Jumat, Juni 18, 2021

Peduli Lingkungan di Masa Pandemi Covid-19

Musim Politik Kampus dengan Segala Kepentingannya

Bulan November, kampus-kampus di Indonesia sebagian besar telah diahadapkan dengan musim politik dimana gong kontestasi aktivis, ilmuan serta organisatoris kampus dipukul. Politik kampus bukan lagi...

Asian Games dan Dramaturgi Politik Jokowi

Tahun politik akan segera datang, waktu yang sedang berlangsung kini menjadi waktu yang tepat munculnya berbagai polemik. Bermacam bentuk kritik maupun dukungan muncul secara...

Situasi Sulit, ‘Nuthuk’ dan Nasi Ayam

Menjadi manusia dengan jiwa tetap sehat bergas waras adalah sebuah keuntungan di masa sulit seperti sekarang ini. Jangan terlalu naïf kalau memandang hidup, mengakui...

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...
Indri Nurfajriah
seorang mahasiswi disalah satu universitas di Indonesia

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 ( SARS-CoV-2) atau lebih dikenal dengan COVID-19  yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir tahun 2019. COVID atau virus corona saat ini sedang menjadi topik hangat hampir di seluruh negara. COVID-19 ini merupakan kumpulan virus yang menginfeksi sistem  pernapasan. Virus ini juga  menyerang semua golongan usia mulai dari bayi anak-anak, orang dewasa, ibu hamil hingga lansia. Virus corona menular dengan sangat cepat hingga menyebar ke seluruh negara termasuk Indonesia pada awal bulan Maret yang lalu.

Penyebaran Virus Corona atau COVID-19 di lokasi Tanah Air kian meluas. Hal itu ditandai bersama naiknya kurva positif COVID-19. Berbagai langkah dan upaya pengendalian virus corona dilakukan pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan pemberlakuan lockdown, physical distancing, dan penerapan protokol kesehatan di beberapa tempat. Adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) yang diterapkan pemerintah fungsi mencegah rantai penyebaran virus  dan juga mengurangi angka kematian membuat segala aktivitas yang dilaksanakan di luar tempat tinggal beralih jadi di dalam jaringan atau sering disebut daring.

Menjaga kebersihan lingkungan juga termasuk upaya untuk mencegah terkena virus COVID-19. Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang bersikap acuh terhadap protokol kesehatan dan lingkungan sekitar. Banyak penduduk yang masih tidak Mengenakan masker bahkan mereka tidak mempercayai dan tidak memperdulikan bahaya dari  COVID-19.

Pemerintah wajib lebih bersikap tegas dalam menangani perihal berikut bersama memperbanyak penyuluhan sosial kepada penduduk melalui fasilitas massa dan langsung melakukan tindakan menangani berita hoax tentang virus COVID-19. Sangat perlu untuk meningkatkan rasa sensitif dan sadar  penduduk terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Ada beberapa cara yang mudah dilakukan masyarakat untuk menjaga dan merawat kebersihan lingkungan. Upaya yang paling mudah dilakukan dan mampu meringankan tugas pemerintah adalah dengan adanya rasa inisiatif dari dalam diri sendiri untuk merawat kebersihan diri seperti mandi saat sampai rumah setelah menggunakan pas memadai lama di tempat umum, tutup mulut saat bersin dan batuk dan juga kurangi menyentuh wajah bersama dengan tangan. Biasakan membasuh tangan bersama dengan sabun sebelum saat memasuki rumah dan bangunan milik umum. Gunakan masker saat berada di luar rumah.

Kebersihan tempat tinggal perlu diperhatikan untuk memberikan kesan nyaman, bersih, dan jauh dari sumber penyakit. Membersihkan peralatan makan yang sering digunakan menggunakan cairan desinfektan dengan tujuan untuk mengurangi risiko terkontaminasinya virus corona.

Sering membersihkan halaman rumah dan tidak membuang sampah sembarangan. Bila membuang sampah sembarangan dapat menyumbat saluran air dan bisa menyebabkan banjir. Banjir bisa menjadi faktor penyebab penyakit dan menjadi sarana untuk penyebaran virus COVID-19.

Pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dengan menggunakan kantong belanja yang terbuat dari bahan kain. Masyarakat juga dihimbau agar membawa alat makan dan minum sendiri dari rumah, himbauan ini juga sudah mulai diterapkan di beberapa sekolah dengan tujuan untuk meminimalisirkan sampah plastik yang dapat merusak dan mencemari lingkungan.

Pada masa pandemi ini banyak masyarakat yang melakukan kegiatan bersepeda. Kegiatan bersepeda ini diharapkan dapat dilakukan secara terus menerus oleh masyarakat. Karena dengan menerapkan kegiatan ini dapat menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Kegiatan ini tidak hanya menyehatkan bagi tubuh namun berdampak baik  juga bagi lingkungan karena membantu mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan.

Meskipun dunia sedang dilanda pandemi COVID-19, bukan berarti kita harus tidak mempedulikan lingkungan sekitar, justru kita seharusnya lebih menjaga dan melestarikan lingkungan disekitar tempat tinggal supaya tetap terjaga keasriannya dan bermanfaat bagi makhluk. Banyak cara sederhana yang terkadang tidak kita sadari bahwa kebiasaan sederhana itu dapat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar kita.

Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan diatas diharapkan masyarakat dapat menyadari bahwa dengan melakukan hal–hal kecil dapat menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan terutama pada masa pandemi COVID-19. Lingkungan yang sehat dan bersih diharapkan dapat memutuskan rantai penyebaran virus COVID-19 yang semakin meluas dan meningkatnya jumlah pasien positif COVID-19 yang tidak kunjung berhenti.

Indri Nurfajriah
seorang mahasiswi disalah satu universitas di Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Manifesto Arsip Bagi Pengelolaan Cagar Budaya

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam peninggalan sejarah, mengingat eksistensi terhadap banyaknya kerajaan-kerajaan yang pernah bertahta di bumi nusantara. Selain menjadi negara yang terkenal...

Setelah Sayyid Syarief Mengenolkan Diri

Syariefhans tampil di mimbar dengan gagah dan perlente. Ia mengenakan kemeja hijau tua, dengan lengan panjang yang dikancing rapi. Ketampanan dan kulit putihnya membuat...

Viral, BTS Meal di Tengah Pandemi

BTS Meal adalah menu yang dihasilkan dari kolaborasi antara McDonal dengan Boyband Grup BTS, Korea Selatan. McDonald didirikan pada tahun 1940 oleh Richard dan...

Meluruskan Kasus Takmir Melarang Salat Bermasker di Masjid

Ramai menjadi perbincangan publik saat video berdurasi 2 menit sekian memperlihatkan “brutal”-nya ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Amanah, Jalan Kampung, Tanah Apit, RT...

Radikalisme, Anak Muda dan Pendidikan Tinggi: Antisipasi, Respon dan Kebijakan

Ekstrimisme dan radikalisme nampaknya tidak mengenal negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia atau negara-negara Eropa di mana kaum Muslimin merupakan komunitas minoritas. Ekstrimisme tumbuh...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.