Senin, Januari 5, 2026

Remaja dan Krisis Motivasi Belajar di Era Serba Instan

Dini Nuraeni
Dini Nuraeni
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Program Studi Pendidikan Matematika
- Advertisement -

Di zaman sekarang hampir semua hal bisa didapatkan dengan cepat sepeti jawaban tugas hanya tinggal “search”, video penjelasan pelajaran tersedia 1 menit, bahkan AI mampu membuat rangkuman dalam hitungan detik. Hidup menjadi serba instan dan tanpa disadari hal ini memengaruhi cara remaja belajar.

Banyak guru dan orang tua yang mengeluh karena menurunnya minat belajar anak seperti mudah bosan, cepat menyerah, dan sulit fokus. Namun masalah ini tidak bisa hanya disebut sebagai “kemalasan”, akan tetapi ada perubahan besar dalam lingkungan digital yang membuat motivasi belajar remaja perlahan melemah. Beberapa faktor diantaranya yaitu :

Fakror pertama diakibatkan karena terbiasa dengan hasil cepat. Mereka terbiasa mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam beberapa detik. Sementara itu, belajar membutuhkan proses, disiplin dan waktu. Sehingga Ketika proses tidak langsung memberi hasil, motivasi pun menurun.

Faktor kedua yaitu media sosial yang menarik perhatian secara berlebihan. Contohnya seperti video pendek, notifikasi yang tidak ada habisnya dan konten-konten hiburan sehingga membuat fokus remaja terpecah setiap saat. Akibatnya, ketika harus membaca buku 30 halaman atau mengerjakan soal panjang mereka mudah lelah dan kehilanga minat.

Faktor ketiga yaitu tuntutan akademik yang terasa berat. Sayangnya di tengah dunia yang serba cepat, sekolah justru masih menuntut remaja menyelesaikan banyak tugas. Banyak yang akhirnya merasa kewalahan, bukan karena tidak mampu akan tetapi karena energi mereka tersedot oleh gangguan konsntrasi dari dunia digital.

Faktor keempat yaitu menganggap bahwa hiburan lebih menarik dari pada belajar. Dikarenakan belajar itu membutuhkan usaha dan waktu yang cukup lama sedangkan game dan video lucu hanaya perlu satu klik untuk merasa senang, akibatnya otak pun lebih memilih aktivitas yang memberikan kenyamanan instan dari pada tantangan panjang.

Dampak Krisis Motivasi Belajar

  • Menurunnya prestasi akademik

Ketika motivasi turun, belajar menjadi sekedar kewajiban bukan kebutuhan. Hal ini berpengaruh pada nilai, partisipasi kelas, hingga kemampuan memahami materi.

  • Sulit mengembangkan kebiasaan belajar

Remaja yang terbiasa menghindari proses belajar jangka panjang akan kesulitan membangun disiplin, padahal keterampilan ini sangat penting untuk dunia kerja nantinya.

  • Ketergantungan pada gadget

Saat belajar terasa berat, gadget menjadi pelarian. Ini menciptakan lingkaran masalah: kurang motivasi, mencari hiburan, semakin sulit fokus, semakin tidak ingin belajar.

Cara mengatasinya

  • Buat belajar terasa relevan

Remaja lebih semangat jika tahu manfaat dari apa yang mereka pelajari. Guru dan orang tua bisa menjelaskan kaitan pelajaran dengan kehidupan nyata, pekerjaan, atau minat mereka.

- Advertisement -
  • Hadirkan metode belajar yang menarik

Contohnya seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi, eksperimen kecil, atau media visual dapat membantu remaja merasa bahwa belajar itu menyenangkan, bukan membosankan.

  • Mengatur penggunaan gadget

Tidak perlu melarang total untung menggunakan gajet, cukup batasi pada jam tertentu saat belajar atau menggunakan aplikasi pemblokir distraksi agar fokus tetap terjaga.

  • Berikan dukungan emosional

Kadang masalah motivasi muncul karena remaja merasa tidak dihargai atau terlalu ditekan. Dukungan, apresiasi, dan komunikasi yang hangat dapat membantu mereka bangkit kembali.

Krisis motivasi belajar pada remaja bukan sekadar masalah pribadi ini adalah dampak dari lingkungan serba instan yang membentuk cara mereka berpikir. Tugas orang dewasa bukan hanya menuntut mereka belajar, tetapi membantu mereka menemukan makna dari proses itu sendiri.Jika remaja dibimbing dengan cara yang tepat, mereka tidak hanya akan kembali termotivasi, tetapi juga belajar menghadapi tantangan dengan lebih dewasa dan disiplin.

Dini Nuraeni
Dini Nuraeni
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Program Studi Pendidikan Matematika
Facebook Comment
- Advertisement -

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.