Selasa, April 20, 2021

Muhammadiyah dan Kemerdekaan Indonesia

Perguruan Tinggi dan Radikalisme

Menjelang pertengahan bulan Mei 2018, kerusuhan di Mako Brimob oleh ulah napi teroris yang menyebabkan lima polisi gugur dan empat lainnya terluka cukup parah...

Dana (Korupsi Kepala) Desa

Dana desa merupakan bentuk riil perhatian negara terhadap keberadaan desa, dengan dana desa maka rekognisi terhadap hak asal usul serta kewenangan lokal skala desa...

Pemuda dan Wacana Ruang Publik

Semenjak bergulirnya masa reformasi, Indonesia seolah mulai diakrabkan kembali dengan istilah demokrasi. Pertimbangannya waktu itu, demokrasi adalah sistem pengganti terbaik dari represifnya orde baru....

El Hombre de Las Mil Caras, Parodi Politik di Film Spanyol

Perkenalkan, "El Hombre de Las Mil Caras". Itu adalah film bajigur asal Spanyol. Berkisah tentang seseorang yang mempecundangi seluruh negeri. Si penipu ulung. Tokoh...
Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu

Peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 sudah dekat. Seluruh rakyat Indonesia patut mengucapkan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan ini. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus memiliki cita-cita dan impian yang besar pula, terutama cita-cita mencerdaskan rakyat Indonesia.

Mencerdaskan rakyat Indonesia menjadi lebih mudah karena bantuan dan peran dari Muhammadiyah. Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta pada 8 Dzhulhijjah 1330 H atau 18 Nopember 1912. Pendiri Muhammadiyah adalah Muhammad Darwis dan kemudian dikenal dengan Ahmad Dahlan.

Ahmad Dahlan berpikir keras untuk membuat perubahan dan mengatasi keterbelakangan kaum pribumi. Memberantas pembodohan dan pemiskinan akibat kolonialisasi yang sistemik. Hasil berpikir dan usaha ini maka lahirlah Muhammadiyah. Saat ini Muhammadiyah memasuki milad ke-110.

Secara usia Muhammadiyah berdiri jauh lebih dulu dibandingkan dengan Indonesia. Bisa dikatakan tokoh-tokoh perintis kemerdekaan Indonesia terlahir dari Muhammadiyah. Dengan kata lain Indonesia banyak belajar dari Muhammadiyah.

Proklamator dan Presiden Indonesia pertama yaitu Bung Karno terlahir dari keluarga besar Muhammadiyah. Contoh lain yaitu Jenderal Sudirman yang merupakan pendiri Hisbul Wathan dan merupakan cikal bakal Pramuka Indonesia juga dari Muhammadiyah.

Upaya Muhammadiyah dalam Kemerdekaan Indonesia sangatlah besar. Muhammadiyah berupaya sebagai motor penggerak perubahan. Muhammadiyah selalu memberi inspirasi kepada Indonesia. Jika Indonesia ingin rakyatnya sejahtera maka cerdaskan dan jaga kesehatan rakyatnya.

Pergerakan Muhammadiyah sangat kental di dunia dakwah, pendidikan dan kesehatan. Ciri-ciri perjuangan Muhammadiyah yaitu gerakan Islam, gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar dan gerakan tajdid. Nilai-nilai Islam harus dijunjung dan diamalkan dalam keseharian. Indonesia jangan melupakan gerakan Islam.

Penjajah Belanda sejak dulu ingin mengecilkan peran Islam. Seperti Snouck Hurgronje yang berusaha memisahkan antara adat dengan Islam. Maka dimomentum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia saat ini, kembalikan peran Islam dalam mengukir sejarah Indonesia kedepan. Jangan pisahkan Indonesia dan Islam.

Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Enigma dalam Bukit Algoritma

Narasi 4.0 telah membawa kita semua ke sebuah era di mana digitalisasi semakin menjamah di segala aspek kehidupan. Hal ini membuat terdorongnya beragam inovasi-inovasi...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Kesadaran Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Membangun diskursus mengenai komunikasi antarbudaya (intercultural communication) selalu menjadi hal yang menarik untuk dikaji dan bukan pula fenomena baru. Terlebih,  di tengah pesatnya perkembangan...

Serangan Siber Israel di Pusat Pengembangan Nuklir Iran

Pada 12 April 2021, Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran/Atomic Energy Organization of Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, mengkonfirmasi terjadi ledakan di bagian fasilitas pengayaan...

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

ARTIKEL TERPOPULER

Kegiatan Di Bulan Suci Ramadhan Sesuai Pancasila

Indahnya bulan suci ramadhan tahun ini disambut suka cita oleh seluruh umat Islam dari Indonesia, luar negeri dan seluruh dunia setiap tahun. Dari hasil...

Belajar di Sekolah Kembali? Mari Kurangi Kekhawatiran Kita

Pemerintah Indonesia berencana membuka sekolah lagi di bulan Juli 2021. Ini kabar menggembirakan, mengingat bahwa bagi beberapa anak, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari...

Malam yang Panjang di LBH dan Dendam Imajiner yang Lebih Panjang

Minggu, 17 September 2017. Hari itu, saya kira saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan bersama orang terkasih. Seperti hari-hari Minggu pada wajarnya, romantis...

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.