Selasa, Mei 18, 2021

Sampah di Lautan Bikin Hancur Ekosistem Laut

Influks Pencari Suaka di Australia?

Berkali-kali Malcolm Turnbull, perdana menteri Australia ke-29 yang memimpin sejak 2015 hingga 2018, membahas tentang keterbukaan ekonomi dan fluiditas pertukaran sumber daya manusia, baik...

Agnez Mo Bukan Korban Fenomena FOMO

Pemilik nama lengkap Agnes Monica Muljoto belum lama ini menuai kontroversi. Betapa tidak, pernyataannya yang menyebut bahwa dirinya bukan berdarah Indonesia ketika diwawancarai Presenter...

Pasang Surut Kerja Sama IJEPA

Suatu negara harus mempunyai penghasilan dan tabungan yang besar untuk menunjang perekonomian negaranya. Sebuah investasi suatu negara bergantung pada besarnya tabungan negara itu sendiri,...

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...
Inka Cahyani
Sedang menempuh kuliah S1 semester 2 di fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Sadarkah bahwa segala yang dihasilkan oleh kita merupakan sampah yang tidak mudah untuk diuraikan? Sadarkah seluruh kegiatan kita menghasilkan sampah yang membahayakan keberlangsungan hidup organisme hidup di lautan?

Apabila setiap manusia menghasilkan satu sampah plastik dan dikalikan dengan 1 juta manusia yang hidup di bumi, maka akan menghasilkan 1 juta sampah plastik yang membuat lingkungan menjadi rusak. Apalagi setiap manusia tidak hanya menghasilkan satu sampah plastik pada setiap harinya yang membuat lingkungan menjadi sangat kotor.

Seharusnya permasalahan mengenai sampah ini harus dianggap serius karena dapat memusnahkan banyak organisme hidup. Sampah yang dihasilkan manusia kadang dibuang begitu saja tanpa diolah terlebih dahulu sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan oleh sampah tidak hanya menjadi permasalahan di daratan, dikarenakan banyak manusia membuang sampahnya ke sungai yang menyebabkan sungai menjadi ikut tercemar.

Seperti yang kita tahu bahwa sungai mengalir dari hulu ke hilir, aliran sungai pun sudah pasti melewati banyak tempat. Apabila pada setiap tempat ada manusia yang berpikiran bahwa lebih baik membuang sampah ke sungai dan dikalikan dengan 10 tempat yang dilewati sungai maka akan banyak sampah yang berkumpul di hilir sungai. Tahukah kalian bahwa sungai bermuara di lautan?

Ke mana sampah yang dibawa oleh arus sungai setelah itu berada? Aliran sungai sudah pasti akan dibawa menuju hilir sungai, entah hilirnya berada di dekat pantai atau ternyata sungai tersebut mengalir ke arah lautan. Namun sudah dapat dipastikan  sampah yang ada di aliran sungai pasti akan mengalir dan berada di lautan. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lautan yang berakibat pada hancur ekosistem lautan.

Pencemaran laut yang terjadi kini bukan hanya berdampak pada manusianya sendiri, melainkan berdampak pula pada ekosistem laut. Tahukah bahwa dibumi bukan hanya manusia yang menempati?

Banyak organisme hidup yang tidak dipedulikan padahal berarti. Laut memiliki ekosistem yang di dalamnya juga terdapat organisme hidup. Mengapa tidak kita pedulikan organisme hidup yang berada di lautan tersebut? Pencemaran laut yang dihasilkan oleh manusia menyebabkan rusaknya ekosistem laut dan sudah berdampak kelangsungan hidup organisme yang berada di lautan.

Sudah banyak organisme laut yang mati diakibatkan oleh terjeratnya sampah yang ada di lautan, sudah banyak organisme laut yang mati dikarenakan memakan sampah yang berada di lautan. Kematian organisme laut masih belum dianggap serius oleh banyaknya lembaga, dapat dilihat dari banyaknya sampah yang masih berada di lautan. Mengapa semunya seolah olah tutup telinga dan tutup mata mengenai kematian organisme laut tersebut?

Seharusnya pemerintah lebih gencar lagi dalam menangani permasalahan sampah ini, kemusnahan organisme laut merupakan hal yang paling mengerikan yang pernah terjadi dibumi. Namun pemerintah tidak akan bisa bergerak sendirian tanpa adanya dukungan dari warganya, baik itu pemerintahan Indonesia maupun pemerintahan negara lainnya.

Kita sebagai warga negara yang baik setidaknya dapat lebih cermat dengan membuang sampah pada tempatnya. Tidak lagi buang ke aliran sungai karena dampak yang dihasilkan sangat besar dan berbahaya. Selain itu juga, kita dapat mendaur ulang sampah yang masih bisa digunakan atau membuat sesuatu yang memiliki nilai jual sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan. Penanganan dengan cara ini akan menjadi efektif apabila pemerintah dengan warga saling membantu dalam meminimalisir penggunaan sampah yang sulit terurai.

Pemerintah bekerja untuk menghilangkan sampah yang ada di lautan dan warganya melakukan peminimalisiran penggunaan sampah sulit terurai akan menjadi satu kesatuan yang baik dalam memberantas permasalahan sampa lautan. Peringatan dan sanksi juga harus diterapkan oleh pemerintah kepada warga yang masih membuang sampahnya ke sungai agar warga tersebut tidak mengulangi kesalahannya dan tidak diikuti oleh warga lainnya.

Setelah pemerintah dalam negeri dapat bekerja sama dengan warganya, pemerintahan juga dapat melakukan kerja sama dengan berbagai negara agar permasalahan sampah di lautan cepat selesai dan tidak ada lagi sampah yang berada di lautan.

Inka Cahyani
Sedang menempuh kuliah S1 semester 2 di fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Hari Buku Nasional, Budaya Literasi Kita Masih Rendah!

Dalam sebuah video perjalanannya, Fiersa bersari pernah mengucapkan perbanyaklah membaca buku, supaya pertanyaan bagaimana cara menulis tidak perlu diucapkan lagi. Suatu ungkapan yang menekankan...

Biografi dan Cara Berpikir Hamka (Bagian 1)

Sabtu pagi, 8 Juni 2013, Prof. James R. Rush dari Arizona State University, berkunjung ke tempat tinggal saya di Jakarta, untuk bertukar pikiran tentang...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.