Senin, April 15, 2024

Strategi Pembelajaran Bahasa Menyiapkan Tenaga Kerja Handal

Cindy Reichmann
Cindy Reichmann
Saya adalah Mahasiswa S2 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan dalam proses komunikasi antar sesama dan dapat digunakan secara universal. Artinya bahasa indonesia dapat digunakan dalam lingkup komunikasi dunia pendidikan, komunikasi dunia kerja, dan komunikasi antar suku yang cenderung menggunakan bahasa daerah.

Karena dunia pendidikan dan dunia kerja kita banyak bertemu orang-orang dari berbagai daerah dengan membawa bahasa khas dari daerah masing-masing tentu akan kesulitan dalam berkomunikasi, maka bahasa Indonesia dapat menjembatani proses komunikasi antar sesama. Oleh karena itu, sebagai generasi muda wajib mempelajari bahasa Indonesia untuk menyiapkan tenaga kerja yang handal dan kompeten.

Kebutuhan pembelajaran bahasa Indonesia bagi tenaga kerja sangat penting karena dalam konteks dunia kerja, kemampuan komunikasi antar rekan kerja, bawahan, atasan, maupun pelayanan kepada pelanggan atau nasabah memerluhkan kemampuan yang mumpumi.

Jika kemampuan komunikasi dapat terjalin dengan baik maka profesionalisme pekerja mendapat nilai lebih didalam pekerjaan yang ditekuninya. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia yang efektif dan efisien dapat membantu meningkatkan tenaga kerja dan membangun hubungan relasi antar pekerja yang baik.

Strategi Pembelajaran

Pengembangan kemampuan bahasa Indonesia bagi calon tenaga kerja handal perlu didesain khusus untuk menunjang kemampuan profesionalisme dan komunikasi antarbudaya di tempat kerja. Desain khusus inilah yang beberapa sekolah ada yang menerapkan dan ada pula beberapa sekolah belum menerapkan.

Contoh desain khusus untuk menunjang calon tenaga kerja handal, yaitu untuk peserta didik yang ingin bekerja di industri pariwisata dan di perusahaan bagian customer service  perlu memiliki kemampuan berbicara untuk menghadapi pelanggang dengan penggunaan bahasa yang efisien, bahasa yang santun, dan mudah dipahami.

Untuk peserta didik yang ingin bekerja di industri atau perusahaan bagian back office perlu memiliki kemampuan menulis laporan untuk melaporkan setiap pekerjaan yang dikerjakannya dengan detail, akurat, dan menggunakan bahasa yang efisien. Jika pembelajaran bahasa Indonesia yang didesain khusus untuk calon tenaga kerja handal pada kemampuan berbicara dan menulis daapt dilaksanakan dengan baik maka dapat meningkatkan kemampuan profesional seorang calon tenaga kerja yang handal.

Simulasi Penerapan

Contoh penerapan pembelajaran kepada peserta didik, yaitu guru dan peserta didik menentukan objek yang hendak diamati. Objek tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan kerja dan infrastruktur di sekolah saat ini seperti mengamati bagian handphone dengan cara melakukan assembly di labolatorium yang ada disekolah Kejuruan Jurusan Teknik Jaringan dan Komunikasi untuk diketahui bagian Handphone mulai dari luar sampai ke bagian paling dalam seperti bagian hardware.

Selanjutnya, peserta didik akan mengamati secara keseluruhan handphone yang hendak dilakukan assembly dan membongkarnya untuk mengetahui bagian secara keseluruhan mulai dari bagian paling umum dilihat sampai bagian paling kecil dikomponen hardware. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan peserta didik dapat mengamati software yang digunakan pada handphone  tersebut.

Setelah itu peserta didik membuat laporan berdasarkan dari hasil pengamatannya yang ditulis sesuai struktur teks laporan hasil. Setelah selesai membuat teks LHO, peserta didik melakukan presentasi. Presentasi yang dilaksanakan peserta didik didesain seperti seorang pekerja dalam melakukan presentasi di kantor supaya peserta didik mendapatkan pengalaman nuansa kerja.

Alat Evaluasi

Alat evaluasi dalam pembelajara tersebut yaitu guru dapat memberikan nilai skala 1-5 terhadap kemampuan siswa dalam melaporkan pengamatan yang dilakukan dengan format LHO. Selain menggunakan nilai skala, guru membuat pernyataan deskriptif kepada siswa terkait laporan yang dibuatnya apakah laporannya sudah dijelaskan secara detail, akurat, dan menggunakan bahasa yang efisien atau perlu perbaikan.

Selanjutnya, guru dapat memberikan nilai skala A-D dimana A artinya sangat baik, B artinya Baik, C artinya cukup, dan D artinya kurang pada kemampuan siswa dalam melaporkan pengamatannya dengan cara mempresentasikan temuannya dihadapan teman sekelas dan guru.

Dari simulasi kegiatan tersebut peserta didik mendapatkan dua keahlihan, yaitu terampil dalam membuat laporan berdasarkan pengamatana yang dialaminya dan terampil berbicara dengan memanfaatkan kegiatan presentasi serta diskusi didepan kelas yang disaksikan oleh rekan sejawat dan guru. Selain itu, peserta didik secara tidak langsung mendapatkan pengalaman belajar dan pengalaman menjadi seorang pekerja handal.

Cindy Reichmann
Cindy Reichmann
Saya adalah Mahasiswa S2 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.