OUR NETWORK
From Korea With Love Concert
Jumat, Desember 9, 2022
From Korea With Love Concert

Lima Rekomendasi Olahraga Skoliosis

Safira Mulyaningsih
Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
From Korea With Love Concert

Dalam kehidupan sehari-hari, skoliosis jarang dikenali oleh masyarakat. Skoliosis merupakan suatu kelainan tulang belakang berupa lekungan mengarah ke samping atau lateral. Kata skoliosis sendiri memiliki arti dari bahasa Yunani skolios yaitu bengkok. Jika melihat ke arah punggung belakang seseorang yang skoliosis maka akan terlihat lekungan tulang belakang seperti huruf “C” atau “S” (Larusso L, 2012).

Penyebab dari skoliosis belum ditemukan dan ditentukan secara pasti. Namun, kemungkinan penyebab utama seseorang menderita skoliosis adalah karena faktor genetik. Kemudian, penyebab kedua yaitu postur tubuh yang berbeda dapat menyebabkan skoliosis postural kongenital yang terjadi pada seseorang.

Penyebab ketiga yaitu tidak normalnya anatomi vertebrata, seperti lempeng epifisis yang berada pada sisi kurvatura yang cekung mendapatkan tekanan cukup tinggi sehingga menekan pertumbuhan yang terjadi.

Kemudian, pada sisi lempeng yang cembung mendapatkan tekanan yang lebih sedikit sehingga mengalami pertumbuhan lebih cepat dibandingkan lempeng cekung. Penyebab keempat yaitu adanya ketidakseimbangan kekuatan dan massa otot pada bagian punggung. Ketidaknormalan yang terjadi yaitu pada serat otot tipe I pada sisi lempeng cembung mengalami peningkatan serat dan pada serat otot tipe II pada sisi lempeng cekung kurvatura mengalami penurunan jumlah serat.

Gejala paling umum skoliosis dapat terlihat dari tulang punggung belakang yang berbentuk lekuk secara tidak normal ke arah samping. Dampak yang ditimbulkan dari skoliosis yaitu kepala terlihat bergeser dari arah tengah dan salah satu sisi pinggul atau pundak lebih tinggi dibandingkan pinggul atau pundak di lain sisinya.

Selain itu, muncul permasalahan yang disebabkan oleh skoliosis berupa penurunan kualitas pada hidup seseorang dan disabilitas, nyeri pada punggung, deformitas atau kelainan yang dapat mengganggu aktivitas, dan gangguan psikologis.

Olahraga merupakan kondisi tubuh yang bergerak dengan tujuan menyehatkan dan menguatkan fungsi tubuh. Pada skoliosis, terapi olahraga sangat dibutuhkan untuk mengurangi derajat kemiringan tulang belakang dan meningkatkan kesehatan.

Berikut rekomendasi olahraga skoliosis:

1. Berenang

Berenang merupakan salah satu olahraga dengan konsep hydrotheraphy. Banyak alternatif olahraga yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penderita skoliosis, salah satunya dengan berenang. Hydrotherapy dengan olahraga renang dinilai mudah, murah, dan dapat menghasilkan efek yang maksimal jika dilakukan secara rutin dan konsisten. Gerakan-gerakan renang yang memberikan efek baik ke seluruh otot tubuh menyebabkan otot-otot badan akan lebih kuat dan lebih baik dalam menopang tulang belakang yang melekung.

Agar proses pemulihan yang dihasilkan lebih baik, disarankan untuk menggunakan gaya dada atau gaya katak pada saat berenang dan tidak lupa untuk mengontrol secara rutin dengan dokter. Namun, olahraga renang ini tidak aman dan tidak disarankan untuk dilakukan oleh penderita skoliosis toraks karena berbeda cara terapinya.

2. Cat-camel

Gerakan cat-camel merupakan bagian dari pose yoga. Olahraga yoga dengan pose cat-camel bertujuan untuk menjaga tulang belakang agar terbebas dari rasa sakit dan tulang belakang tetap fleksibel.

