OUR NETWORK
Jumat, Juni 25, 2021

OSINT, Jurnalisme Investigatif, dan Demokrasi

Mohammad Aqshal Fazrullah
Mahasiswa, belajar menulis.

Pada Oktober 2020 lalu, NarasiTV mengunggah video berdurasi kurang lebih 10 menit yang menggemparkan media sosial. Video itu mencoba menguraikan kejadian pembakaran Halte Sarinah secara kronologis, pada waktu demo Omnibus Law tahun lalu. Secara teknis, NarasiTV memanfaatkan bukti-bukti yang memang bisa diakses secara publik, seperti rekaman CCTV, unggahan video di TikTok, Instagram, dan media sosial lainnya. Dengan cara ini, NarasiTV berhasil mengungkap bahwa para pelaku pembakaran, bukanlah bagian dari buruh atau mahasiswa yang merupakan massa pendemo pada saat itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, sumber-sumber yang dipakai oleh NarasiTV, dikenal sebagai Open Source Intelligence (OSINT). Mark Lowenthal (2005) mendefinisikan OSINT merupakan segala informasi yang bisa diperoleh dari sumber bebas atau terbuka. Sumber terbuka tersebut juga bermacam-macam, bisa dari berbagai media, baik konvensional ataupun online, laporan pemerintah, penelitian, satelit, internet dan bahkan laporan BMKG misalnya.

Meskipun bisa diakses secara publik, tentu saja sumber yang digunakan tidak melanggar hak cipta dan sebagainya. Sementara itu, proses investigasi menggunakan OSINT bukan hanya satu metode yang simpel, melainkan serangkaian metode yang melibatkan cara-cara yang kreatif dan juga perlu pemikiran yang kritis.

OSINT dalam Jurnalisme

Sebenarnya, penggunaan informasi yang beredar dengan bebas ini sudah dilakukan pada masa Perang Dunia Kedua. Pada saat itu, Amerika Serikat membentuk Broadcast Monitoring Service pada Februari 1941 yang bertujuan untuk mengawasi serta menganalisis propaganda yang dilakukan oleh negara-negara axis. Meskipun begitu, saat ini OSINT menjadi salah satu ‘surga’ sumber informasi bagi jurnalisme. Hal ini dipengaruhi perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih.

Banyak media yang menggunakan sumber terbuka untuk mengumpulkan informasi yang kemudian disajikan dalam bentuk laporan jurnalisme investigatif. Media sosial yang familiar dengan kehidupan kita sehari-hari tentunya juga sangat memudahkan dalam mengumpulkan informasi itu sendiri.

Namun, yang perlu ditekankan adalah bahwa dengan OSINT, peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi semakin terlihat. Hal ini terlihat, bagaimana media-media yang membuat laporan dengan memanfaatkan OSINT, seringkali mengangkat isu-isu populer yang menyangkut kehidupan banyak orang.

Sebelum NarasiTV, banyak media luar negeri yang memanfaatkan OSINT dalam laporan jurnalisme investigatifnya. Salah satunya adalah New York Times. Pada 2019, New York Times berhasil mengungkap bahwa Rusia, bertanggung jawab atas pengeboman rumah sakit bawah tanah di Suriah. Pengungkapan ini menarik perhatian masyarakat internasional, meskipun setelah itu tidak terjadi perubahan yang signifikan terhadap perang di Suriah.

Hal ini berbeda dengan Bellingcat. Bellingcat bisa dibilang sebagai salah satu dedengkot dalam jurnalisme investigatif, yang juga bisa melakukan fact-checking dan menggunakan OSINT. Selain itu, Belingcat juga sangat vokal terhadap isu peperangan dan pelanggaran HAM. Pada Desember 2020, Bellingcat mengunggah beberapa artikel yang menjelaskan tentang peracunan Alexei Navalny, seorang pemimpin oposisi pemerintah Rusia.

Bellingcat, dengan memanfaatkan OSINT, tidak hanya berhasil mengungkap bahwa pelaku peracunan itu dari pihak mana, tetapi juga berhasil melacak kemana saja mereka pergi sebelum ‘mengeksekusi’ Navalny, dan diketahui bahwa para pelaku tersebut, yang merupakan agen FSB Rusia, telah mengikuti Navalny selama beberapa bulan sebelumnya.

