak orang. Industri ini telah mengadopsi beragam penerapan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI).

Kecerdasan Buatan (AI) dapat diartikan sebagai bidang yang mengedepankan ilmu terkait teknologi mesin cerdas yang dapat memecahkan masalah di kehidupan masyarakat sehari-hari. Biasanya teknologi AI menggunakan sistem yang dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan sistem komputer atau perangkat lunak dapat berpikir cerdas layaknya seorang manusia.

Adapun contoh dari inovasi teknologi yang menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yaitu kendaraan otonom berbasis Artificial Intelligence (AI). Dengan adanya teknologi ini memungkinkan kendaraan melaju melewati lalu lintas  jalan sehingga dapat sampai tempat tujuan dengan melakukan perjalanan tanpa pengemudi.

Mengingat Analytics Insight, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) menyebutkan di masa yang akan datang sebanyak 70 persen transportasi konvensional yang ada sekarang ini akan bergeser ke arah teknologi Self Driving.

Mobil-mobil berbasis Artificial Intelligence (AI) tidak membutuhkan pengemudi dan mengandalkan sensor perangkat lunak untuk navigasi dan kontrol. Inovasi ini dibuat untuk mengurangi kebutuhan akan pengemudi manusia dan memudahkan pengangkutan sehari-hari di samping itu keuntungan lain dengan adanya Self Driving ini pengguna diberi kemudahan dalam berkerndara dan bisa mencegah dari kejadian yang dapat tidak sengaja seperti mengantuk dijalan..

Teknologi ini pertama di kembangkan pada tahun 1977 namun eksperimen nya sudah terfikir untuk di lakukan sejak tahun 1920. Mobil yang benar-benar otomatis yang pertama kali di kembangkan pada tahun 1977 oleh Japan’s Tsukuba Mechanical Engineering Laboratory.

Saat itu mobil yang dikembangkan memiliki fitur yang dapat melacak marka jalan dengan bantuan dua kamera yang terpasang pada kendaraan serta menggunakan komputer analog untuk memperoses sinyal. Mobil ini pun diketahui dapat mencapai kecepatan sampai 30 km/jam.

Pada akhir 2015, teknologi self-driving car yang dianggap sebagai teknologi autopilot yang signifikan yaitu mobil Tesla yang dibekali disertai ragam radar dan sensor ultrasonik. Sehingga mode autopilot Tesla mampu menyesuaikan kecepatan mobil dengan lalu lintas, mengubah jalur, melakukan pengereman dan mengambil tindakan mengelak jika diperlukan.

Teknologi ini sudah dipakai beberapa negara seperti Singapura. Negeri ini memiliki armada nuTonomy, perusahaan self driving car yang pertama disetujui oleh pemerintah Singapura untuk pengujian mobil otonom di jalanan umum. Layanan ini diuji coba pada tahun 2016 dan beroperasi secara komersil pada tahun 2018 silam.

Sementara pada Agustus 2018, Asosiasi Produsen Otomotif Indonesia sempat mengadakan pameran tentang inovasi dalam sektor otomotif. Pameran ini memberikan peluang bagi teknologi automated vehicles (AV) untuk berkembang. Mobil tanpa pengemudi di Indonesia belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Hanya saja persiapan infrastruktur kendaraan otonom sudah harus dilakukan dalam kurun waktu lima tahun kedepan.

Seperti yang kita ketahui teknologi kendaraan tanpa pengemudi (self driving car) sudah dikembangkan dalam waktu yang cukup lama. Tentunya dengan berbagai pertimbangan mengingat banyak hal yang dapat terjadi di jalan terutama pada jalan yang memiliki lalu lintas yang padat, Hal ini diharapkan agar penerapan teknologi ini dapat membawa bermanfaat dan keselamatan serta membantu kehidupan manusia dimasa depan dan terus dikembangkan agar menjadi lebih baik.

Dan untuk bisa menikmati teknologi ini di indonesia tentu saja membutuhkan persiapan infrastruktur yang memadai dan mendukung. Sehingga dengan adanya teknologi ini, nantinya self driving car bisa mengurangi angka kecelakaan yang disebabkan oleh Human Error. Maka dari itu kemajuan teknologi ini membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah, pejabat dan masyarakat pada umumnya.

Khoirun Nurul Musthofa
Mahasiswa Universitas Pamulang
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.