Sabtu, Juli 20, 2024

Partai Kaum Muda dan Trigger Anti Korupsi

Tazli Mohammed
Tazli Mohammed
Jurnalis di salah satu harian surat kabar di Medan

Lalu Muhammad Zohri yang berhasil menjadi juara dunia di nomor 100 meter pada kejuaraan Dunia Atletik (IAAF) U-20 di Tampere, Finlandia, mungkin sebelumnya tidak menyangka Rabu 11 Juli  2018 adalah hari yang begitu berarti bagi dirinya. Dalam sekejab ia dianggap pahlawan bagi negara kita, yang membuat semerbak nama Indonesia di mata dunia.

Dari sini kita mendapat penguatan bahwa, sungguh kekuatan media sosial tidak bisa dianggap enteng. Dan sebagai mana dari laporan berjudul “Essential Insights Into Internet, Social Media, Mobile, and E-Commerce Use Around The World” yang diterbitkan tanggal 30 Januari 2018, dari total populasi Indonesia sebanyak 265,4 juta jiwa, pengguna aktif media sosialnya mencapai 130 juta dengan penetrasi 49 persen.

Dan, dalam laporan Edelman Tust Barometer di 2018, menunjukkan bahwa dari 28 negara yang dilakukan survei, hanya enam yang memiliki tingkat kepercayaan terhadap media di atas 50%. Sisanya mengalami ketidakpercayaan terhadap media dengan tingkat kepercayaan di bawah 50%. Lagi-lagi Indonesia berada di posisi atas, yakni peringkat kedua setelah Tiongkok.

Maka, target Partai Solidaritas Indonesia meraih 20 persen suara atau 114 kursi di Pemilu 2019 tidak bisa dianggap sebatas khayalan. Dengan mengusung Trilogi Menebar Kebajikan, Merawat Keragaman, Mengukuhkan Solidaritas, partai yang menjaring kekuatan kaum muda ini memiliki trigger anti korupsi. Yang tentu menjadi senjata tajam di tengah zaman suburnya penyakit rasuah ini.

Jika kita mengintip Fanpage Facebook psi.or.id yang memiliki penyuka sekitar 2,2 juta. Dan masih sejalan dengan konsep yang diungkapan oleh Grace Natalie yang menyatakan PSI akan memanfaatkan media sosial untuk membesarkan PSI disamping dengan penguatan turun langsung ke masyarakat.

Hal ini dipertegas oleh Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Eksternal, Tsamara Amany Tsamara yang menuturkan, PSI tidak hanya bertujuan untuk meraup suara, melainkan juga menyebarkan semangat perubahan kepada masyarakat, terutama kalangan anak muda yang menjadi sasaran utama partai nomor urut 11 ini.

Canvasing dan door to door campaign menurut saya itu juga efektif selain melalui media sosial,” kata Tsamara.

PSI setidaknya sudah berjalan pada rel yang benar di tengah zaman senjakala konsep-konsep konvensional. Apalagi dengan menempatkan gerbong-gerbong calon legislatif yang tidak melibatkan mantan koruptor, sebagai satu-satunya partai yang zero eks napi korupsi untuk Pileg 2019.

Begitupun, PSI harus tetap berjibaku dalam kreativitas mencuri perhatian pengguna fasilitas dunia maya dan menempatkan kader-kader yang menguasai social media strategy dengan memanfaatkan algoritma yang ditawarkan Facebook.

Musim Semi di Dunia Politik

Dalam setiap pertandingan, tidak bisa dipungkiri aspek jam terbang merupakan senjata yang tidak bisa dianggap remeh. Mental bertarung yang kerap terasah akan berbeda dengan seorang pemula yang baru sekali dua kali naik ke arena kompetisi.

Begitu pula dengan kondisi perpolitikan di negara kita, Indonesia. Kekuatan orang-orang lama sebagai “King Maker” memang sulit untuk digeser. Tapi, bukan tidak mungkin.

Betapa kita belum lupa bagaimana kaum muda menggelorakan reformasi yang akhirnya bisa menumbangkan kekuasaan Orde Baru selama 32 tahun.

Pada Piala Dunia yang baru saja berlalu mungkin banyak bola mata menatap kagum pada Kroasia yang secara total berjibaku mempertontonkan permainan-permainan yang tidak mudah menyerah, selain soal pesona Kolinda Grabar-Kitarovic yang selalu memberikan support hangat kepada para pemain. Atau Tim Ayam Jantan  yang berhasil merebut piala utama.

Tapi Timnas Inggris tidak boleh dianggap sepele. Saat ini mungkin  tim tempaan Gareth Southgate ini hanya bisa masuk ke semifinal, tapi di ajang berikutnya mereka sudah mulai kokoh dengan regenerasi tenaga muda dan dengan kreativitas permainan yang berbeda.

Sementara klub lain, sudah kehabisan pemain berpengalaman dan tentunya kekurangan tenaga dan harus menyusun kekuatan baru yang belum tentu kuat.

Tak ubahnya hal tersebut, kehadiran kaum muda dalam dunia perpolitikan atau wadah politik adalah sebuah musim semi yang menawarkan pemandangan yang baru.

Akhirnya, mari kita sejenak merenungkan kata-kata dari Pablo Neruda, “You can cut all the flowers, but you dont keep spring from coming”.(*)

Tazli Mohammed
Tazli Mohammed
Jurnalis di salah satu harian surat kabar di Medan
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.