Selasa, Juli 16, 2024

Pasar Tradisional, Geliat Ekonomi Tanpa Resesi

Sucipto Zepp
Sucipto Zepp
Scriptwriter, tinggal di Madiun.

Apakah ada aktivitas ekonomi di tingkat bawah yang proses transaksinya berlangsung hingga 24 jam? Ada, dan jawabannya adalah pasar tradisional. Di tempat inilah, sektor transaksi yang bersentuhan langsung dengan kalangan rakyat kebanyakkan menjaga ekonomi pada level paling bawah tetap stabil.

Pasar tradisional nyaris tanpa jeda. Mulai tengah malam, para pedagang telah bergeliat, memutar produk mereka, mengalihkannya kepada pedagang lainnya yang membawa produk hingga ke pelosok desa. Mereka sangat telaten memutar produk meskipun selisih yang di dapatkan sangat tipis.

Para pelaku ekonomi di kalangan bawah adalah mereka yang tidak pernah terpengaruh oleh isu-isu besar. Mereka dengan tekun melakukan kegiatannya, dan terbukti mampu melewati masa-masa suram ekonomi. Mereka tetap menjalankan aktivitas ekonominya, tanpa menghiraukan segala kegaduhan ekonomi pada level makro.

Tatkala para ekonom papan atas berdebat sengit bagaimana situasi, arah, dan kelanjutan ekonomi negara, para pelaku ekonomi di kalangan bawah ini tetap menjalani hari-hari ekonominya tanpa jeda. Mungkin, hanya bencana alam atau perang yang bisa menghentikan kegiatan mereka.

Para pedagang di pasar-pasar tradisional ini tangguh karena mereka paham, tidak akan ada perhatian yang sebenar-benarnya terhadap aktivitas ekonomi mereka. Entah disadari atau tidak oleh para pelaku ekonomi kelas bawah, mereka telah berhasil membangun jaringan ekonomi yang cukup kuat dikalangan mereka.

Penawaran berlangsung secara cepat, dengan margin yang terbilang rendah. Perputaran uang di kalangan pelaku ekonomi kelas bawah inilah, yang berhasil menjaga stabilitas ekonomi mikro. Seringkali pula, para pelaku ekonomi kelas bawah ini mengeksploitasi diri mereka sendiri.

Menjelang tengah malam mereka telah membawa beraneka produk ke pasar tradisionil, memutarnya dengan selisih keuntungan yang sebenarnya hanya untuk menutupi biaya operasional dengan sisa yang terlalu sedikit. Mereka tidak mengambil selisih untuk biaya tenaga dan kelelahan mereka. Situasi serupa yang juga dialami para petani penggarap sawah.

Negeri ini masih bertahan karena rakyatnya yang tangguh, tidak banyak mengeluh, dan kreatif dalam ber-ekonomi. Kerusuhan sosial di negara ini hanya mungkin terjadi dengan campur tangan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan kekuasaan. Rakyat tidak akan sempat dan bersedia terlibat dalam kerusuhan sosial, karena diri mereka sudah mengeksploitasi diri mereka dengan aktivitas ekonomi yang membutuhkan perputaran cepat.

Pun ketika para ekonom papan atas sibuk memperingatkan resesi internasional yang sedang mengancam, aktivitas ekonomi di pasar-pasar tradisional nyaris tak terpengaruh. Perdebatan panas tentang resesi dunia, pemecatan besar-besaran perusahaan raksasa, tidak menjadikan geliat ekonomi menjadi surut.

Pada tengah malam buta, pasar-pasar tradisional kembali bergeliat memutar roda perekonomian. Para pedagang kecil itu, entah diakui atau tidak, telah membangun ekosistem ekonominya. Rantai distribusi yang bergerak cepat dengan peredaran uang yang tidak bisa dibilang sedikit.

Para pedagang kecil ini berbondong-bondong mendatangi pasar, mengambil kulakan, dan kemudian bergerak lincah langsung ke konsumen utama, yang juga masyarakat kalangan kelas bawah. Roda perekonomian berputar, rakyat memiliki aktivitasnya, dan stabilitas ekonomi mereka terjaga. Dan disinilah, mereka telah membangun pondasi ekonomi negara yang sedemikian tangguh.

Ekosistem ekonomi telah memberikan pemasukan bagi negara sedemikian besar. Setiap hari, masing-masing pedagang itu membayar pajak jualan yang dikeluarkan oleh manajemen pasar. Nominal pajak jualan per individu itu memang tidak besar. Namun, dengan pengalian jumlah pedagang yang mencapai ribuan, dalam setahun manajemen pasar itu telah meraup pendapatan yang sangat besar secara nominal. Ekosistem ekonomi itu juga menjadi magnet bagi aktivitas ekonomi lainnya, seperti parkir, toilet umum, dan jasa kuli panggul. Betapa rakyat yang sangat kreatif itu telah membangun jaringan bisnisnya sendiri.

Ekosistem ekonomi tersebut juga cukup rentan disusupi oleh berbagai “parasit” ekonomi. Lintah darat berkembang pesat di antara para pedagang kecil itu. Tanpa persyaratan berbelit belit, dana cash bisa dicairkan dengan cepat. Para lintah darat itu, dalam tanda kutip, telah memberikan solusi cepat bagi para pedagang yang membutuhkan pelumas ekonomi. Para pelaku lintah darat ini memang agak sulit dihilangkan. Bagaimana pun, para pedangan kecil ini membutuhkan mekanisme pembiayaan yang tidak berbelit, sederhana, dan efisien. Hal yang tidak mungkin mereka dapatkan dari bank-bank konvensional.

Pertanyaan naif dan klise selalu muncul, “Dimanakah peran negara?” Rakyat Indonesia sepertinya sudah mencapai tahap kesadaran bernegara yang belum dicapai rakyat di negara lainnya. Rakyat Indonesia telah sampai pada tahap bahwa “Mereka lah yang harus memberi pada negara, bukan sebaliknya.” Kesadaran inilah yang sangat sulit ditemui pada rakyat di negara lainnnya.

Ketika bulan Agustus tiba, seluruh elemen rakyat dengan sukacita menyambut hari kemerdekaan. Hari ketika rakyat merasa bangga dengan negeri yang dibangun atas dasar darah dan keringat para pahlawan. Mereka merayakan hari kemerdekaan dengan penuh khidmad, mendermakan sebagian dari rezeki, demi negeri yang sangat mereka banggakan.

Inilah potret rakyat di sebuah negara yang masih berkembang. Mereka mulai bekerja pada jam yang seharusnya untuk tidur. Tanpa mengeluh, dan mengabaikan isu-isu ekonomi yang para ekonom sendiri meresahkannya. Dan begitulah, para pelaku ekonomi di bawah, di pasar-pasar tradisional, yang seringkali pasar itu terbakar tanpa sebab yang jelas, tetap melakukan aktivitasnya siang atau malam. Isu-isu ekonomi, resesi, inflasi, hutang negara, harga bahan bakar, hanya sekedar angin lalu bagi mereka.

Sucipto Zepp
Sucipto Zepp
Scriptwriter, tinggal di Madiun.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.