Rabu, Desember 6, 2023

Mengenal Blended Learning dalam Pembelajaran Matematika Era 4.0

Raona Gusmayanti
Raona Gusmayanti
Mahasisiwa Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Saat ini dunia yang kita tinggali ada pada era revolusi industri generasi 4.0, ditandai dengan meningkatnya interaksi, konektivitas, serta perkembangan sistem virtual, sistem digital, dan sistem kecerdasan artifisial. Menimbulkan semakin konvergennya batas antara mesin dan manusia, maka teknologi komunikasi dan informasi yang terus mengikuti perkembangan tersebut tentu akan berimbas pada berbagai bidang kehidupan. Salah satunya, yakni berdampak terhadap sistem dalam bidang pendidikan di Indonesia.

Menurut Klaus Schwab seorang Founder and Executive Chairman of the World Economic Forum pada tahun 2015, sekaligus seorang ahli ekonomi menjelaskan dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution menjelaskan revolusi industri 4.0 ditandai dengan kemunculan suntingan genetik, robot pintar, kenderaan tanpa pengemudi, superkomputer, dan perkembangan neuroteknologi yang dapat membuat manusia lebih mengoptimalkan fungsi otak. Lalu fase apa saja yang telah kita lewati hingga ada di perkembangan teknologi era revolusi industri generasi 4.0?

Pada abad ke-18, di Inggris terjadi revolusi industri pertama ditandai dengan penemuan mesin uap oleh James Watt dan peralihan penggunaan tenaga manusia dan hewan menjadi tenaga mesin. Lalu, pada abad ke-20 terjadi revolusi industri kedua ditandai dengan penemuan telegraf (alat komunikasi), pipa gas, air, dan listrik.

Kemudian, pada awal abad ke-20 setelah perang dunia kedua berakhir terjadi revolusi industri ketiga ditandai dengan peralihan menulis dengan pena menjadi mengetik dengan komputer, pergantian komunikasi jarak jauh menggunakan telegraf menjadi menggunakan ponsel genggam atau handphone.

Pada revolusi industri ketiga terlihat semakin jelas bahwa pekerjaan manusia semakin dipermudah dengan perkembangan teknologi ke arah yang lebih canggih. Kemudian, revolusi industri keempat pada abad ke-21 yang ditandai dengan kolaborasi manufaktur dan cyber fisik yang saat ini kita rasakan. Prinsip dasar industri keempat adalah penggabungan alur kerja, mesin, dan sistem dengan menerapkan jaringan cerdas di sepanjang rantai dan proses produksi untuk mengendalikan satu sama lain secara mandiri.

Perubahan era revolusi industri 4.0 tidak dapat dihindari oleh siapapun sehingga dibutuhkan persiapan sumber daya manusia (SDM) berupa generasi muda yang memadai agar dapat menyesuaikan dan mampu bersaing dalam skala global. Salah satu cara peningkatan kualitas generasi muda, yaitu melalui jalur pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga ke perguruan tinggi adalah kunci agar generasi muda yang kita miliki mampu mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0. Maka peran pendidik serta antusiasme siswa dalam belajar sangat penting sebagai kunci dalam tercapainya generasi muda yang unggul dan dapat bersaing secara global.

Abdul Latip dalam artikel Empat Kompetensi Guru di Era Revolusi Industri 4.0 menegaskan bahwa setidaknya ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik pada era revolusi industri 4.0 ini, yakni: pendidik harus mampu melakukan penilaian secara komprehensif; pendidik harus memiliki kompetensi abad ke-21: pendidik mampu menguatkan akhlak, karakter, dan literasi pada peserta didik; pendidik harus mampu menyajikan modul sesuai minat dan bakat siswa; dan pendidik harus mampu melakukan pembelajaran autentik (authentic learning) yang inovatif.

Ilmu Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari konsep perkembangan teknologi modern dan mempunyai peran penting dalam mengembangkan daya pikir manusia. Matematika juga memiliki peran penting dalam perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini, contohnya dalam transaksi jual beli memakai penjumlahan dan dalam menentukan peluang sebuah merek baru laku di masyarakat menggunakan teori peluang. Sehingga, matematika sebagai salah satu mata pelajaran dinilai memiliki peranan penting, sehingga tujuan pembelajaran matematika di sekolah maupun di perguruan tinggi, adalah untuk menumbuhkembangkan daya matematika pada setiap peserta didik.

Dalam pembelajaran matematika abad ke-21 dan memiliki generasi muda yang berkualitas, berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif, kreatif serta memiliki daya saing secara global, dibutuhkan metode pembelajaran yang terpadu dan telah disesuaikan. Salah satu contoh metode tersebut, yaitu blended learning yang mengintegrasikan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran dapat menjadi salah satu alternatif dan strategi efektif dalam pembelajaran matematika. Blended learning merupakan kombinasi antara pembelajaran berbasis mobile learning yang memanfaatkan perkembangan teknologi dengan pembelajaran konvensional melalui tatap muka di kelas.

Dalam pembelajaran Pendidikan Matematika konvensional di kelas menggunakan metode ceramah didapatkan rata-rata peserta didik merasa bosan, tidak termotivasi, tidak memiliki antusiasme, dan merasa tertekan karena tidak paham apa yang baru saja dijelaskan. Maka peran blended learning untuk menarik perhatian dan minat belajar peserta didik yang diharapkan akan meningkatkan motivasi dalam pembelajaran matematika berlangsung.

Pemanfaatan teknologi dan keseimbangan dengan metode konvensional dalam metode ini krusialdalam pembelajaran matematika mobile learning  kita dapat memanfaatkan Googel Classroom, Schology, Khan Academy, dan lain-lain. Dipadukan dengan aplikasi pendukung seperti Geogebra, Math Trick, Photomath, Mathway, Mathematics, Math Helper Lite, All Math Formula, dan lain-lain  

Maka menurut saya, bahwa blended learning menjadi rekomendasi dalam upaya perbaikan pembelajaran karena metode blended learning dapat menjadi partner atau dapat saling melengkapi dengan pembelajaran matematika konvensional di kelas. Pemanfaatan pembelajaran berbasis internet, berbasis multimedia dan pemanfaatan teknologi mobile (mobile learning) dengan pembelajaran tatap muka (face-to-face) pada akhirnya diharapkan meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir logis dan keterampilan kognitif peserta didik.

Raona Gusmayanti
Raona Gusmayanti
Mahasisiwa Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Hentikan Bullying di Sekolah

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.