Langkah-langkah melakukan pose cat-camel yaitu:

  • Tangan dan lutut diarahkan untuk menyentuh lantai dan posisi tubuh seperti sedang merangkak.
  • Pandangan mata fokus ke arah depan, posisi kepala dan leher diluruskan agar terasa nyaman.
  • Menarik napas dalam dan tarik otot bagian perut ke atas bersamaan dengan punggung belakang dilekungkan.
  • Keluarkan napas dari dalam dan otot perut diregangkan dengan menurunkan punggung   belakang, kemudian angkat kepala mengarah ke atas.
  • Ulangi langkah pada posisi awal dengan sepuluh kali pada tiap gerakan.

3. Metode Schroth

Olahraga dengan metode schroth menggunakan pelatihan isometrik untuk memperpanjang dan memperkuat otot-otot yang tidak simetris pada penderita skoliosis. Fokus gerakan yaitu melatih kekuatan otot bagian perut, kaki, dan punggung. Metode ini jika dilakukan secara rutin dapat memperlambat proses kurvatura spinal yang tidak normal, menekan rasa nyeri pada tulang belakang, meningkatkan kapasitas vital, memperbaiki postur tubuh, dan menghindari pelaksanaan operasi.

4. Pelvic Tilt

Olahraga ini dilakukan untuk meregangkan otot-otot bagian panggul dan dapat memperkuat punggung bagian bawah.

Langkah-langkah melakukan pelvic tilt yaitu:

  • Membaringkan badan secara telentang dan menekuk kedua lutut. Pastikan punggung sudah rata dengan lantai.
  • Mengencangkan otot bagian perut dengan menarik otot perut ke atas. Posisi punggung tetap rata dengan lantai.
  • Tahan gerakan sebelumnya selama 5 detik dan napas seperti biasa.
  • Ulangi langkah dari gerakan pertama.

5. Bird-dog

Selain gerakan cat-camel sebagai bagian dari olahraga yoga, bird-dog juga merupakan gerakan lain bagian dari yoga. Gerakan ini dapat membuat otot-otot punggung lebih nyaman dan rileks pada penderita skoliosis.

Langkah-langkah melakukan gerakan bird-dog yaitu:

  • Lakukan posisi merangkak dan pastikan punggung belakang sejajar dengan kepala.
  • Merentangkan dengan lurus satu tangan bagian kanan atau kiri sejajar dengan punggung.
  • Bersamaan dengan tangan, rentangkan salah satu kaki yang berlawanan dengan tangan lurus dan sejajar ke belakang.
  • Atur napas agar tetap seimbang dan normal.
  • Menahan selama 5 detik posisi tersebut.
  • Ulangi gerakan dari pertama dengan tangan dan kaki yang berbeda.

Di samping itu, ada beberapa olahraga yang sebaiknya dihindari untuk penderita skoliosis, yaitu angkat beban. Olahraga angkat beban jika dilakukan tidak sesuai prosedur maka akan menimbulkan masalah pada tulang belakang. Faktor risiko terjadinya cedera tulang belakang oleh penderita skoliosis lebih tinggi karena tulang belakang yang tidak merata.

Kemudian, pada olahraga sepak bola tidak disarankan untuk penderita skoliosis karena berisiko sangat tinggi menyebabkan benturan. Jika hal itu terjadi, maka kemungkinan untuk patah tulang belakang dan adanya kerusakan sendi dapat mudah terjadi.

Penderita skoliosis disarankan untuk dapat menghindari olahraga yang berkaitan dengan orang banyak. Selain sepak bola, olahraga basket dan rugby juga tidak disarankan sebagai alternatif olahraga skoliosis.

Bacaan

Lutfia, O. K. (2019). Analisis Terapi Hydrotherapy untuk Skoliosis dari Sudut dari Sudut Pandang Penderita. 2007. https://doi.org/10.31227/osf.io/dfr7p

Pelealu, J., Angliadi, L. S., & Angliadi, E. (2014). Rehabilitasi Medik Pada Skoliosis. Jurnal Biomedik (Jbm), 6(1), 8–13. https://doi.org/10.35790/jbm.6.1.2014.4157

Safira Mulyaningsih
Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.