Jumat, April 23, 2021

Mengenal Sosok Tjokroaminoto

Kisah Raden Joyo Si Setan Kuburan, Akhir Sebuah Ketamakan

Urip ki mung mampir ngombe. bondo, donya mung titipan. Bechik eling bondo donya mung titipan, gawe urip urip bareng bebrayan marang liyan.Contoh baik mengenai...

Pergeseran ‘Moral’ Politik Amien Rais

Amien Rais. Sosok aktivis senior yang disebut Bapak Reformasi ini memang dikenal lantang bersuara melawan rezim penguasa. Perannya dalam mengawal demokrasi dan perjalanan bangsa...

Cebong, Kampret, dan Polarisasi Politik Setelah Wafatnya Nabi

Tidak ada salahnya apabila kita flashback ke masa lalu, yaitu masa setelah wafatnya nabi. Fakta sejarah mencatat bahwa persoalan yang muncul pertama kali di...

Kata Siapa Wartawan Daerah Kalah Hebat Dibanding Wartawan Pusat?

Di Indonesia, segala sesuatu yang berbau pusat selalu dianggap lebih hebat dibanding apa yang ada di daerah. Stereotip itu rupanya juga berlaku di kalangan...
Khalqinus Taaddin
Pengarang. Menulis 3 buah buku yang berjudul Kegelisahan Dalam Kesendirian, Serba Serbi, dan Glapisme.

Tjokroaminoto merupakan orang yang pertama kali meneriakkan Indonesia merdeka, hal ini membuatnya sosok yang ditakuti oleh pemerintah Hindia-Belanda. De Ongekroonde Van Java atau Raja Jawa Tanpa Mahkota adalah julukan pemerintah Hindia-Belanda yang ditunjukkan untuknya.

Selain diketahui sebagai gurunya bapak Proklamor Kemerdekaan Indonesia Ir. Soekarno, Tjoakroaminoto juga dianggap sebagai ratu adil pada zamannya, sebab gagasan-gagasannya dianggap melampui zaman dan selalu berpihak pada rakyat serta pada tanah air Indonesia. Namun, kerendahan hatinya ia justru menolak sebutan itu. Ia menginginkan dan terus mengingatkan bangsa Indonesia untuk menciptakan Indonesia merdeka yang terlepas dari penjajah.

Tjokroaminoto dengan nama lengkap Raden Haji Oemar Said Tjokroaminoto lahir di desa Bakur, Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1883. Ayahnya yang bernama Tjokroamiseno merupakan bangsawan yang sangat disegani oleh masyarakat karena bekerja sebagai wedana di Kleco Madiun. Sedangkan kakeknya sebagai Bupati  Ponorogo yang bernama Tjokronegoro. Tjokroaminoto yang sangat berpengaruh pada rakyat jelata ini tidak memiliki pendidikan formal, tercatat ia sebagai lulusan akademi pamong praja Opleiding School Voor Inlandse Ambtenaren (OSVIA) di Magelang.

Karir Tjokroaminoto berawal dari pertemuannya dengan pendiri SDI (Serekat Dagang Islam), Haji Samanhudi di Surabaya pada tahun 1912. Kemudian, ketika itu Tjokroaminoto mengusulkan agar nama SDI (Serekat Dagang Islam) di ganti menjadi Serekat Islam (SI) agar cakupannya lebih luas tapi tanpa meninggalkan misi dagang. Usul itu kemudian langsung diterima dan Haji Samanhudi meminta menyusun anggaran dasar Serekat Islam. Pada tanggal 10 September 1912 Serekat Islam pun berdiri dengan Haji Samanhudi sebagai ketua dan Tjokroaminoto sebagai komisaris untuk Jawa Timur.

Tiga tahun setelah itu, pada tahun 1915 Tjokroaminoto menjadi ketua Central  SI yang merupakan gabungan dari SI daerah-daerah. Sejak saat itu ia terus berjuang mengukuhkan eksistensi SI. Dalam naungan organisasi ini Tjokroaminoto berjuang untuk menghapus diskriminasi usaha terhadap pedagang pribumi.

