KTT Aksi AI: Manuver Pandangan Politik Negara Terhadap Teknologi

Laudy Echy Suwandi
Laudy Echy Suwandi
Mahasiswa S1 Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
- Advertisement -

AI sebagai Hasil dari Proses Digitalisasi Global

Seiring perkembangan zaman, teknologi menjadi kebutuhan penting bagi kaum urban. Di era globalisasi yang kian membawa manusia melesat ini, teknologi merupakan barang hasil dari kecerdasan dan proses aktif dari intelektual manusia. Berdasarkan tujuan dibentuknya, teknologi memang seharusnya dibuat untuk mempermudah manusia dalam melakukan rutinitas.

Berkat kemutakhiran teknologi pula saat ini berkembang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) atau yang akrab disebut AI. Menurut John McCarthy, AI dapat didefinisikan sebagai studi yang berfokus pada pembuatan mesin yang mampu meniru segenap proses berpikir serta mendesain mekanisme agar – dalam tanda kutip –  belajar dari perilaku manusia pada umumnya. Sementara menurut Kaplan dan Haenlain, AI merupakan sebuah kapabilitas yang dimiliki sistem dalam memproses data eksternal dengan benar, kemudian melakukan proses telaah data dan menggunakan data eksternal tersebut dengan tujuan tertentu melalui mekanisme yang fleksibel dan adaptif.

Saat ini AI sudah sangat menjamur di setiap kalangan masyarakat dan telah meluaskan pengaruhnya pada banyak sektor seperti keuangan, transportasi, manufaktur, dan hiburan bahkan pada sektor-sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, dan pelayanan. Berkat proses globalisasi yang tak terbendung, perkembangan AI ke penjuru dunia menjadi lebih masif.

KTT Aksi AI di Paris, Forum Pertemuan Banyak Aktor Teknologi dari Penjuru Dunia

Pada tanggal 10-11 Februari 2025 lalu, tepatnya di Grand Palais, Paris telah diadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang secara khusus merundingkan tentang perkembangan dan integrasi AI bagi dunia secara universal. Pertemuan tingkat tinggi yang dipimpin oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri India Narendra Modi tersebut dihadiri oleh banyak aktor multinasional mulai dari perwakilan negara-negara yang concern pada isu kecerdasan buatan, pakar teknologi seperti Fei-Fei Li, dan pebisnis swasta yang berkecimpung didunia kecerdasan buatan seperti Elon Musk dan Sundar Pichai.

KTT yang juga merupakan bagian dari agenda Pekan Aksi AI (AI Action Week) tersebut memiliki tiga tujuan utama yaitu menyediakan akses AI yang aman dan dapat diandalkan, membentuk mekanisme AI yang lebih ramah lingkungan dan merumuskan sistem pengelolaan AI global yang efektif. Fokus utamanya adalah untuk membentuk ekosistem AI yang lebih terkelola dan bertanggung jawab serta menetapkan tolak ukur penggunaan AI demi kepentingan masyarakat luas.

Laudy Echy Suwandi
Laudy Echy Suwandi
Mahasiswa S1 Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Facebook Comment
- Advertisement -