Minggu, April 18, 2021

Surat untuk Bang Anies

Menuju Pendidikan yang Memerdekakan

"Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah menganggap dirinya lebih tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya...

Teror Big Data

Pernah heran ketika suatu toserba membuat promo beli 1kg pet food gratis 1 pack teh celup. Ternyata usut punya usut dari data yang mereka...

Amien Versus Luhut: Tontonan “Politik Opera Sabun”

Perdebatan sengit antara Amien Rais dan Luhut Binsar Pandjaitan yang diekspos sejumlah media massa, menarik perhatian publik dan menjadi viral di masyarakat. Dua tokoh...

Mas Nadiem, Jangan Lupakan Pendidikan Karakter!

Rabu, 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan kabinet baru yang diberi nama Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara. Sebagai seorang guru, tentu...
safawi al - Jawy
membencilah dengan ilmu, mencintalah dengan ilmu maka kelak kita akan tahu layakkah kita memiliki itu. hal itu membutuhkan waktu..mereka yang ragu adalah mereka yang bekerja keras dalam berfikir.. YAKIN USAHA SAMPAI

kata” Pribumi” yang dilontarkan seketika itu meruntuhkan kekagumanku padanya. sekian lama aku bungkam, ketika AHOK harus bertarung melawan beliau di dalam pentas pemilihan Gubernur kemarin, aku mengalami dilematis, bagaimana mungkin dua tokoh idola ini meng aduk-aduk perasaanku hingga pada akhirnya ketika itu, aku memutuskan untuk enggan berkomentar apapun terhadap situasi tersebut. 

namun kali ini lain,..kata-kata Pribumi itu-terlepas bagaimana cara memandang kita terhadap term itu, bertolak belakang atau mendukung aku tidak mengambil pusing-selayaknya dan seharusnya tidak terucap darinya. dia adalah sosok intelektual, penggagas Indonesia mengajar, tokoh muda yang sudah dipercaya menjadi rektor di Universitas Paramida, sebuah universitas yang memiliki visi misi menjunjung tinggi nilai-nilai pluralitas dalam kebhinekaan. penggiat pluralis, bahkan beliau adalah tokoh liberal yang cukup diperhitungkan dan dikhawatirkan. 

ketika seseorang berbicara, apalagi seseorang intelektual sepertinya, ada konteks, kausalitas yang menyebabkan kata-kata itu terucap. walau kita bisa berdalih bahwa orang bisa-bisa saja menyebut kata itu, dan sah-sah saja hingga ada yang sampai membanding-bandingkan beberapa orang tokoh nasional pernah juga mengucapkan kata seperti itu. namun…kita berbicara konteks, pembicaraan seorang kaum intelektual, apalagi sekelas doktor. dalam konteks ini, konteks setelah seleainya pertarungan dia dengan ahok, yang notabenenya suku tiong hoa, membentuk stigma bahwa kata pribumi yang dimaksud adalah RASIS!

seolah-olah, statement tersebut merupakan   ungkapan kemenangan terhadap peperangan melawan NON Pribumi. lihatlah konteksnya.. ah…bang Anis… seandainya Alm. Cak Nur masih hidup….tentu telingamu di jewernya

safawi al - Jawy
membencilah dengan ilmu, mencintalah dengan ilmu maka kelak kita akan tahu layakkah kita memiliki itu. hal itu membutuhkan waktu..mereka yang ragu adalah mereka yang bekerja keras dalam berfikir.. YAKIN USAHA SAMPAI
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terorisme Akan Selalu Dapat Tempat Jika Tokoh Islam Masih Ada yang Denial

Berkali-kali sudah esktremisme kekerasan dan kejahatan terorisme terjadi di negeri kita, sejak Bom Bali yang terjadi pada tahuan 2000an sampai tahun ini. Namun sikap...

Kubur Kosong (Refleksi Iman atas Banjir Bandang di Leuwayan)

Minggu, 04 April 2021, umat Katolik sejagat merayakan hari raya Paskah. Paskah adalah peristiwa kebangkitan. Karena itu merayakan Paskah berarti merayakan kemenangan Kristus atas...

Simbol Agama dalam Aksi Teroris

Di Indonesia dalam beberapa hari ini marak terjadi penyerangan oknum yang tidak bertanggung jawab pada wilayah agama dan kepolisian. Agama merupakan simbol kolektif dari...

Menanti Istana Ibu Kota Baru

Dalam pekan kemarin virtual rencana desain Istana di ibu kota baru di Kalimantan Timur. Rencana pemerintahan Joko Widdo memindahkan dari DKI Jakarta ke Kalimantan...

Upaya Normalisasi Hubungan Irak-Arab Saudi

Pada 2 April 2021, kantor berita Irak, INA, menyampaikan bahwa Perdana Menteri (PM) Irak, Mustafa Al-Kadhimi telah kembali ke tanah air setelah mengakhiri kunjungannya...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Banyak Baca Buku Jadi Pintar, Sedikit Baca Jadi Orba

Minggu lalu, akun twitter Presiden Jokowi @jokowi menggunggah kegiatan membagi-bagi buku. "Membagi buku untuk anak selepas Jumatan bersama masyarakat di Masjid Jami Annur, Johar...

Masa Depan Peradaban Islam dalam Pandangan Ziauddin Sardar

Masa depan peradaban Islam dalam banyak tulisan selalu dikaitkan dengan ide kebangkitan Islam yang telah dimulai sejak abad ke-18 yang lalu. Meskipun sudah kurang lebih...

Perlukah Produk Riset Perguruan Tinggi Dipatenkan?

Salah satu tugas perguruan tinggi (PT) adalah melaksanakan penelitian atau riset sebagai bagian dari Tri Dharma PT. Produk-produk riset yang dihasilkan tentu saja berpotensi...

Gagalnya Kudeta Terhadap Raja Yordania?

Pada 4 April 2021, Panglima Militer Yordania, Mayjen Yousef Huneiti menyatakan bahwa pihaknya telah meminta secara resmi Pangeran Hamzah untuk menghentikan semua kegiatan atau...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.