Dengan kata lain, SI berusaha menghilangkan dominasi ekonomi dari penjajah Belanda dan para pengusaha keturunan China. Satu tahun kemudian, S1 diakui secara nasional oleh pemerintah Hindia-Belanda. Walaupun Tjokroaminoto sebagai manusia darah biru, namun ia sangat berbeda dengan bangsawan lainnya dengan berupaya keras untuk keluar dari belenggu budaya Jawa. Dalam hal ini tidak heran jika ia tidak memilih bergabung dengan Budi Otomo sebagai wadah perjuangannya. Padahal, ia sangat layak bergabung dalam organisasi ekslusif priyayi lainnya.

Gagasan Tjokroaminoto selain menyuarakan kemerdekaan Indonesia ialah kebebasan politik serta perlunya membangkitkan kesadaran hak-hak kaum pribumi. Ia juga secara intens melakukan gerakan penyadaran untuk anak-anak muda yang indekos dirumahnya yang di Surabaya. Disamping itu Jauh sebelumnya, Tjokroaminoto juga menginginkan  bangsa Indonesia kelak mempunyai pemerintahan sendiri serta terbebas dari belenggu kolonialisme penjajah.

Dalam hal ini, pada Kongres Nasional Pertama Central Sarekat Islam pada tahun 1916 ia melontarkan gagasan untuk mewujudkan cita-citanya itu, dimana Tjokroaminoto ditengah-tengah kongres melontarkan ingin membentuk parlemen yang lahir dari rahim bangsa Indonesia sendiri sehingga melalui parlemen tersebut dapat melahirkan undang-undang.

Tak lama setelah Tjokroaminoto mengusulkan pembentukan parlemen, tepatnya pada tahun 1918 pemerintah kolonial Belanda bersedia membentuk Dewan Rakyat atau Volksraad, Tjokroaminoto beserta tokoh lainnya seperti, Agus Salim dan Abdul Muis terpilih sebagai anggota Dewan Rakyat yang dibentuk oleh kolonial Belanda itu, mereka pun berniat untuk membentuk parlemen sejati dengan mengeluarkan mosi agar anggota parlemen dipilih secara langsung oleh rakyat serta membentuk pemerintahan yang bertanggung jawab kepada rakyat, tetapi kandas. Sebab, pemerintah Belanda menolak mosi yang diusulkan oleh ketiga tokoh wakil SI itu. Tak lama kemudian ketiga Dewan Rakyat itu keluar dari Voksraad dan bersikap non-kooperasi dengan pemerintah.

Selanjutnya, pada tahun 1923 SI mengadakan Kongres Akbar di Madiun, pada kongres ini SI diubah menjadi partai dengan nama Partai Sarekat Islam (PSI), melalui partai ini Tjokroaminoto bertekad untuk menentang pemerintahan Belanda yang semakin kuat menancapkan kapitalisme dan kolonialisme-nya di tanah air Indonesia. Akan tetapi, sebelum melihat bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Tjokroaminoto terlebih dahulu meninggal pada 16 Desember 1934. Sebagai tokoh besar dengan gagasan-gagasannya, ia berhasil mewariskan kepada generasi muda setelahnya seperti Soekarno, Sjahrir dan Hatta.

Soekarno pernah mengatakan “Tjokroaminoto adalah salah satu guru saya yang amat saya hormati, keperibadiannya dan Islamisme-nya sangat menarik hati saya”.

Akan tetapi setelah beberapa generasi Tjokroaminoto seperti terlupakan, kiprahnya seakan-akan disamarkan oleh generasi bangsanya sendiri yang seharusnya gagasan-gagasannya bisa diimplementasikan oleh generasi-generasi setelahnya, ia juga merupakan salah satu di antara Bapak Republik Indonesia.

Khalqinus Taaddin
Pengarang. Menulis 3 buah buku yang berjudul Kegelisahan Dalam Kesendirian, Serba Serbi, dan Glapisme.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.