Jumat, April 23, 2021

Perjanjian Kuno yang Bisa Menyatukan Jokowi dan Probowo

Theologia Kemakmuran Ajaran Praktis Tentang Sukses Tapi Salah 1

Merupakan gambaran tentang teologi kemakmuran, yang ingin mengedepankan kesuksesan dan kemakmuran di dunia ini, seperti: relasi sesama yang baik, keluarga yang baik, punya harga...

Jembatan Dialogis Kristen dan Islam

Harus diakui sejarah kelam relasi Kristen dan Islam dimulai dari kesadaran kolektif masa lalu tentang perang salib yang berujung kepada hegemoni barat yang saling...

Kekerasan di Sekolah, Salah Siapa?

Lembaga pendidikan yang seharusnya ideal untuk mendidik siswa malah tidak melakukan tugasnya dengan benar. Dilansir dari website kpai.go.id kasus kekerasan terhadap guru meningkat drastis...

Wakil Menteri, Kebutuhan atau Akomodasi Politik

Menyusul pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju yang telah dilaksanakan dua hari sebelumnya di Istana Kepresidenan, 12 wakil menteri ikut dilantik Presiden Jokowi pada Hari...
AmryAl
Masyarakat Sipil I Penggiat Seni

Semenjak diumumkannya kembali Joko Widodo dan Probowo Subianto kandidat calon presiden 2019, mungkin banyak orang yang mulai malas mengikuti pemilu tahun ini. Karena terkesan seperti mengulang kembali perseteruan keduanya di pemilu 2014.

Perseteruan keduanya sudah tak terelak lagi atau bahkan sudah bisa ditebak jauh sebelum tahun 2019. Banyak media yang sudah menduga keduanya akan bertarung kembali di pemilu kali ini. Mungkin yang membedakanya hanya calon wakil presiden yang memang sama-sama nama baru. Jokowi memilih Ma’ruf Amin sedangkan Prabowo memilih Sandiaga Uno.

Peseteruan antara Jokowi dan Prabowo seakan tak pernah usai, bahkan setelah Pemilu 2019 selesai. Setelah KPU telah menyatakan Jokowi menang dengan persentase 55% sedang prabowo hanya mendapatkan 44% suara.

Hasil dari kekalahan pun dibawa Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi karena dinilai banyak kecurangan yang tersistematis dalam penyelenggaraan Pemilu.

Pada akhirnya kita sama-sama tahu bahwa Mahkamah Konstitusi menolak semua gugatan sengketa Pemilu 2019 yang dilayangkan BPN.

Rekonsiliasi Jokowi dan Probowo gagal?

Mungkin salah satu alternatifnya adalah dengan membawa keduanya berkunjung ke Saparua, Maluku Tengah. Jokowi dan Probowo bisa kembali mengingat sejarah perjanjian kuno, Palas Pena.

Palas Pena adalah sumpah mengangkat persaudaraan dengan cara saling menusuk jari hingga keluar darah. Kemudian darah masing-masing pihak yang bersepakat dicampur disebuah cawan berisikan air, lalu diminum.

Dalam sejarahnya pada tahun 1817 di Gunung Saniri Ketika itu, dua kapitang (panglima) dua negeri yakni Thomas Matulessi (berasal dari Haria) dan Said Perintah (berasal dari Tori-tori Islam) menjalin persaudaraan.

Perdamaian itu tercipta setelah Said Perintah mengobati kaki Thomas Matulessi yang terluka. Thomas Matulessi kini lebih kita kenal sebagai Kapiten Pattimura.

Usai sumpah darah tersebut, hubungan kedua negeri menjadi semakin erat. Sejak perjanjian itu, segenting apapun kondisi yang ada. Kedua negeri tak pernah saling serang. Bahkan dituntut saling melindungi antara satu sama lainya.

Saya sangat yakin tokoh sekelas Jokowi dan Prabowo sangat bisa mengambil makna dan pesan dari sejarah diatas. Terlebih keduanya kerap mengaku paling negerawan atau paling NKRI.

Dengan mengikuti penjanjian Kuno, Palas Pena. Jokowi dan Prabawo bisa menjalin sebuah ikatan persaudaraan yang kuat seperti Said Perintah dan Thomas Matulessi. Mereka tak usah lagi saling berseteruh atau saling menilai siapa pemimpin terbaik.

Karena setelah perjanjian itu mereka sejatinya harus saling melindungi atau saling mendukung satu sama lain. Ini menjadi sebuah harapan besar untuk Jokowi dan Prabowo bisa bersama-sama membangun dan menyatukan Indonesia kembali.

AmryAl
Masyarakat Sipil I Penggiat Seni
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.