OUR NETWORK
Selasa, Oktober 4, 2022

Prabowo dan Megawati Besti, Akankah Kolaborasi Pada Pemilu 2024?

Radian Helmi
Manusia Tanpa Impian

Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik bersama Ketua DPR Puan Maharani, banyak yang berpendapat bahwa kunjungan Puan Maharani menemui Prabowo Subianto ada hubungannya dengan pemilu 2024

Proses pemilu 2024 sudah mulai berjalan, kita banyak melihat berita yang beredar tentang siapa saja capres (calon presiden) yang akan tampil di panggung pilpres 2024, sederet nama yang sebenarnya sudah lama digaungkan seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Puan Maharani dan tidak ketinggalan master calon presiden kita bapak Prabowo Subianto.

Nah, berita sedang hangat adalah kunjungan Puan Maharani ke kediaman Prabowo Subianto, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pada saat kunjungannya ke kediaman Prabowo terlihat Puan Maharani juga diajak berkuda.

Namun, selain berkuda Puan mengatakan bahwa dirinya juga membawa pesan dari Megawati, bahkan dia menambahkan “Kalau kemudian ada pesan atau tidak dari Ibu Megawati, nggak mungkin saya ada di sini kalau saya nggak bawa pesen. Dan pesennya itu hanya saya dan Mas Bowo yang tahu. Kalau nggak ada rahasianya, nggak seru, dong,” ujarnya.

Tentu saja hal ini menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat apakah Prabowo akan bergandengan dengan puan sebagai calon presiden dan wakil presiden pada pemilu 2024, melihat sejarah perjalanan politik seorang Prabowo hal ini tidak menutup kemungkinan, apalagi pengakuan Megawati yang mengatakan bahwa dirinya dan Prabowo adalah sahabat, di kediaman Prabowo puan juga mengatakan bahwa akan ada pertemuan kembali antara Prabowo dan Megawati.

Sebenarnya kita tidak perlu kaget dengan masuknya Prabowo ke kabinet Jokowi, lah Prabowo sama Megawati itu besti brooo. Pemilu 2009 Prabowo dan Megawati pernah maju bersama sebagai Calon Presiden, bahkan sempat ada perjanjian antara kedua besti ini yang disepakati dalam Surat Perjanjian Baru Tulis yang berisi 7 kesepakatan yang dalam poin ke 7 mengatakan bahwa PDI-P akan mengusung Prabowo Subianto menjadi calon presiden pada pemilu 2014, alih-alih mengusung Prabowo menjadi calon presiden, PDI-P memilih untuk mengusung Jokowi yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Prabowo Subianto sendiri sejak maju sebagai wakil presiden pada tahun 2009 kemudian melanjutkan perjuangannya menjadi presiden dengan maju sebagai calon presiden sebanyak 2 kali, pada periode 20014, 2019 dan pada tahun 2024 nanti Prabowo sendiri telah mendapatkan dukungan dari 34 DPD Gerindra sebagai sebagai calon presiden dan Prabowo juga menyatakan kesediaannya untuk kembali tampil pada 2024, namun siapakah yang akan menemani Prabowo pada pemilu 2024?

Namun untuk partai Gerindra sendiri telah membuat kesepakatan dengan PKB dan telah menandatangani hasil kesepakatan pada Rapimnas pada 13 Agustus 2022 lalu, meskipun begitu belum ada nama yang ditetapkan sebagai calon presiden pada pemilu nanti.

Kita ketahui bahwa syarat pencalonan presiden salah satunya ialah melewati ambang batas pencalonan 20 persen, sedangkan Gerindra hanya memiliki 12,57 persen dan jika berkoalisi dengan PKB hal itu akan terpenuhi karena PKB memiliki 9,69 persen dan PDI sendiri memiliki 22 persen yang artinya dapat mengusungkan calon sendiri tanpa berkoalisi.

Namun jika kita melihat elektabilitas dari lembaga survei, untuk Puan Maharani masih berada dibawah Prabowo, Ganjar dan Anies Baswedan, yang artinya untuk menggenjot elektabilitasnya Puan Maharani akan diuntungkan jika bergandengan dengan Prabowo Subianto dan juga mungkin akan mengakhiri perdebatan cebong dan kampret.

Perihal pertemuan dengan Puan Maharani, Prabowo Subianto mengatakan bahwa hal ini dilakukan karena telah memasuki awal musim politik dan menegaskan akan terus menjalin komunikasi politik bersama PDI-P guna kepentingan persatuan, gotong royong antar anak bangsa.

Lebih lanjut Prabowo Juga mengatakan bahwa dia ingin melanjutkan persahabatan dan kekeluargaan dengan Megawati yang sudah berlangsung sejak lama, pertemuan bersama Puan Maharani bukanlah pertemuan yang baru melainkan pertemuan yang telah berlangsung selama tiga generasi termasuk keluarga Megawati.

Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa peluang bergandengan antara Prabowo dan Puan Maharani terbuka sangat lebar, namun apakah Prabowo akan mengkhianati PKB, dalam politik semua bisa terjadi, jadi jika Prabowo dan Puan berkolaborasi apakah Kampret dan Cebong akan menjadi kupu-kupu, kita tunggu saja.

Radian Helmi
Manusia Tanpa Impian
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.