Sabtu, Mei 8, 2021

Manifesto Cendekiawan Berpribadi

E-Sport VS Guru Kolot

Memasukkan E-Sport ke dalam kurikulum merupakan sedikit dari wacana kemendikbud yang saya apresiasi. Sayang, banyak orang yang tidak paham justru gagal melihat gambar besarnya. Melihat...

Revolusi Tak Meminum Susu Sendiri

menurut KBBI terbitan Balai Pustaka edisi cetak secara umum berarti perubahan secara cepat dan mendasar. Apanya yang berubah? tentu saja menyangkut sendi-sendi dasar...

Film Bumi Manusia Projek Pendangkalan Nalar Masyarakat

Sudah banyak tulisan yang membahas terkait gonjang-ganjing di filmkanya novel Bumi Manusia beberapa pekan ini. Mulai tulisan yang membandingkan subyek Minke dengan tokoh yang...

Warisan Intelektual Prof. Yunahar Ilyas

Prof. Yunahar Ilyas adalah putra Minang kelahiran Bukittinggi pada 22 September 1956 dari pasangan H. Ilyas dan Hj. Syamsidar. Sosoknya dikenal luas sebagai ulama...
Bayujati Prakoso
Lahir di Tangerang, Banten, pada 09 Juli 1997. Saat ini, tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, konsentrasi Public Relations Tahun Akademik 2015 di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA. Memiliki hobi dan minat dalam membaca, menulis & editing.

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (PK IMM FKIP UHAMKA) bekerja sama dengan LPP AIKA UHAMKA menggelar launching buku dan lokakarya penulisan buku di Aula Ahmad Dahlan, Kampus B UHAMKA, Jakarta Timur, Selasa (21/5/2019).

Dalam peluncuran, Ketua Umum PK IMM FKIP UHAMKA, Wikka menuturkan terimakasih atas kader IMM di UHAMKA. Ia menambahkan mengaktifkan basis intelektualitas dengan tulisan-tulisan. Ia berharap dengan adanya buku ini menginspirasi semua para kader yang ada di lingkungan UHAMKA.

Latar belakang hadirnya buku ini, menuruut Ahmad Soleh, Editor Manifesto Cendekiawan Berpribadi ini menyampaikan awalnya buku ini muncul dimulai dari tahun 2015. Berawal dari tulisan-tulisan yang diterbitkan di berbagai media, yaitu majalah Manifesto Ikatan, majalah Celoteh Camar, majalah Kauman. Lalu, pihaknya mengumpulkan berbagai tulisan-tulisan kader IMM yang berada di lingkungan UHAMKA, dan kemudian dijadikan draf buku.

Menurut Sholeh, penting melakukan dokumentasi gerakan untuk IMM. Alasannya acap kali kader IMM sulit membaca masa lalu (sejarah, pergerakan IMM) jika tidak memiliki catatan-catatan dokumentasi nya.

“Bagi IMM, dokumentasi gerakan itu sangat penting, karena terkadang sulit membaca masa lalu kita, karena tidak memiliki dokumentasi gerakan,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Dekan FKIP UHAMKA, Desvian Bandarsyah, mengapresiasi buku yang sudah disusun dan diluncurkan. Beliau berpesan kalau tugas IMM itu ada tiga, yaitu membaca, menulis, dan berdiskusi.

“Buku ini patut diapresiasi, karena karya merupakan cermin pergulatan pemikiran dari kader-kader ikatan kita. Penting sekali dilaukan itu 2 bagian penting, bahkan bisa tiga yaitu membaca, menulis, dan berdiskusi,” terang Koordinator Wilayah FOKAL IMM DKI Jakarta itu, Selasa (21/5/2019).

Sementara Robby, Sekjend DPP IMM, juga menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat atas hadirnya buku ini. Robby menyampaikan diksusi mengenai peran cendekiawan IMM dalam menjawab perkembangan kebenaran.

Senada dengan Wakil Rektor III UHAMKA, Bunyamin mengajak seluruh aktivis IMM di UHAMKA untuk membaca, dan menulis. Dengan meningkatkan kegiatan literasi itu, akan dapat terealisasi tujuan IMM dan tujuan Muhammadiyah.

“Saya apresiasi atas buku ini. Kegiatan membaca, menulis mari ditingkatkan. Teruslah bergerak dan mengaplikasikan tujuan IMM (mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah),” jelas dalam sambutannya.

Buku ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari LPP AIKA UHAMKA, PK IMM FKIP UHAMKA, Alumni IMM yang berada di lingkungan Jakarta Timur, hingga penuis-penulis buku.

Disamping launching buku, kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi buku oleh  Restu Anjarwati, salahsatu Penulis Buku Manifesto Cendekiawan Berpribadi, Robby R Karman, Sekjend DPP IMM, serta Ahmad Soleh, Editor buku Manifesto Cendekiawan Berpribadi. (bp)

Bayujati Prakoso
Lahir di Tangerang, Banten, pada 09 Juli 1997. Saat ini, tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, konsentrasi Public Relations Tahun Akademik 2015 di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA. Memiliki hobi dan minat dalam membaca, menulis & editing.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Pembelajaran Jarak Jauh, Efektifkah?

Sejak ditetapkannya pandemi Covid-19 di Indonesia, banyak sektor yang terdampak, mulai dari ekonomi, pariwisata, sosial dan budaya termasuk sektor pendidikan. Pembelajaran tatap muka (offline) yang selama...

Memperkuat Proteksi Konstitusi

Akhir-akhir ini, diskursus mengenai perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode semakin menguat. Untuk masa sekarang, Pasal 7 UUD NRI 1945 menegaskan pembatasan masa...

Orientalisme, Prancis, dan Kita

Kita tentu masih ingat beberapa bulan lalu hebohnya sebuah kasus di Prancis mengenai gambar Nabi Muhammad yang dianggap melecehkan Islam, yang menuai reaksi keras. Dalam...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Menjawab Ahmad Daryoko, Parasit 212

Sudah sejak lama orang ini kerap menyebarkan kabar bohong. Motif di balik itu sebenarnya karena sakit hati. Orang ini pernah jadi Ketua Serikat Pekerja...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Kartini-Kartini 4.0

“Habis bikin kopi, sachet nya jangan dibuang sembarangan, pilah ke tempat sampah plastik!” begitu kata istri. Alhasil, saya harus memungut ulang sachet plastik kopi...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.