Senin, April 19, 2021

Sampah Atribut Kampanye

Pembubaran Parpol Politik Pengusul RUU HIP?

Masyarakat Indonesia kembali dibuat heboh dengan adanya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Pasalnya di dalam RUU HIP, dianggap membuka peluang agar masuknya...

Yang Disalahkan Selalu Pihak Sekolah

Satu lagi tayang video menghebohkan dunia pendidikan, hadir di tengah-tengah kita. Sekumpulan siswi berseragam putih abu-abu, menaiki angkutan umum dengan riang. Di sela kegembiraan mereka,...

Dinamika Korupsi Para Elite

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan kasus korupsi berjamaah yang dilakukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, kasus tersebut berawal dari penangkapan...

Generasi Simbolik dan Politik

Para ahli filsafat moral sosiologi abad ke 18, adalah Charles horton (1864-1929), William I.Thomas (1863-1947), George Herbert Mead (1863-1931), mereka mempunyai teori mengenai interaksionisme...
Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu

Pemilu akan dilaksanakan 17 April 2019. Partai politik, calon anggota legislatif (DPR dan DPRD), calon dewan perwakilan daerah (DPD) calon Presiden dan calon Wakil Presiden berlomba-lomba mempromosikan diri.

Harapan mereka menarik simpati rakyat dilakukan dengan pemasangan atribut-atribut kampanye. Baliho, spanduk, banner, bendera dapat kita lihat semarak ditiap sudut tempat yang strategis mudah dilihat. Atribut-atribut kampanye dipasang tidak beraturan dan tanpa mempertimbangkan estetika ruang publik.

Kampanye pemilu akan berakhir pada 13 April 2019. Setelah masa kampanye berakhir maka atribut-atribut kampanye harus bersih. Masa tenang mulai tanggal 14 April-16 April 2019. Tiga hari ini ditiap sudut harus bersih dari sampah atribut kampanye. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ketika masa tenang akan bekerja esktra untuk membersihkan atribut kampanye. Bawaslu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (pemda) dan SATPOL PP untuk membersihkan atribut kampanye.

Membersihkan atribut kampanye membutuhkan biaya yang besar. Ketika pembersihan atribut kampanye ini dilakukan oleh Pemda dan SATPOL PP maka pasti menggunakan anggaran dana rakyat. Sebaiknya kewajiban membersihkan atribut kampanye dilakukan oleh partai politik, calon anggota legislative (DPR dan DPRD), calon dewan perwakilan daerah (DPD) calon Presiden dan calon Wakil Presiden serta tim suksesnya. Mereka yang memasang seharusnya mereka yang membersihkan. Sehingga dana rakyat tidak digunakan dalam hal yang kurang bermanfaat.

Menjaga lingkungan dan kenyamanan kota menjadi tanggung jawab setiap masyarakat. Masyarakat harus peduli dengan lingkungan sekitar. Kota Yogyakarta terkenal dengan bangunan-bangunan unik dan cagar budaya bangunan. Menjaga keistimewaan bisa diwujudkan dengan menjaga bangunan-bangunan unik dan cagar budaya bangunan terbebas dari sampah visual.

Atribut kampanye termasuk kategori sampah visual. Atribut kampanye pasti akan dipasang di tempat strategis tanpa mengindahkan itu ada ditempat bangunan unik dan cagar budaya bangunan. Sampah visual bertebaran dan berserakan tanpa tertata serta jumlahnya ribuan. Maka ketika masa kampanye berakhir masyarakat jangan bergantung kepada Bawaslu maupaun SATPOL PP untuk membersihkan atribut kampanye. Mulai dari RT/RW harus mulai peduli menjaga cagar budaya dari sampah visual atribut kampanye.

Masyarakat harus aksi nyata membersihkan sampah visual. Kota Yogyakarta sebagai kota wisata tidak elok jika dipenuhi dengan sampah visual atribut kampanye. Jaga ruang publik agar dapat dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

Belajar di Sekolah Kembali? Mari Kurangi Kekhawatiran Kita

Pemerintah Indonesia berencana membuka sekolah lagi di bulan Juli 2021. Ini kabar menggembirakan, mengingat bahwa bagi beberapa anak, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari...

Terorisme Akan Selalu Dapat Tempat Jika Tokoh Islam Masih Ada yang Denial

Berkali-kali sudah esktremisme kekerasan dan kejahatan terorisme terjadi di negeri kita, sejak Bom Bali yang terjadi pada tahuan 2000an sampai tahun ini. Namun sikap...

Kubur Kosong (Refleksi Iman atas Banjir Bandang di Leuwayan)

Minggu, 04 April 2021, umat Katolik sejagat merayakan hari raya Paskah. Paskah adalah peristiwa kebangkitan. Karena itu merayakan Paskah berarti merayakan kemenangan Kristus atas...

Simbol Agama dalam Aksi Teroris

Di Indonesia dalam beberapa hari ini marak terjadi penyerangan oknum yang tidak bertanggung jawab pada wilayah agama dan kepolisian. Agama merupakan simbol kolektif dari...

ARTIKEL TERPOPULER

Masa Depan Peradaban Islam dalam Pandangan Ziauddin Sardar

Masa depan peradaban Islam dalam banyak tulisan selalu dikaitkan dengan ide kebangkitan Islam yang telah dimulai sejak abad ke-18 yang lalu. Meskipun sudah kurang lebih...

Kegiatan Di Bulan Suci Ramadhan Sesuai Pancasila

Indahnya bulan suci ramadhan tahun ini disambut suka cita oleh seluruh umat Islam dari Indonesia, luar negeri dan seluruh dunia setiap tahun. Dari hasil...

Definisi Kekuatan: Hard Power dan Soft Power

Konsep Dasar Power Kekuatan atau power dalam ilmu Hubungan Internasional adalah elemen utama, terutama dalam kaca mata realisme, Morgenthau menjelaskan bahwa perilaku negara pada dasarnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.