OUR NETWORK
Jumat, Mei 27, 2022

Mendiskusikan Ulang Pendidikan Kita

Arsi Kurniawan
Pemuda dari kampung

Kemajuan suatu bangsa ditentukan salah satunya oleh sektor pendidikan. Pendidikan adalah jantung bagi bangsa. Apabila pendidikan bangsa macet tentu berdampak buruk bagi bangsa. Karena itu, pendidikan harus dikelolah dengan baik dan diberi ruang yang luas bagi setiap warga negara mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara dan adil.

Pada titik inilah cita-cita bangsa akan tercapai, “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Namun, masalah pendidikan di Indonesia seolah tidak pernah tuntas. Di beberapa daerah, misalnya, di Indonesia Timur, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan beberapa provinsi lain, banyak anak-anak yang kurang menikmati lingkungan pendidikan yang baik.

Anak-anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, misalnya, masih kerap dihantui dengan kurangnya bahan bacaan, fasilitas dan sarana perasaan seperti gedung sekolah, kualitas guru, komputer dan jaringan internet. Hal ini berimplikasi pada proses pembelajaran diantara guru dan siswa. Contoh yang paling menarik ialah, ditengah pandemi covid-19, banyak anak-anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur sulit melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu yang sudah banyak dicicarakan ialah, masalah akses internet. Kondisi demikian tentu saja memperparah proses belajar dan mengajar. Tidak hanya itu, anak-anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur akhirnya ketinggalan materi pembelajaran yang sudah ditetapkan dalam satuan belajar dalam semester itu.

Situasi yang tidak menggembirakan dalam aspek pendidikan ini menjadi masalah yang selama ini di hadapi anak-anak sekolah di pelosok negeri ini, seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur dan provinsi lain. Tentu saja, hal ini bermasalah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sementara jika kita merujuk pada UUD 1945, disana ada tanggung jawab yang diberikan kepada negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, tentu saja kita juga mengamini bahwa hal ini membutuhkan proses yang panjang dan melelahkan serta butuh dukungan dari berbagai pihak menciptakan pendidikan yang setara dan adil bagi masa depan bangsa.

Kita juga tahu, keberagaman bangsa ini terutama di berbagai daerah tentu saja tidak bisa dipukul rata dalam manajemen pendidikannya. Yang dibutuhkan ialah penyesuaian dengan kultur dan nilai-nilai yang ada di daerah tersebut. Tetapi minimal negara harus hadir memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak di berbagai pelosok negeri ini agar mereka mendapatkan kesempatan pendidikan sama seperti di daerah lain, seperti di Jawa, misalnya.

Sebab, kondisi dan masalah seperti ini tidak bisa dibiarkan terus menerus dan tetap berlanjut. Intervensi negara melalui kebijakan pengelolaan pendidikan, menurut saya, adalah jalan keluar yang tepat sebagai solusi konkrit menyelesaikan pendidikan yang terus bermasalah. Negara perlu membangun kerjasama dengan berbagai pihak, seperti pihak swasta dalam rangka mendapatkan sokongan yang memungkinkan terciptanya pendidikan yang adil dan setara.

Momentum Hardiknas

Menurut saya, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) harus menjadi momentum bagi penyelenggara pendidikan melihat kembali sejauh mana dan sampai dititik mana pendidikan di negara ini benar-benar merdeka. Merefleksikan dan bertindak cepat adalah sikap yang harus dilakukan negara dalam membangun tata kelolah pendidikan yang berkualitas sehingga anak-anak bangsa di pelosok negara dapata menikmati kesempatan belajar yang setara.

Sudah saatnya negara harus berperan aktif dalam menciptakan misi mencerdaskan kehidupan bangsa. Masalah mengapa pendidikan di negara ini kerap macet ialah, karena ada berbagai kepentingan dari berbagai aktor yang justru melemahkan tujuan dan cita-cita pendidikan. Tidak hanya itu, pendidikan juga kerap disabotase oleh kepentingan politik. Hal inilah yang menjadi masalah.

Karena itu, menurut saya, negara harus bisa mendiskusikan kembali kemana arah pendidikan bangsa ini dibawa. Momentum Hardiknas harus di isi dengan refleksi dan terlibat aktif ke lapangan dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Kita harus membangun cita-cita bersama tentang pendidikan bagi bangsa ini. Peran semua pihak adalah jalan keluar yang menyokong kemajuan pendidikan di Indonesia. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Jaya selalu pendidikan Indonesia di masa depan.

Arsi Kurniawan
Pemuda dari kampung
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.