Selasa, Mei 18, 2021

Pecah Kendi Garuda Indonesia

Capres Nomor Urut 10, Golput?

Hanya ada dua pilihan untuk memilih capres, jika tidak 01 maka 02. Itu yang disuguhkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia. Lantas bagaimana dengan...

Kurdishtan, Ironi Bangsa Terbesar Tanpa Negara

Menjelang akhir tahun lalu, konflik Kurdi yang melibatkan berbagai kepentingan dan negara sekitar kembali menguat. Berbagai pemberitaan internasional menyorot hal ini. Al Jazeera (2/12)...

Yang Pelan, Yang Ditelan

-Untuk Tahun Politik 2018-2019“Kini, arah gerak dunia bukan lagi si besar menelan si kecil, tetapi siapa yang cepat akan memakan siapa yang pelan,” seru...

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Mandek; Kejahatan Seksual semakin Merajalela

Kekerasan terhadap perempuan memang sudah terjadi sejak zaman nabi Muhammad SAW bahkan sebelum beliau dilahirkan. Kala itu perempuan hanya dijadikan ajang pelampiasan nafsu belaka; melayani laki-laki...
Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu

Haji merupakan ibadah umat Islam. Haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib bagi yang mampu. Perintah haji terdapat dalam QS Ali Imran Ayat 97 dan QS Al Hajj Ayat 27 dan 28.

Kontroversi dimulai ketika jamaah haji kloter pertama dari Solo akan terbang menuju tanah suci. Sebelum pesawat berangkat diadakan tradisi pecah kendi. Pecah kendi menjadi upacara seremoni pelepasan jamaah haji.

Tidak sekali ini saja Garuda Indonesia melakukan upacara pecah kendi. Dulu pecah kendi juga dilakukan ketika pesawat kepresidenan tiba di Bandara Halim Perdanakusumah pada Kamis 10 April 2014. Pesawat Boeing Bussines Jet berlogo Garuda juga disambut pecah kendi.

Pecah kendi tidak diajarkan dalam Islam. Pecah kendi merupakan tradisi Jawa yang mengambil dari tradisi nenek moyang yang beragama Hindu, Budha, animisme dan dinamisme. Sehingga pecah kendi bukan termasuk ghairu masyru’ atau tidak disyariatkan.

Masyarakat Jawa ketika Islam masuk, sudah memiliki kepercayaan-kepercayaan yang asli telah dianut. Seperti meyakini kekuatan magis keris, tombak dan senjata lainnya. Benda yang dianggap keramat dan memiliki kekuatan magis itu dipuja, dihormati dan mendapat perlakuan istimewa.

Kepercayaan-kepercayaan tersebut lama kelaman terkikis dan akan dihilangkan. Peran Islam sangat besar untuk menghilangkan hal-hal tersebut. Penyebaran Islam di Jawa tidak serta merta langsung menghilangkan hal-hal tersebut. Sedikit demi sedikit akan dihilangkan.

Tidak elok pecah kendi dijadikan seremoni pelepasan jamaah haji. Haji merupakan ibadah yang suci. Calon jamaah haji merupakan orang-orang pilihan.

Pecah kendi tidak disyariatkan maka harus dihilangkan. Pecah kendi juga perbuatan mubazir. Kendi masih bisa dipakai untuk keperluan lain, kenapa mesti dipecah.

Calon jamaah haji setelah pulang dari tanah suci, semoga membawa perubahan yang lebih baik. Dengan membawa gelar haji, para haji-haji ini saatnya menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat yang Islam semurni-murninya. Tidak lagi tercampuri oleh tradisi-tradisi nenek moyang.

Semoga pihak Garuda Indonesia juga mendapatkan keterbukaan pikiran. Bahwa pecah kendi tidak perlu dilakukan lagi dalam pelepasan jamaah haji ataupun dalam kegiatan-kegiatan lain.

Sumber foto : https://twitter.com/IndonesiaGaruda

Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.