Jumat, April 19, 2024

Negara Ideal Plato dan Nilai-nilai Pancasila

Abdus Syakur
Abdus Syakur
UIN Sunan Ampel Surabaya

Keadaan Negara ideal Plato adalah keadaan yang dipimpin oleh orang-orang yang memiliki nilai-nilai luhur seperti kebijaksanaan, keberanian, kerendahan hati, dan keadilan. Pemimpinnya adalah raja filsuf. The Philosopher King adalah orang yang memiliki jiwa yang murni karena telah melalui berbagai jenjang pendidikan yang membuat jiwanya murni, ia hanya mementingkan kebajikan dan selalu menjauhi kecenderungan jasmani yang dapat merusak kemurnian jiwa.

Pancasila merupakan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi individu, kelompok dan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai filosofis Pancasila juga sangat mempengaruhi jati diri bangsa Indonesia, terutama dalam pemikiran setiap bangsa. Menitikberatkan pentingnya nilai-nilai Pancasila bagi kebebasan berpikir seluruh masyarakat negara Indonesia, sebagai warga negara yang berperan penting dalam kemajuan suatu negara di masa depan.

Sebagai dasar falsafah negara, sila-sila pancasila merupakan suatu sistem nilai, sehingga sila-sila pancasila pada hakekatnya merupakan satu kesatuan. Walaupun masing-masing sila mengandung nilai yang berbeda-beda, namun semuanya hanya merupakan satu kesatuan yang teratur secara sistematis.

Dalam perihal ini menitikberatkan terhadap nilai pancasila sila ke-5 yaitu ‘’Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”, berlandas sebagai tujuan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk berperilaku atau berpikir seadil-adilnya terhadap warga Indonesia.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman baru tentang Negara ideal Plato dan ingin memberikan pemahaman yang baik kepada para pembaca. Bahwa berbicara tentang negara berarti kita berbicara tentang manusia itu sendiri. Negara adalah ekspresi dari jiwa manusia itu sendiri. Jadi Negara adalah rakyat itu sendiri atau dengan kata lain ketika kita berbicara tentang negara tentu kita akan selalu merujuk kepada rakyat itu sendiri.

Membentuk Negara yang Adil Menurut Plato

Menurut Plato, keadilan terjadi ketika kebajikan tertinggi dijunjung tinggi, ketika hak-hak seseorang dihormati, identitas dan kodrat manusianya dijunjung, dan variasi yang tertuju pada setiap orang tidak diragukan lagi. keadilan adalah keistimewaan/kearifan tertinggi, ketika setiap anggota masyarakat dapat mencapai toleransi dalam kehidupannya.

Toleransi beragama di Indonesia akan selalu terikat dengan cara penyelenggaraan keadilan. Hal ini akan selalu berkaitan dengan kualitas hidup setiap warga negara. Toleransi beragama juga akan berkaitan dengan bagaimana negara memperlakukan agama secara adil di Indonesia. Keadilan merupakan kebajikan yang tertinggi karena selalu berkaitan dengan bagaimana manusia memperlakukan manusia. Itulah yang dikatakan Plato bahwa keadilan sebagai kebajikan (virtue).

Dalam keadaan ideal, ada bentuk ideal dan non-ideal. Pertama, bentuk negara yang ideal adalah monarki, suatu bentuk pemerintahan yang dikendalikan oleh seorang penguasa yang mengutamakan kebajikan seperti kebijaksanaan, keberanian, martabat, dan keadilan. Dua bentuk pemerintahan yang tidak ideal meliputi demokrasi, oligarki, demokrasi, dan tirani.

Sekali lagi pemikiran Plato,tentang negara adalah perwujudan keadilan. Negara yang hidup dikarena realita orang yang sendirian tidak bisa menghidupi dirinya sendiri atau hidupnya seorang diri. Orang membutuhkan orang lain dan membutuhkan koneksi. Pengalaman ini membuat orang sadar akan kebutuhan untuk bersatu dan membentuk bangsa.

Suatu negara dalam pembuatannya harus menanggung kebahagiaan terhadap segenap warganya. Melahirkan kebahagiaan dapat diwujudkan ketika dalam diri seseorang tertanam kesadaran untuk mengubah pemikiran. Orang yang berbudi luhur adalah orang yang memiliki pengetahuan. Pengetahuan membawanya pada pemahaman tentang kebaikan dalam hidup dan keadilan dalam hidup.

Pola Pikir Masyarakat terhadap Nilai-nilai Pancasila

Jika kita mengamati saat ini, Pancasila yang berperan  sebagai  dasar negara, Ideologi bangsa, wawasan hidup bangsa, sekedar diajarkan semata, tapi tidak adanya karakter yang nyata atau aksi yang nyata pada rakyat Indonesia.

Pancasila semata-mata hanya mengajarkan paham pengertian tanpa adanya praktik dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai state of mind sebatas idealisme, sedangkan realismenya hilang. Negara ini tidak akan baik jika penerus bangsa tidak memiliki pikiran yang bijak dan waras, yang dapat menjaga keutuhan dan kedamaian negara ini.

Pemikiran menurut pancasila inilah yang harus dikembangkan sebagai tujuan utama pancasila dan pendidikan kewarganegaraan diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar, menengah, menengah atas hingga mahasiswa.

Tujuan dan cita-cita masyarakat adil dan makmur sejalan dengan pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (NRI) Tahun 1945. Paragraf pertama Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia berlaku bagi kemerdekaan setiap orang yang menyatakan diri sebagai “orang Indonesia”.

Kebebasan yang dinyatakan sebagai hak semua bangsa mengandung pengertian yang baik bahwa setiap bangsa dan setiap manusia adalah sama tanpa kecuali. Kesetaraan bukan hanya hak, tetapi realitas yang melekat pada kemanusiaan kita, yaitu: ras, suku, agama, budaya dan lain-lain. Realitas batin ini tidak dapat menghapus fakta bahwa kita sebagai manusia adalah sama.

Pola pikir yang baik mengenai nilai pancasila sila ke 5 keadaan pikiran yang tidak bertentangan dengan aturan yang ada dalam hidup kita. Semua itu seolah-olah tertuang dalam 5 sila Pancasila sendiri sebagai pandangan negara tentang tindakan. Dan sadar bahwa disetiap sila Pancasila terkandung nilai-nilai yang penting.

Abdus Syakur
Abdus Syakur
UIN Sunan Ampel Surabaya
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.