Jumat, April 19, 2024

Pengaruh Globalisasi, Minat Anak Muda Melestarikan Budaya?

Farah Lutfiana Istiqomah
Farah Lutfiana Istiqomah
Saya Farah Lutfiana Istiqomah lahir di Kulon Progo tanggal 27 Oktober 2003. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta dengan mengambil studi Pendidikan Sosiologi S1.

Fenomena yang terus berubah dan menjadi bagian dari kehidupan manusia adalah definisi dari globalisasi. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi mempercepat globalisasi. Pada dasarnya, globalisasi adalah proses dari ide-ide awal yang diikuti oleh negara lain, yang pada akhirnya mencapai kesepakatan yang menjadi pedoman bagi seluruh dunia (Edison A. Jamli et al, 2005).

Sedangkan menurut Robertson (1992) dalam Sri (2012), konsep globalisasi mengarah pada penyempitan dunia dan peningkatan kesadaran dunia yang berarti lebih banyak koneksi global dan pemahaman manusia tentang mereka.

Globalisasi meliputi berbagai aspek, seperti aspek ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Salah satu bentuk globalisasi dalam bentuk budaya yaitu Westernisasi. Westernisasi adalah pola hidup yang diikuti oleh masyarakat dengan meniru dari aktivitas atau budaya luar, misalnya Halloween, Valentine, dan lain-lain.

Dalam hal ini menuntut orang terutama masyarakat Indonesia untuk meniru budaya barat, jika tidak maka orang tersebut akan dilabeli sebagai orang yang kolot atau tidak mengikuti zaman. Hal ini yang kemudian membuat masyarakat Indoensia semakin menjunjung atau mengunggulkan budaya luar dan mengesampingkan budaya tradisional atau budaya lokal dari Indonesia.

Sedangkan Indonesia memiliki keragaman budaya yang melimpah, salah satunya yaitu budaya ogoh-ogoh yang ramai dan belum lama diadakan ketika hari nasional nyepi, biasanya festival ogoh-ogoh diadakan secara iring-iringan dengan berbagai karya seni ogoh-ogoh yang disajikan oleh para seniman dari Bali maupun sekitarnya. Hal tersebut seharusnya dapat dilestarikan oleh masyarakat Indonesia, bukan menjunjung budaya luar dan melupakan kebudayaan sendiri.

Berbagai nilai-nilai tersebut kemudian memunculkan dampak positif dan negatif terhadap nilai-nilai moral yang telah ada di Indonesia. Dampak positif dari globalisasi melalui penggunaan teknologi adalah berbagai nilai sosial dan budaya Indonesia dapat diperkenalkan kepada dunia internasional.

Bangsa Indonesia dapat memperkenalkan kesenian dan budaya kepada negara agar menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia yang tentu saja akan menguntungkan negara dan masyarakatnya. Dengan globalisasi, kita dapat belajar dari bangsa lain tentang cara berpikir yang baik, seperti etos kerja yang tinggi, disiplin, dan inovasi, untuk maju yang pada akhirnya akan memajukan bangsa kita dan meningkatkan rasa nasionalisme kita.

Namun, nilai-nilai bangsa Indonesia terancam oleh globalisasi. Salah satu dampak negatif tersebut adalah fakta bahwa banyak anak muda, bahkan anak kecil, saat ini memiliki perangkat elektronik. Tidak peduli apakah mereka berada di sekolah atau di lingkungan masyarakat, mereka tetap sibuk dengan perangkat elektronik mereka. Hal ini membuat mereka terlihat tidak terlibat dan tidak menghormati orang tua mereka.

Ketika orang tua mengajak mereka berbicara, mereka menatap ponsel mereka masing-masing daripada menatap orang tua tersebut. Masyarakat Indonesia mudah dipengaruhi dengan perangkat elektronik karena banyak orang di Indonesia menggunakan TikTok, Instagram, dan YouTube setiap hari, dengan berbagai konten positif dan negatif dari seluruh dunia.

Berbagai konten menggabungkan berbagai budaya baru dan nilai-nilai yang dibawa dari Barat. Nilai-nilai seperti kesusilaan, kesopanan, dan keagamaan dapat memengaruhi norma-norma yang ada di Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan individualisme, yang berarti tidak peduli atau tidak peduli dengan orang lain. Dalam hal hubungan sosial budaya, keragaman seni dan budaya Indonesia dapat diakui oleh negara lain. Misalnya, tari pendet, seni tradisional Indonesia, dapat diakui oleh Malaysia, yang akan sangat merugikan Indonesia.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau mengantisipasi hal tersebut menyebar adalah dengan cara sebagai berikut;

  • Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh
  • Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan sehari-hari dengan sebaik-baiknya
  • Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, dan sosial budaya bangsa.

Seharusnya dengan adanya globalisasi bangsa Indonesia termasuk generasi muda dapat berkombinasi dengan generasi terdahulu untuk dapat memaksimalkan penggunaan gadget dengan menyajikan konten yang berisi budaya-budaya bangsa, sehingga diharapkan konten-konten tersebut dapat dimaknai sebagai kekayaan bangsa Indonesia dan dapat dinikmati keindahannya meskipun melalui konten di media sosial.

Generasi muda di Indonesia sebenarnya pintar dan memiliki bakat bermacam-macam, dalam hal ini kesenian yang ada seperti tari-tarian, wayang kulit, ogoh-ogoh, atau semacamnya dapat dimaksimalkan untuk dikembangkan, kemudian dibuatlah video atau film dokumenter agar dapat disebarluaskan ke penjuru dunia, dalam hal ini anak muda yang pandai membuat video bisa ikut berkontribusi, dan pihak anak muda yang lain ikut meramaikan atas video atau konten yang dibuat dengan memberikan saran dan komentar positif dan mendukung.

Lebih baik lagi jika diadakan festival atau lomba secara rutin setiap periode untuk kita tetap dapat mengikuti perkembangan globalisasi namun juga tetap dapat berkontribusi dan tetap melestarikan budaya bangsa dengan tidak menghilangkan identitas bangsa yaitu Pancasila sebagai pedoman hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pemerintah dan pihak-pihak lain perlu ikut andil dalam mendukung segala bentuk perlombaan agar mereka yang berkontribusi merasa dihargai dan dapat menjadi contoh bagi generasi selanjutnya.

Farah Lutfiana Istiqomah
Farah Lutfiana Istiqomah
Saya Farah Lutfiana Istiqomah lahir di Kulon Progo tanggal 27 Oktober 2003. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta dengan mengambil studi Pendidikan Sosiologi S1.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.