OUR NETWORK
Selasa, Desember 7, 2021

Sex Education Itu Perlu Bukan Tabu

Bahasa Slang dalam Game

Guru Honorer, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Annisa Puji
Mahasiswi Sastra Indonesia, Universitas Pamulang

Sex education atau pendidikan seksual merupakan pembelajaran mengenai fungsi reproduksi dan segala pengetahuan mengenai aktivitas seksual, yang hingga saat ini masih dianggap tabu untuk diberikan oleh orang tua kepada anaknya.

Pembicaraan seputar seks antara anak dan orang tua dianggap sebagai hal yang tidak pantas dan sangat canggung untuk dilakukan. Hal ini disebabkan salah satunya oleh faktor budaya kita yang sangat menjunjung tinggi asas kesopansantunan termasuk dalam pemilihan topik pembicaraan. Hasilnya, orang tua menjadi enggan membahas topik reproduksi dengan anak dan anak menjadi takut untuk terbuka kepada orang tua.

Padahal, orang tua seharusnya menjadi tutor pertama bagi anak untuk memperoleh pendidikan seksual. Karena, akan sangat terlambat jika menunggu dan mengandalkan pembelajaran di sekolah untuk memberikan edukasi seksual kepada anak.

Diskusi dan komunikasi menjadi kunci dalam edukasi seksual ini. Lewat cara inilah orang tua harus berbicara dan menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami anak terkait pendidikan seksual. Orang tua harus mampu menciptakan ruang diskusi yang nyaman untuk kedua belah pihak, agar ilmu yang disampaikan dapat dipahami oleh anak, serta anak memperoleh kepercayaan terhadap orang tuanya. Anak percaya bahwa orang tuanya merupakan sosok yang dapat diajak berbicara untuk menyampaikan pendapat serta tempat pertama untuk menjawab segala keraguannya. Sehingga nantinya, apapun yang dialami si anak, ia mau dan mampu terbuka kepada orang tua.

Perlu diingat, pemberian edukasi seksual kepada anak harus dilakukan secara bertahap dan  berkala sesuai dengan usia anak. Dalam hal ini, tidak hanya anak yang memperoleh pengetahuan seksual, melainkan orang tua juga harus mau belajar mengenai waktu dan usia anak yang tepat untuk memberikan pendidikan seksual kepada anak, serta hal-hal apa saja yang harus diajarkan.

Pendidikan seksual yang harus diberikan orang tua kepada anak diantaranya, pertama, pengetahuan mengenai fungsi reproduksi. Sedari kecil, anak sudah harus diberikan pengetahuan terkait nama-nama organ reproduksi yang ia miliki serta fungsinya. Termasuk di dalamnya mengenai fungsi organ itu saat sang anak memasuki masa puberitas. Yang mana, pada masa puberitas, akan terjadi perubahan pada tubuh anak, misalnya, terjadinya menstruasi dan mulai tumbuhnya payudara pada wanita, mimpi basah dan perubahan suara pada laki-laki. Mulai tumbuhnya rambut pada bagian tubuh tertentu, dan bagaimana cara merawat, membersihkan, dan menjaga kesehatannya, harus diajarkan kepada anak.

Kedua, anak harus diberikan pemahaman terkait bagian-bagian tubuhnya yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Pada anak usia balita mungkin wajar bagi kita melihat orang lain sangat senang untuk mencium dan memeluk mereka. Namun, seiring bertambahnya usai sang anak, mereka harus diberikan pemahaman, bahwa mereka tidak boleh lagi untuk sembarangan disentuh oleh orang lain. Karena mereka sudah memiliki tubuh yang berkembang menuju dewasa.

Ketiga, pengetahuan mengenai aktivitas seksual. Salah satunya terkait hasrat seksual yang ia miliki, cara untuk menanganinya, serta akibat dan bahaya yang akan terjadi jika hasrat seksual tersebut dilampiaskan dengan cara yang sembarangan. Namun, hal ini bukan berarti mengizinkan anak untuk terlibat ke dalam pergaulan bebas. Diberikan pula kepada anak penjelasan mengenai batasan-batasan serta dampak yang timbul jika mereka melakukan kegiatan seks di usia yang masih dini.

Ketiga pengetahuan tersebut penting untuk diberikan kepada anak karena :

  1. Untuk menjaga kesehatan organ reproduksiSaat anak sudah memiliki pengetahuan tentang fungsi organ reproduksinya, ia juga telah memahami cara untuk menjaga kesehatan organ tersebut. Sehingga nantinya, anak dapat terhindar dari penyakit-penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi, Seperti kanker serviks, HIV/AIDS, sifilis, dan lain sebagainya.
  2. Agar anak tidak canggung dalam menghadapi masa puberitasKetika sebelumnya anak sudah mengetahui bagaimana perubahan yang akan terjadi pada tubuhnya, maka ia akan paham apa saja yang harus ia persiapkan dan yang harus ia lakukan. Termasuk saat ia tertarik dengan lawan jenis. Anak sudah paham batasan-batasan tindakannya.
  3. Agar anak tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebasSaat anak tidak mengerti akan tanggung jawab tentang hasrat seksual, maka ia bisa saja melakukan aktivitas seksual secara bebas dan sembarangan. Oleh karena itu, pembelajaran ini akan memberikan kesadaran kepada anak mengenai dampak-dampak yang ditimbulkan karena  melakukan aktivitas seksual di usia dini, di luar pernikahan, atau secara bebas. Sehingga nantinya ia tidak perlu melakukan hal-hal sembarangan hanya karena penasaran dan ingin coba-coba.
  4. Menjadikan anak bertanggung jawab atas tubuhnya sendiri dan mampu menghargai diri sendiri.Anak akan memperoleh kesadaran bahwa tubuhnya adalah hal yang berharga dan ia bertanggung jawab secara pribadi untuk menjaga tubuh tersebut. Mereka akan memahami terkait consent atau persetujuan terkait tubuhnya. Ketika anak paham akan tanggung jawabnya untuk menjaga tubuhnya, maka ia sudah melakukan tahap awal sebagai upaya antisipasi terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual.

Jadi, stigma tabu mengenai sex education atau pendidikan seksual harus kita hilangkan, mengingat akan pentingnya hal tersebut untuk dilakukan. Orang tua harus mau belajar mengenai cara melakukan edukasi kepada anak dan hal-hal yang harus diajarkan kepada anak. Sehingga nantinya anak memiliki pengetahuan dan memahami tanggung jawab atas tubuhnya, demi menghindari segala bentuk kekerasan, pelecehan, dan bahaya terkait kegiatan dan aktivitas seksual.

Annisa Puji
Mahasiswi Sastra Indonesia, Universitas Pamulang
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.