Rabu, April 21, 2021

Kebaikan antara Politik dan Tuhan

Terjebaknya Publik Dalam Remeh Temeh Visual

Beberapa dari kita mungkin masih ingat dengan tokoh fiktif Robert Langdon, profesor simbologi dari Universitas Harvard yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan kurator Museum...

Problem Fundamental Elite Politik Indonesia

Beberapa hari lagi, pesta demokrasi akan berlangsung di Indonesia. Masyarakat berbondong-bondong menuju TPS untuk menitipkan harapannya kepada calon pemimpin pilihan mereka. Sudah hampir 74...

Menyoal Nalar Privat dan Nalar Publik Keberagamaan Kita

Seakan menjadi menu harian, masyarakat kita disuguhi kegaduhan diberbagai media sosial. Kegaduhan tidak bisa dipungkiri sarat dengan nuansa dan bahasa agama. Bisa disebut misalnya,...

Cak Imin dan Balihonya

Di sebuah pagi yang gerimis, di sebuah warung kopi Bu Supinah, sekumpulan anak muda tiba-tiba menyeletuk “Cak Imin, mendeklarasikan diri jadi Cawapres”. Kemudian hujan...
munir
Pengamat politik amatiran, tukang ngopi sana-sini, gak suka rasan-rasan

Pagi ini belum sempat menelan kopi panas kepalaku sudah diobok-obok oleh statement diatas dari presiden Jancuker, Mbah Tejo. Seperti biasanya setelah ucek-ucek mata yang pertama saya cari adalah smartphone untuk mengetahui kabar tentang Nusantara.

Menurut pandangan saya keliaran fikirannya menunjukkan kedalaman pengetahuan, tak sedikit para ilmuwan dan ahli filsafat ikut dan berperan dalam meramaikan konstelasi politik di negeri ini, tentunya ini adalah bagian dari hak setiap warga negara.”

Namun bagaimana jika kelebihan ilmu dipakai hanya untuk memenangkan calonnya saja tanpa mempertimbangkan kebaikan dan kemaslahatan?”Disinilah pendidikan itu akan diuji, para ahli akan dilabeli dan dibranding, bukan saja soal kecapakan ia berbicara dan berlogika namun juga pada kebaikan yang akan tersebar dan bisa dirasakan oleh semua khalayak.

Menurut Ibnu Aqil politik adalah hal-hal praktis yang lebih mendekati kemaslahatan bagi manusia dan lebih jauh dari kerusakan meskipun tidak digariskan oleh Rosulullah SAW.

Maka seyogyanya sebagai masyarakat yang bermartabat, sebagai individu yang berilmu dan sebagai mahkluk yang berakhlak, bentuk pilihan kita harus disandarkan pada nilai-nilai kemanfaatan dan kedekatan para calon kepada Tuhannya.”

Emang apa hubungannya?”

Jelaslah ada karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من يرد الله به خيراً يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah kehendaki dengannya kebaikan, maka ia akan difahamkan dalam masalah agama.”[Muttafaqun ‘alaihi].

Saya mencoba memaknai hadis di atas dalam konteks ajang politik yang sedang berjalan, lihatlah bagaimana para elit politik berspekulasi, berbagai macam cara yang putih, abu-abu bahkan hitam sekaligus diperankan.

Tak ketinggalan para preman yang kekar dan bringas, hingga preman berdasi dan berdahi hitam semuanya ikut andil dalam mensukseskan calon yang didukungnya, tanpa berpikir bagaimana pendidikan politik dan konsekuensinya terhadap generasi esok.Lihatlah bagaimana wong cilik berdebat dan saling memaki karena pesan dan ulah kalian sebagai publik figur, kalian seolah tutup mata dan hati tanpa merasa prihatin sedikitpun atas konflik sosial yang terjadi asal kalian dan partai kalian bisa lolos ke dewan atau Senayan saja.

Entahlah sudah berapa lama saya mengigau hingga habislah cerutu dalam sela jariku. Maka ijinkanlah sebagai orang biasa ini berpesan sebagai bentuk kegalauan yang semata-mata karena kecintaan kami pada ibu pertiwi, “silahkan dukung dan pilih calon sesuai pilihan kalian, namun gunakan hati dan logika juga untuk menganalisa, mengukur dan mempertimbangkan sebagai yang paling layak berdasarkan pada kecakapan dan kedekatan dengan Tuhannya, karena bentuk kekuasaan dan kekuatan yang maha dahsyat adalah dari Tuhan, bukan otak manusia…”

Semua pesta politik kali ini bisa memberikan pelajaran yang baik bagi segenap bangsa Indonesia dan menjadikan lebih maju dan sejahtera serta berkeadilan.

munir
Pengamat politik amatiran, tukang ngopi sana-sini, gak suka rasan-rasan
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apa yang Menanti Setelah Animal Symbolicum?

“Alam semesta aslinya tunggal, diam, dan seragam. Hanya tampak luarnya saja yang mengesankan perbedaan atau perubahan”, Zeno dari Elea yang juga diamini Parmenides (Dowden,...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Enigma dalam Bukit Algoritma

Narasi 4.0 telah membawa kita semua ke sebuah era di mana digitalisasi semakin menjamah di segala aspek kehidupan. Hal ini membuat terdorongnya beragam inovasi-inovasi...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Kesadaran Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Membangun diskursus mengenai komunikasi antarbudaya (intercultural communication) selalu menjadi hal yang menarik untuk dikaji dan bukan pula fenomena baru. Terlebih,  di tengah pesatnya perkembangan...

ARTIKEL TERPOPULER

Malam yang Panjang di LBH dan Dendam Imajiner yang Lebih Panjang

Minggu, 17 September 2017. Hari itu, saya kira saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan bersama orang terkasih. Seperti hari-hari Minggu pada wajarnya, romantis...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Menyambut Bulan Ramadhan dengan Penerapan Nilai-Nilai Pancasila

Bulan suci ramadhan tinggal menghitung hari. Pemerintah akan segera menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1440 H. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia...

Kartini Masa Kini

Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini oleh bangsa Indonesia. Tanggal tersebut merupakan tanggal lahir R.A. Kartini pahlawan yang berjuang untuk emansipasi wanita....

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.