Selasa, Mei 28, 2024

Pengaruh Media Sosial berdampak pada Nilai-nilai Pancasila

Azzahra Laily Adindawati
Azzahra Laily Adindawati
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Semakin berkembangnya zaman banyak ditemukan hal-hal baru, baik dari segi teknologi, informasi bahkan transportasi. Perkembangan ini tentu berdampak pada segala bidang, seperti ekonomi, kesehatan, sosial dan pendidikan. Dalam segi informasi berita atau pengetahuan, saat ini semakin mudah di dapatkan melalui media sosial atau internet.

Media sosial merupakan sebuah sarana dimana para pengguna dapat bersosialisasi, berbagi dan mendapatkan informasi juga sebagai tempat untuk mengekspresikan diri mereka dengan jangkau tak terbatas selama 24 jam. Dahulu media sosial hanya bisa diakses menggunakan komputer, dan saat ini menggunakan media sosial sangat mudah melalui handphone atau telepon genggam selama ada jaringan internet dan sinyal yang memadai. Melalui handphone, media sosial dapat digunakan dimanapun dan kapanpun.

Banyak platform dalam media sosial seperti yang digunakan seperti  facebook, gmail, Instagram tiktok, twitter dan banyak lagi. Platform-platform tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Contohnya Tiktok dan Twitter. Tiktok merupakan sebuah jaringan sosial serta platform dimana pengguna dapat menggunggah video pendek, mereka melakukan berbagai hal. Sedangkan Twitter merupakan layanan jaringan social dimana penggunanya dapat memposting dan berinteraksi dalam bentuk pesan.

Saat ini media sosial digunakan diberbagai umur, baik mulai dari anak-anak hingga lansia. Dengan latar belakang penggunaan sebagai hiburan, sarana pembelajaran, pembelanjaan dan lain-lain. Di tahun 2023 pada bulan februari menurut dataindonesia.id rata-rata orang Indonesia menggunakan internet selama 7 jam 42 menit setiap harinya. Menurut laporan terbaru We Are Social dan Hootsuite, jumlah pengguna media sosial di seluruh dunia mencapai 4,76 miliar pada Januari 2023. Angka ini setara 59,4% dari total populasi dunia saat ini.

Masyrakat yang aktif dalam kehidupannya terutama pada media sosial untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan dan skiil akan berpengaruh proses yang dijalani, hal ini dapat diketahui dengan jumlah media yang dikonsumsi. Apa yang dilihat dari media sosial sadar ataupun tidak dapat mempengaruhi perilaku dan wawasannya. Hal ini berdampak juga pada lingkungan masyarakat, teman dan keluarga.

Bangsa ini telah menerima Pancasila sebagai pondasi hidup bebrbangsa yang memiliki fungsi dan kedudukan yang penting dalam Indonesia yaitu sebagai jati diri bangsa Indonesia, ideologi, filsafat dasar dan asas persatuan.

Informasi yang dipaparkan di media social memiliki nilai postif dan negative. Nilai positif yang disebarkan akan berdampak baik bagi masyarakat sehingga mampu menaikkan nilai kualitas sebuah platform tersebut. Tetapi nilai negative dari penggunaan media sosial menimbulkan banyak kerugian hingga dapat menimbulkan perselisihan di dunia nyata. hal tersebut dapat merusak nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Seseorang yang aktif dalam sosial media cenderung lebih menikmati keadaan seperti itu, lebih peduli dengan keadaan virtual hingga bisa mengabaikan keadaan realitanya. Perlahan akan merenggangkan bahkan melunturkan sosialisasi dalam kehidupan nyata. Banyak orang yang akrab dalam media sosial tetapi berbalik fakta ketika di kehidupan nyatanya. Hal ini karena kecenderungan dan kenyamanan seseorang sudah terbentuk dalam keadaan virtual. Keadaan ini yang membuat kondisi sosial yang berkurang. Karena secara fisik dan fakta tidak terpenuhi seutuhnya.

Selain itu karena ketidak terbatasnya media sosial dalam berinteraksi menimbulkan konflik-konflik tertentu karena rentan akan pengaruh buruk oranglain. Mungkin konflik yang terjadi hanya pada kehidupan virtual tetapi nyatanya berdampak pada sisi emosional pada mentalitas seseorang di kehidupan realitanya. Seseorang yang menerima informasi yang tidak sesuai dengan keadaanya akan menimbulkan perbandingan antara diri sendiri dan bisa muncul sikap atau tindakan yang merugikan dan membahayakan bagi lingkungannya.

Banyak kejadian yang sudah terjadi di Indonesia, seperti salah satu contohnya pada penyebaran berita hoaks atau palsu yang bersumber dari opini orang semata dan diterima dengan tanggapan yang berbeda-beda. Tanggapan masyrakat tersebut sangat berdampak pada nilai kerukunan antar bangsa Indonesia. Tanggapan dan kritikan yang berupa hinaan, kata-kata kasar yang dapat menimbulkan perselisihan hingga pertengkaran satu sama lain.

Beredarnya informasi hoaks yang tersebar di media sosial baik dari segi sosial masyarakat, politik, kesehatan, ekonomi dan gaya hidup semua bisa berdampak pada penerima informasi. Salah satu contoh informasi hoaks dari segi politik. Dilansir dari salah satu website (https://mediacenter.temanggungkab.go.id/berita/detail/hoaks-demokrat-pimpin-demo-omnibus-law-dan-membiayainya) yang mengedar postingan di media sosial twitter dengan narasi “Demokrat pimpin demo besar”an besok dalam rangka menolak Omnibus Law, bukan hanya jadi koordinator, Demokrat juga membiayainya aksi yang dilakukannya buruh”.

Dilansir dari Riau1.com, Kepala Komunikasi Publik Partai Demokrat, Ossy Dermawan menegaskan bahwa hal tersebut adalah hoaks dan fitnah. Menurut Ossy, aspirasi dan harapan rakyat diperjuangkan secara sungguh-sungguh oleh Parta Demokrat.

Pemaparan informasi palsu yang sudah tersebar luas akan menimbulkan kesalahpahaman dalam menerima informasi berita. Hingga muncul tanggapan-tanggapan buruk dan kritikan yang bisa menyebabkan perselisihan. Terkecuali jika beberapa masyarakat dengan bijak menerima informasi dengan mencari tahu tingkat kebenaran sesuai dengan fakta yang terjadi atau tidak itu dapat meminimalisir dampak negative yang terjadi.

Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberikan umpan balik secara terbuka, memberi komentar serta memberi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Hal ini sangat di khawatirkan bagi bangsa indonesia khususnya dikalangan remaja dan orang dewasa. Karena letak keunggulan negara dapat dilihat dari kondisi para pemuda bangsa saat ini. jika penggunaan media social dimanfaatkan dengan buruk maka terancamlah nilai-nilai Pancasila sebagai bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai pedoman bangsa Indonesia yang menjadi rujukan bersikap sebagai bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila yang tersirat dalam dampak negative dari penggunaan sosial yang akan mengasut pada perpecahan, hal ini sesuai pada nilai ketiga yaitu persatuan Indonesia. Implementasi sila ketiga ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan perilaku masyarakat Indonesia yang berpegang teguh pada nilai keutuhan dan kebersamaan bangsa indonesia.

Seberapa bijak bangsa indonesia dalam menerima dan menanggapi seluruh informasi yang di terima di media sosial, akan menyelamatkan nilai-nilai pancasila yang telah menjadi pondasi kehidupan bangsa Indonesia.

Azzahra Laily Adindawati
Azzahra Laily Adindawati
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.