Rabu, April 21, 2021

People Power Sebuah Halunisasi Amien Rais

Masa Depan Kota dan Teror Pseudo Demokrasi

Momentum pemilihan kepala daerah langsung tahun ini—yang konon katanya merupakan manifestasi demokarasi dari 39 kota, dan 115 kabupaten harus dipahami dan dihayati dengan segenap...

Islam yang Inklusif dan Eksklusif

Saya akan memulai tulisan ini dengan satu pertanyaan: Menurutmu, Islam itu sebuah lembaga atau nilai? Jawaban pembaca dari pertanyaan di atas akan berpengaruh terhadap...

Generasi Muda Berhak Atas Kebenaran Sejarah

Tepat bulan September, kira-kira 52 tahun silam. Awal sebuah kejayaan bagi beberapa oknum, sekaligus merupakan awal sebuah peristiwa pahit yang kini dikemas sebagai sejarah...

Politik Pengakuan Berdasarkan Sudut Pandang Charles Taylor

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang politik pengakuan, haruslah mengenal tokoh nya terlebih dahulu. Siapakah tokoh tersebut? Tokoh tersebut adalah Charles Taylor. Charles Taylor...
Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi

Waduh, se-ekstrimku kah situasi nasional apabila pasangan 02 kalah dalam Pilpres 2019 nanti.  Sehingga,  menjadikan Amin Rais ber-halusinasi terjadinya people power. Atau, ada kepentingan lain sehingga Amien Rais sampai mengucapkan hal itu. Terutama masa depan partai besutannya PAN (Partai Amanat Nasional)?

Ya,  hingga mendekati pelaksanaan hajat demokrasi terbesar di Republik ini. Elektabilitas PAN tidak beranjak dari zona merah 4 % ambang batas (elektoral Threshold). Dari beberapa survei yang telah dirilis. PAN hanya mampu menjauhi dari ambang batas margin error sebuah survei 3 % saja.

Partai berlambang matahari terbit ini, sangatlah penting bagi kebedaraan Amien Rais dalam konstilasi politik nasional tanah air. Punahnya, Partai Amanat Nasional sama dengan punanya dirinya dikancah politik nasional.

Kata kaum milenial, Amien Rais jadi galau dengan kenyataan itu. Sehingga berhalusinasi akan terjadi people power.

Ucapan ini, bukanlah menimbulkan ketakutan. Sebaliknya, menjadi lelucon bagi mayoritas khalayak.  Pasalnya, sosoknya sangat jauh dari pra-syarat terciptanya sebuah people power.

Amien Rais salah mempersepsikan fakta-fakta dilapangan tentang konstilasi politik kekinian. Apa yang terjadi di medsos dan kenyataan. Tidak bisa ditarik secara linear. Belum lagi mengkalkulasi variabel untuk terjadinya people power.

Sederhananya, siapa Amien Rais itu? Seberapa kekuataannya? Apa yang dimiliki untuk mengerakan masyarakat. Sementara, partainya hari ini sedang terjebak di zona ancaman tidak lolos elektoral threshold.

Sebenarnya,  publik tidak juga menghiraukan ucapan itu. Kontroversial yang dilakukan Amien telah menjadikan sikap antipati dikhalayak.  Bahkan diinternal Muhammadiyah sendiri kerap sekali Amien dikritik. Padahal Muhammadiyah adalah basis utama PAN.

Dalam konteks Pilpres,  tidak sedikit pengurus tingkat Provinsi dan Daerah yang menyeberang ke kubu pasangan nomor urut 01. Tidak hanya itu, kepala daerah dari PAN yang memberikan berseberangan dengan sikap politik Amien Rais dalam memilih calon Presiden.

People Power Versi Amien

Ucapan Amien Rais tentang people power ini. Dalam catatannya, Amien Rais sebenarnya bukan tokoh pergerakaan. Yang hidupnya disel-sel simpul massa. Amien lebih dekat dunia kampus. Yang bergelut pada teori-teori yang sifatnya tekstual.

Apakah, ucapan people power ini lebih pada teoritikal Amien Rais teksbook.  Bukan pada fakta empiris fenomena sosial masyarakat.

Memang,  kondisi sosial politik menjelang Pilpres tensinya semakin memanas.  Dengan mengguatnya polarisasi dukungan. Semakin menarik lagi saat diracik dalam perang media sosial. Tapi semuanya masih dalam kewajaraan dan terkondisikan.

Apakah ini yang menjadi rujugkan ucapakan Amien Rais? Jelas, rujugkan itu jauh dari kenyataan. Hanya halusinasi belaka. Seolah-olah akan terjadi benturan sosial. Dan mengerakan warga melaluka people power.

Sangatlah jauh dari kenyataan, apabila Amien menjadikan diskursus pilpres saat ini dengan people power. Tapi dalam kehidupan demokrasi,  ucapan Amien Rais itu sebagai kebebasan dalam berpendapat.

Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apa yang Menanti Setelah Animal Symbolicum?

“Alam semesta aslinya tunggal, diam, dan seragam. Hanya tampak luarnya saja yang mengesankan perbedaan atau perubahan”, Zeno dari Elea yang juga diamini Parmenides (Dowden,...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Enigma dalam Bukit Algoritma

Narasi 4.0 telah membawa kita semua ke sebuah era di mana digitalisasi semakin menjamah di segala aspek kehidupan. Hal ini membuat terdorongnya beragam inovasi-inovasi...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Kesadaran Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Membangun diskursus mengenai komunikasi antarbudaya (intercultural communication) selalu menjadi hal yang menarik untuk dikaji dan bukan pula fenomena baru. Terlebih,  di tengah pesatnya perkembangan...

ARTIKEL TERPOPULER

Malam yang Panjang di LBH dan Dendam Imajiner yang Lebih Panjang

Minggu, 17 September 2017. Hari itu, saya kira saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan bersama orang terkasih. Seperti hari-hari Minggu pada wajarnya, romantis...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Menyambut Bulan Ramadhan dengan Penerapan Nilai-Nilai Pancasila

Bulan suci ramadhan tinggal menghitung hari. Pemerintah akan segera menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1440 H. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia...

Kartini Masa Kini

Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini oleh bangsa Indonesia. Tanggal tersebut merupakan tanggal lahir R.A. Kartini pahlawan yang berjuang untuk emansipasi wanita....

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.