Selasa, Mei 18, 2021

Petuah Sunan Kalijaga untuk Era Milenial

Sang Pengubah Bantaeng itu Profesor Nurdin Abdullah

Sebelumnya, kita selalu mendengar ungkapan bahwa akademisi seringkali berdiri di suatu jarak yang jauh (menara gading) dari problem riil masyarakat. Barangkali ungkapan itu tak...

Restrukturisasi Kebangsaan sebagai Solusi

Pluralisme agama menjadi isu strategis di dalam perkembangan demokratisasi di Indonesia. Bagaimana tidak, corak pemikiran pluralitas sudah berkembang di Indonesia pasca respon atas catatan...

Ijtima Ulama Bukan Acuan Politik Kaum Muslim?

Momentum Pilpres 2019 sungguh luar biasa. Hampir seluruh stake holder bangsa ini mencurahkan energinya dalam menyambut pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahun sekali....

Sapardi, Bowo, dan Kabar-Kabur Tik-Tok Hari Ini

Di dalam episode 74b serial animasi SpongeBob Square Pants yang berjudul Wigstruck, SpongeBob menemukan sebuah wig besar jatuh di depan rumahnya sebelum ia berangkat kerja. SpongeBob...
Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial

Ratusan tahun kebelakang Kanjeng Sunan Kalijaga sudah mewanti-wanti Bangsa Nusantara (bangsa Indonesia) untuk terus menjaga Desa.

Dalam sebuh cerita di Riwayatkan, sewaktu muda kanjeng Sunan yang merupakan anak ningrat ini sangat senang untuk berkelana dari Desa ke desa, untuk sekedar melihat dan memperhatikan keadaan rakyat walaupun di larang oleh orang tuanya.

Dari kebiasaan pergi dari satu desa ke desa lain menjadikan Kanjeng Sunan paham betul tentang keadaan dan kejadian yang berkembang di masyarakat.

Walaupun beliau besar di pulau Jawa, bukan berarti beliau tidak paham bagaimana Nusantara secara umum, beliau paham betul bagaimana identitas dan geografis bangsa Indonesia.

Indonesia yang notabenya merupakan wilayah Pedesaan, kanjeng sunan sudah mewanti-wanti agar masyarakatnya untuk tetep menjaga tradisi dan melestarikan identitas Nusantara.

Ratusan tahun semenjak beliau meninggal, apa yang telah di ucapkannya ternyata benar. Desa yang merupakan identitas bangsa nusantara menjadi ‘Tameng’ yang sangat kuat dalam menjaga hegemoni modernitas.

Apabila Desa lemah, maka lemah lah bangsa ini. Apabila Desa Kuat, maka kuat pula lah bangsa ini.

Kenapa seperti itu?

Pertama Dilihat dari sisi ekonomi, ketika krisis 1998 menghantam bangsa ini, harga kebutuhan pokok meningkat tajam, masyarakat perkotaan tertimpa imbas yang sangat besar. Tetapi masyarakat pedesaan tidak terkena permalahan tersebut.

Terbalik ketika kita menyebut perkotaan sebagai lumbung ekonomi, karena sebenarnya lumbung ekonomi bangsa ini adalah Desa.

Selanjutnya tradisi. Dalam liriknya Iwan Fals pernah berkata, ‘Kota hanyalah menawarkan kekerasan’

Artinya, kita tidak bisa mengandalkan Kota untuk menjadi tameng penjaga kebudayaan. Pola hidup masyarakat kota lebih condong Materialisme dan Individualisme.

Hal tersebut jelas sangat bertentangan dengan Budaya masyarakat kita yang dikenal sebagai masyrakat Gotong Royong. Materi bukanlah tolak ukur yang utama, tapi kemanusiaanlah yang paling utama.

Ketiga, salah besar kalau Universitas adalah tempat ilmu. Tempat ilmu yang sesungguhnya adalah desa. Selain tempatnya ilmu pengetahuan, desa juga merupakan saran pendidikan Karekter dan sarana kemanunggalan antara manusia dengan alamnya.

Saya sangat meyakini, soekarno-soekarno baru pasti akan lahir di pedesaan. Permasalahan-permasalahan yang melanda bangsa ini pasti bakalan terkikis sedikit demi sedikit seketika orang desa yang memimpinnya.

Keempat, desa adalah penjaga Pancasila sejati. Siapa bilang Pancasila mulai memudar? Pancasila memudar hanya dikalangan mereka yang tidak pernah tau desa, hanya mereka yang sibuk memakan uang rakyat, hanya mereka yang sibuk memecah belah, hanya mereka yang tinggal di kota-kota mewah.

Tapi lihatlah Pancasila di Desa-desa, lihatlah pancasila di pelosok-pelosok. Pancasila tetap gagah mencengkram kebhinekaan. Mereka, dalam keadaan laparpun tidak menurunkan cintanya terhadap Pancasila dan NKRI

Sayang sekali, mereka-mereka yang setia menjaga marwah pancasila dan kewibawaan pancasila tidak di akui oleh mereka yang tinggal di sejuknya ruangan ac seolah-olah paling pancasilais padahal kesibukannya mencopet kekayaan burung garuda.

Kalau bangsa ini ingin menjadi kuat baik secara ekonomi maupau mapan secara tradisi, maka yang paling utama di jaga adalah Desanya.

Kembalilah ke Desa sebagai jati diri Nusantara. Jagalah Desa, tanpa desa orang kota tidak akan bisa hidup. Hargailah orang desa, karena merekalah kita masih bisa makan beras, kita masih bisa menghirup udara segar.

Seperti yang dikatakan oleh Kang Dedi Mulyadi, ‘kita selalu menghinakan orang desa seolah-olah tertinggal di jaman milenial, padahal orang-orang desa lebih maju di bandingkan kita yang merasa milenial.

Saat kita berbicara kedaulatan, orang desa sudah berdaulat, saat kita berbicara pancasila dan gotong royong, orang desa lebih pancasilais dan bergotong royong. Saat kita berbicara pentinggnya menjaga alam, orang Desa setia menjaga alam, sementara kita sibuk merusak alam dan sibuk mecemari sungai dengan limbah-limbah.

Jangan berbicara paling pancasilais, nasionalis dan agamis di hadapan orang Desa, karena mereka bukan hanya bicara, tapi sudah menerapkan itu semua’.

Jagalah Desa seperti menjaga diri kita sendiri. Desa bukanlagi harapan, melainkan kekuatan utama bangsa kita.

‘Apabila Sungai sudah kering, pasar hilang gaunnya, wanita hilang rasa malunya, maka cepatlah berkelanan dari desa ke desa untuk mendapatkan ilmu Hikmah’ Sunan Kalijaga

Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial
Berita sebelumnyaNo Pain No Crown
Berita berikutnyaRezim Saudi, Ulama, dan Perubahan
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Hari Buku Nasional, Budaya Literasi Kita Masih Rendah!

Dalam sebuah video perjalanannya, Fiersa bersari pernah mengucapkan perbanyaklah membaca buku, supaya pertanyaan bagaimana cara menulis tidak perlu diucapkan lagi. Suatu ungkapan yang menekankan...

Biografi dan Cara Berpikir Hamka (Bagian 1)

Sabtu pagi, 8 Juni 2013, Prof. James R. Rush dari Arizona State University, berkunjung ke tempat tinggal saya di Jakarta, untuk bertukar pikiran tentang...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.