Namun, salah satu contoh penggunaan OSINT yang paling berdampak adalah ketika BBC Africa, mengungkap kasus eksekusi dua orang anak dan dua orang wanita di Kamerun pada Juli 2018. Sebelum BBC Africa mengungkap kejadian ini, Pemerintah Kamerun mengatakan bahwa pelaku eksekusi tersebut memiliki afiliasi dengan kelompok Boko Haram.

Namun, setelah dilakukan ‘penyelidikan’ oleh BBC Africa yang diunggah di Twitter berhasil mengungkapkan bahwa justru pelaku tersebut merupakan anggota militer Kamerun. Singkatnya, Pemerintah Kamerun kemudian mengubah sikapnya, dan menghukum beberapa anggota militer yang terlibat dengan kejadian tersebut.

OSINT dan Demokrasi

Dari contoh-contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa OSINT memiliki peran yang tidak bisa dipandang dengan sebelah mata jika dibandingkan dengan jenis-jenis sumber informasi lainnya. Jurnalisme investigatif yang menggunakan OSINT sebagai sumbernya, dapat dikatakan sebagai salah satu penegas bahwa pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang perlu dijaga independensinya.

Penggunaan sumber-sumber yang terbuka, dan juga tools yang mudah digunakan untuk memulai investigasi menggunakan OSINT, memungkinkan bahwa dalam beberapa waktu kedepan akan semakin banyak berita-berita yang menggunakan teknik investigasi OSINT. Bukan hanya media besar yang bisa membuat laporan investigatif, tetapi juga jurnalisme individual berpeluang dalam memanfaatkan keterbukaan sumber informasi pada era ini.

Tentu, dengan semakin banyaknya laporan seperti itu juga bisa dibilang akan menimbulkan paradox of plenty. David Leigh (2019) menjelaskan bahwa ancaman bagi jurnalis yang jujur masa kini bukan lagi hanya propaganda pemerintah atau pejabat korup, melainkan kebenaran itu sendiri atau yang kita kenal dengan fake atau hoax news. Uniknya, dengan banyaknya sumber informasi yang termasuk dalam OSINT itu sendiri seringkali bisa diselidiki, apakah suatu berita itu hoaks atau tidak.

Jurnalisme investigatif adalah jurnalisme yang evidence based dalam pelaporannya. Dengan begitu, akan sangat ampuh dalam melakukan konter-narasi berita atau pernyataan hoaks. Selain itu, penggunaan bukti dapat membantu jurnalisme investigatif dalam meyakinkan publik terkait suatu permasalahan, dan menyampaikan tentang kebenaran di balik suatu peristiwa.

Selain itu, berkaca dari kasus-kasus di atas, jurnalisme investigatif bisa menjalankan salah satu fungsinya sebagai watchdog dengan menggunakan OSINT. Pada era ini, banyak sekali rekaman suara, video ataupun foto yang beredar di media sosial yang menunjukkan sebuah peristiwa yang memerlukan kejelasan, seperti kasus di atas. Sebagai watchdog, jurnalisme investigatif perlu memanfaatkan berbagai informasi yang tersedia untuk mengemukakan apa yang perlu diketahui publik dengan sebenar-benarnya. Kalimat tersebut memang terdengar sangat idealis, akan tetapi hal tersebut harus ditekankan dalam masyarakat yang demokratis.

Maka, penggunaan OSINT memiliki peranan yang cukup penting di masa mendatang. Jurnalisme, khususnya jurnalisme investigatif, bisa dibilang merupakan badan intelijen yang independen dan bertanggung jawab kepada publik. Independensi yang dimilikinya sangat penting keberpihakannya bagi kebenaran dan juga bagi keberlangsungan demokrasi dalam sebuah masyarakat.

Referensi

Leigh, D. (2019). Investigative Journalism: A Survival Guide. Cham: Palgrave Macmillan.

Lownethal, M. M., Kline, R. D., & George, R. Z. (2005). Intelligence and the National Security Strategist: Enduring Issues and Challenges. Lanham: Rowman and Littlefield.

Mohammad Aqshal Fazrullah
Mahasiswa, belajar menulis.
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERBARU

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.