Senin, Mei 17, 2021

Logika Tirai Warung Saat Puasa

Seruan Boikot Haji

Bagi umat Islam di dunia, Haji merupakan salah satu rukun Islam kelima yang pelaksanaannya hanya diwajibkan bagi mereka yang mampu, baik secara materil, fisik,...

UU MD3 dan Tantangan Demokrasi

"Dengan demikian, masalah pokok yang kita hadapi adalah bagaimana membatasi para pemegang kekuasaan, baik waktu maupun wewenangnya. Tanpa ada kepastian dalam hal itu, maka...

Menembus Batas Realitas

Di sela kesibukan kerja yang hampir dirasa tiada pernah habis, saya memikirkan kembali pertanyaan yang bergelayut di dalam pikiran selama ini. Barangkali pertanyaan yang...

Perempuan dalam Kemelut Sejarah: Tribute to Nawal El Saadawi

Sejarah perempuan adalah sejarah kelam yang diliputi diskriminasi dan eksploitasi. Penuh kepedihan dan penderitaan. Peran mereka di ruang publik dibatasi, bahkan dipinggirkan. Begitu juga...
Adi Fauzanto
Law Student at Brawijaya University

“Puasa di Bulan Ramadhan. Menjaga hawa nafsu, tidak makan, dan tidak minum. Tirai warung ditutup”

Ketika mencermati kata tersebut, terdapat tiga variabel. Mari kita membedah perkataan tersebut. Tapi sebelumnya mohon dibaca penuh artikel ini.

Sebelum itu, saya coba sedikit jelaskan keadaan umum di beberapa tempat terlebih dahulu. Ketika puasa di bulan ramadhan, warung-warung makan baik yang berskala besar (restoran) maupun kecil (warung) pada umumnya ditutup dengan tirai.

Tirai tersebut berfungsi sebagai penutup keadaan ruangan warung-warung tersebut. Tujuan nya tentu agar tidak terlihat kondisi didalamnya (secara fisik). Adapun alasan lain untuk menghormati yang berpuasa.

Keadaan fisik didalam warung tentunya terdapat makanan, dan minuman, beserta manusia baik penjual maupun pembeli. Tapi, sedikit tambahan. dihari biasa (bukan bulan ramadhan) terdapat puasa sunnah, tetapi tidak ada kondisi demikian (warung ditutup tirai).

Itulah kondisi umum dibeberapa tempat, sekarang mari kita bedah. Puasa dalam aspek fisik (dilihat dari luar) adalah menahan dari godaan nafsu, termasuk didalamnya, godaan tidak makan, goadaan tidak minum. Walaupun ada definisi puasa secara teologis, tapi penulis tidak akan menyentuh diranah tersebut.

Puasa merupakan pelajaran yang berharga. Dalam aspek sosial, setidaknya kita belajar seperti orang yang membutuhkan, dalam artian dia tidak mempunyai materi untuk membeli makanan, atau minuman atau kebutuhan primer lainya. Disana kita belajar untuk tidak makan dan minum walau hanya 13-14 jam.

Selain itu juga terdapat manfaat kesehatan, yaitu mengosongkan perut untuk detoksifikasi (mengeluarkan racun dalam tubuh). Disana kita mendapatkan obat secara gratis, dikenal istilah terapi tradisional.

Dari ketiga aspek tadi yaitu aspek fisik, aspek sosial, aspek kesehatan. Dalam tulisan ini secara khusus membedah aspek fisik. Sebelumnya, definisi fisik yaitu merupakan yang tampak dari luar ( bisa dilihat oleh indera mata kita ).

Contoh, si A sedang melakukan olahraga, dalam aspek fisik dia melakukan gerakan-gerakan pada tubuh mereka. Mengerti?

Sebelumnya, coba bayangkan ketika kita menjadi orang asing ( orang yang tidak mengenal puasa ), ketika kita melihat orang sedang berpuasa? Apa yang mereka lakukan? Pastinya tidak makan dan minum, selebihnya tidak marah, tidak berbuat hal dalam konteks negatif. Nah itu bisa kita sebut dengan mengjaga nafsu. Nafsu sendiri merupakan keinginan hati yang kuat.

Tentunya, kita dalam kehidupan sehari-hari harus memenuhi kebutuhan primer, seperti makan minum, dan kita harus menahannya. Artinya kita menjaga nafsu untuk memenuhi kebutuhan primer kita.

Konteks menjaga disini, bersifat individual, kembali kepada sifat perorangan. Ada tipe orang yang kuat dengan pengjagaan nya, ada juga yang lemah. Tentunya ini berasal dari internal seseorang. Baru diuji dalam lingkungan eksternalnya.

Contoh kecil seperti ini, ‘seorang siswa dengan pendirian yang kuat untuk belajar, tidak terpengaruh walaupun kondisi kelas kosong tidak ada guru dan banyak yang bermain game.’

Logika nya sama seperti puasa. Orang dengan pendirian kuat untuk menahan nafsu termasuk menahan makan dan minum, walaupun kondisi lingkungannya sebaliknya yaitu tidak puasa, seperti banyak makan dan minum disekitar orang tersebut.

Nah. Apakah sudah mendapatkan alur berfikirnya?

Dalam hal ini puasa menguji ketahanan nafsu kita termasuk tidak makan dan minum, tentunya diperkuat dengan kondisi internal kita. Sehingga, lingkungan diluar kita (kondisi eksternal) tidak dapat mempengaruhi kita.

Lalu apa hubunganya dengan warung?

Warung dikondisikan sebagai faktor eksternal, faktor luar yang mencoba menguji ketahanan nafsu kita tentunya dari makan dan minum. Yang dalam hal ini seharusnya menjadi tantangan bagi orang yang berpuasa. Apakah dia kuat atau tidak?

Bukan dengan menutupnya, dalam arti lain penulis mencoba menafsirkan, yaitu meminimalisir atau mengurangi faktor eksternal yang menguji ketahanan nafsu dari makan dan minum.

Hal tersebut tentunya bertengtangan dengan semangat puasa, termasuk menjaga nafsu untuk tidak makan dan minum.

Contoh kita menggunakan yang sama, menggunakan seorang siswa diatas.

‘Seorang siswa dengan pendirian yang kuat untuk belajar, tidak terpengaruh walaupun kondisi kelas kosong tidak ada guru dan banyak yang bermain game. Namun disela-sela belajar dia mengusir yang berisik serta yang bermain game keluar dari kelas. Sampai dia selesai belajar. Padahal kelas tersebut kosong tidak ada guru dan dimiliki bersama satu kelas’

Kondisi ini seharusnya sudah harus difikirkan, dan diterapkan. Baik yang melakukan puasa, dan siapa pun itu, termasuk pemiliki warung.

Terkahir, untuk penutup. Semoga pikiran kita tercerahkan beserta dengan menjaga nafsu kita semakin kuat, serta tidak merusak kondisi eksternal disekitar kita.

Ada satu kutipan untuk menutup agar saya tidak dituduh macam-macam.

“fasting is shield, it will protect you from the hellfire and prevent you from sins” –Prophet Muhammad

Adi Fauzanto
Law Student at Brawijaya University
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.