Selasa, Mei 18, 2021

Siapa Calon Gubernur yang Diusung Koalisi Pancasila?

Siapapun Menterinya, Kualitas Guru Kuncinya

Penunjukan dan pelantikan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Maju sontak menarik perhatian publik beberapa hari lalu. Pengusaha berusia 35...

Lingkaran Setan Mahar Politik

Secara hakikatnya partai politik muncul sebagai penanda transformasi sistem politik klasik ke metode berpolitik modern. Dari persprektif pembangunan politik, munculnya partai merupakan salah satu...

Film Bumi Manusia Projek Pendangkalan Nalar Masyarakat

Sudah banyak tulisan yang membahas terkait gonjang-ganjing di filmkanya novel Bumi Manusia beberapa pekan ini. Mulai tulisan yang membandingkan subyek Minke dengan tokoh yang...

Importing Djarot di Pilgub Sumut

Menapak awal tahun 2018 suhu politik kian memanas dan dinamis, genderang tahun politik pun telah ditabuh, tanda dimulainya pilkada serentak yang akan diselenggarakan di...
Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial

Koalisi Pancasila yang kemarin terbentuk sebenarnya bukanlah sebuah kejutan. Karena jauh-jauh hari sebelumnya PDIP, Golkar dan Hanura telah sepakat di Pilkada Kabupaten/Kota yang serentak di gelar pada tahun 2018.

Komposisi koalisi tersebut bukan lagi dikatakan koalisi gemuk, tetapi memang koalisi yang besar dengan Jumlah kuota 40%.

Sebelum berbicara calon, Menarik sekali ketika kita analisa koalisi tersebut, karena koalisi di bentuk atas kesamaan Ideologi yang berhaluan Nasionalis ketiga partai tersebut.

Seperti kita ketahui, Jawa Barat Berdasarkan survei dari Wahid Foundation adalah daerah dengan jumlah kekerasan paling tinggi.

Sudah pasti, Visi koalisi tersebut membumikan kembali Pancasila sebagai Perekat dan Pemersatu. Apalagi, orang-orang Jawa Barat dengan Tradisinya memiliki kultur yang sangat Toleran.

Toleransi orang Jawa Barat bukan hanya sebatas Toleransi dengan sesama manusia, melainkan pula toleran terhadap alam yang sudah membantu memberikan kehidupan yang baik bagi manusia.

Apalagi, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat dikenal sebagai sosok yang begitu menghargai keragaman sebagai rahmat dan pemersatu bangsa.

Maka tak pelak, Dedi disebut sebagi anak Ideologi dari Ir. Soekarno (Bung Karno). karena sebagai Bupati Dedi berhasil menerapkan gagasan Bung Karno kedalam sebuah kebijakan.

Kesamaan Visi dan Ideologi inilah yang akan di terapkan oleh Partai Golkar, PDIP dan Hanura dalam membangun Jawa Barat. Bukan karena kefiguran.

Selanjutnya, dari media yang beredar saat ini memang Walaupun belum memunculkan nama yang akan di usung siapa yang akan menjadi Calon Gubernur, dan siapa yang akan menjadi Calon Wakil Gubernur

Publik tentu bertanya-tanya dengan dengan dengan hal tersebut, karena Partai Peserta koalisi tersebut calonnya di Kembalikan kepada DPP masing-masing.

Ada yang menarik di ucapkan oleh Ketua PDIP Jawa Barat. Karena pada subtansinya Partai tersebut masih membuka Pintu bagi partai lain yang ingin bergabung, tegapi ‘Dengan Catatan tidak boleh memunculkan nama Calon Gubernur maupun calon wakil Gubernur’

Dan, menurut TB Hasanudin Partainya rela dan taat dengan keputusan partainya, mau no 1 maupun no 2, PDIP siap memenangkan siapapun Calon yang akan di usung.

Dari perkataan Hasanudin, secara tersirat berarti sudah ada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut.

Kita mengingat kembali kebelakang sebelum koalisi Pancasila ini terbentuk.

PDIP dan Golkar sebelumnya sudah sepakat bersama-sama di Pilgub Jabar. Hal tersebut diketahui Publik ketika pertemuan di rumah Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham.

Selain itu, awal Bulan Oktober ini Dedi Mulyadi di Perintahkan DPP Golkar untuk mencari mitra Koalisi, karena Golkar tidak bisa mencalonkan sendirian di Pilgub Jabar 2018.

Jadi Koalisi tersebut merupakan langkah dan perintah langsung dari DPP Golkar kepada Dedi Mulyadi.

Belum lama ini, Sekretari DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan kalau ‘PDIP bisa mengusung Dedi Mulyadi ‘

Jadi, kemungkinannya hasil koalisi tersebut telah memunculkan nama yang akan di usung. Tetapi PDIP dan Golkar belum memunculkan kepublik.

Ketika Dedi Mulyadi menjadi calon Gubernurnya, maka untuk Wakilnya saya lebih menjagokan Puti Guntur Soekarno yang merupakan cucu dari Presiden Republik Indonesia yang Pertama, Ir. Soekarno.

Selain karena melihat karakter Puti yang ke ibuan dan karakter Dedi Mulyadi yang kebapakan, juga akan melihat perpaduan antara anak Ideologis dan anak Biologis dari Bung Karno.

Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Hari Buku Nasional, Budaya Literasi Kita Masih Rendah!

Dalam sebuah video perjalanannya, Fiersa bersari pernah mengucapkan perbanyaklah membaca buku, supaya pertanyaan bagaimana cara menulis tidak perlu diucapkan lagi. Suatu ungkapan yang menekankan...

Biografi dan Cara Berpikir Hamka (Bagian 1)

Sabtu pagi, 8 Juni 2013, Prof. James R. Rush dari Arizona State University, berkunjung ke tempat tinggal saya di Jakarta, untuk bertukar pikiran tentang...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.