Sabtu, Mei 25, 2024

Peran Earthjustice dalam Kasus Willow Project AS

Hufiyandita Felathi
Hufiyandita Felathi
I'm a undergraduate student at Mulawarman University with my major is International Relations. I'm active in various activities on campus.

Masalah kerusakan lingkungan memang selalu menjadi ancaman secara global. Dampak yang diberikan oleh kerusakan lingkungan tidak dapat dibatasi hanya di ekosistem satu kawasan.

Oleh karena itu, masalah kerusakan lingkungan selalu menjadi perhatian masyarakat internasional. Kerusakan lingkungan kerap disebabkan oleh aktivitas manusia. Salah satunya kasus yang sedang ramai dibicarakan ialah proyek Willow AS.

Proyek Willow merupakan usaha pengeboran minyak besar-besaran selama puluhan tahun di Lereng Utara Alaska di National Petroleum Reserve, yang dimiliki oleh pemerintah federal.

Diinisiasi oleh ConocoPhillips sebagai perusahaan energi raksasa di Houston dan disetujui oleh Joe Biden, proyek Willow ini rencananya akan memiliki tiga bantalan yang memungkinkan perusahaan mengebor sekitar 90% target minyak mereka. Proyek Willow ini sebenarnya telah disetujui sejak 2020 oleh administrasi Trump, yang kemudian pada 2023 pemerintahan Biden kembali menyetujui Proyek di Alaska yang kontroversial ini.

Proyek yang meskipun dianggap menyalahi janji kampanye Biden 2020 ini, tetap dijalankan karena dianggap dapat memberikan banyak keuntungan, seperti menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan produksi energi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan negara pada minyak asing.

Bahkan sebuah koalisi kelompok Penduduk Asli Alaska di Lereng Utara juga mendukung proyek Willow, dengan mengatakan bahwa proyek tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru yang sangat dibutuhkan dan dapat mendanai layanan termasuk pendidikan serta perawatan kesehatan.

Proyek Willow yang menggemparkan ini juga memicu berbagai reaksi internasional, seperti munculnya tagar Stop Willow di berbagai media sosial dan kehadiran kelompok hukum lingkungan, salah satunya Earthjustice, yang akan segera melakukan tuntutan terkait kasus proyek Willow kepada hakim federal.

Apa Itu Earthjustice?

Dikutip dari web resmi Earthjustice.org, merupakan organisasi hukum lingkungan dengan kepentingan publik nirlaba yang didirikan pada 1971. Organisasi ini biasanya menggunakan kekuatan hukum dan kemitraan untuk melindungi kesehatan masyarakat, melestarikan tempat-tempat indah dan satwa liar, memajukan energi bersih, dan memerangi perubahan iklim.

Peran Earthjustice Dalam Kasus Willow Project AS

Dalam konsep politik lingkungan sendiri, kelompok Earthjustice ini masuk ke dalam kategori organisasi non-pemerintah atau NGO. Dengan fokus orientasi terhadap penegakan hukum lingkungan bagi kepentingan publik, organisasi non pemerintah ini memiliki anggota lebih dari 200 orang pengacara serta ahli strategi hukum untuk penjagaan lingkungan

Earthjustice sendiri memiliki kantor regional Alaska, di sekitar kota Anchorage, sejak tahun 1978. Kantor regional Alaska ini telah berjuang melawan pengeboran, penambangan, dan penebangan minyak dan gas yang merusak dan mengancam masyarakat, tanah, perairan, serta satwa liar di kawasan itu. Dalam perlawanannya terhadap proyek Willow, ada beberapa upaya yang telah dijalankan yaitu :

  • Pengajuan perkara penolakan proyek Willow oleh Kantor cabang Earthjustice di Alaska kepada pemerintah federal. Sebenarnya pada tahun 2020, kelompok Earthjustice ini telah berhasil membatalkan perintah eksekutif Trump untuk membuka sebagian besar Samudra Arktik untuk pengeboran minyak dan gas. Jeda pengeboran dibatalkan oleh hakim federal pada tahun 2021. Namun, setelah itu proyek ini disetujui kembali pada masa kepemimpinan Biden yang memberikan izin untuk membuka beberapa area untuk pengeboran baru.
  • Earthjustice juga memobilisasi massa di seluruh dunia untuk ikut memboikot proyek ini dengan mengadakan petisi yang disuarakan lebih dari 5 juta orang.

Adapun organisasi non-pemerintah lainnya yang turut bergerak menentang proyek Willow ini adalah kelompok pembela satwa liar dan kelompok konservasi lainnya.

Kesimpulan

Organisasi non-pemerintah seperti Earthjustice dan kelompok-kelompok konservasi seperti telah dijelaskan di atas dapat sangat berperan dalam masalah perlindungan lingkungan. Memang tingkat keberhasilan dari organisasi non-pemerintah seperti Earthjustice ini tidak dapat dicapai dalam waktu yang singkat dan secara masif. Dikarenakan tindakan yang dilakukan oleh NGO seperti ini biasanya bersebrangan dengan kepentingan dari negara dan institusi. Tetapi, sedikitnya tindakan ini dapat menjadi langkah awal dalam perlindungan dan penegakan hukum terhadap lingkungan.

Hufiyandita Felathi
Hufiyandita Felathi
I'm a undergraduate student at Mulawarman University with my major is International Relations. I'm active in various activities on campus.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.