Sabtu, April 24, 2021

KDRT Saat Pandemi

Paradoks “Kebebasan Berpendapat”

Era disrupsi seperti saat ini membawa dampak masif terhadap melimpahnya informasi baik di media masa maupun media daring. Di saat ruang publik dijejali melimpahnya...

Indonesia Mendamba Negarawan

Di usia yang tak muda lagi, Indonesia masih terus dilanda dilema, di mana mencari sosok dan tokoh yang benar-benar nasionalis, patriot, negarawan, adalah hal...

Ancaman Corona, Merawat Harapan

Dunia hari ini sedang dirundung dengan persoalan paling pelik, ruwet, dan menggegerkan. Hampir beberapa negara seperti China, Italia dan Indonesia diperhadapkan dengan masalah penyebaran...

Zonasi Hanyalah Gerbang Pembuka

Sedikitnya sudah dua kali Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mereka cipta kebijakan krusial yang seketika menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Pada 2017, setahun pasca...

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia, orang dewasa, remaja, anak-anak, bahkan bayi.

Kasus pertama dari virus ini dikonfirmasi terjadi di Wuhan, China pada akhir tahun 2019, lalu mulai menyebar ke seluruh dunia pada awal tahun 2020 dan dikonfirmasi masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020. Virus ini menjadi pandemi besar dan menginfeksi hampir seluruh negara di dunia ini.

Pandemi COVID-19 di Indonesia memaksa Pemerintah RI untuk melakukan berbagai kebijakan. Kebijakan ini dikeluarkan untuk menekan jumlah korban yang terinfeksi virus corona. Penyebaran COVID-19 melalui droplet dan kontak fisik membuat adanya penerapan social distancing dan karantina mandiri di rumah. Hal ini menyebabkan masyarakat harus tinggal di rumah setiap harinya.

Dilema penerapan kebijakan ini membawa konsekuensi pada berbagai aspek. Di satu sisi penerapan sosial distancing memberi dampak positif pada bidang kesehatan untuk menekan angka penyebaran virus corona, di lain sisi dampak negatif muncul pada bidang perekonomian karena sulitnya masyarakat mencari penghasilan.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan juga perceraian meningkat di masa pandemi ini, seperti yang tercantum dalam jurnal Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang ditulis Theresia Vania, dkk. Jurnal yang dipublikasikan di laman resmi Universitas Padjajaran mengatakan, kasus KDRT di masa pandemi meningkat di beberapa negara seperti Australia, China, Spanyol, dan Indonesia.

Di China tercatat 300 pasangan mengajukan cerai disebabkan pertengkaran yang bisa berujung KDRT sejak 24 Februari 2020. Di Australia terjadi peningkatan sebanyak sepertiga kasus dari 40% jumlah klien korban KDRT. Lalu, di Spanyol terdapat 18% lebih banyak kasus di dua minggu pertama lockdown. Di Indonesia kasus KDRT di Jogja meningkat menurut Edy Muhammad, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Jogja.

Menurut Penulis, banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya KDRT selama masa pandemi COVID-19 seperti faktor sosial, faktor ekonomi, dsb. Namun, faktor ekonomi menjadi penyebab utama yang paling sering terjadi karena banyak aktivitas ekonomi yang mati atau berkurang di masa ini.

Faktor ekonomi tersebut banyak dipicu terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar sehingga banyak keluarga yang memiliki kesulitan ekonomi karena tidak adanya pemasukan untuk biaya hidup. Masalah tersebut dapat memicu tekanan dan dan menyebabkan ketidakstabilan emosi anggota keluarga yang dapat berujung pada kekerasan fisik.

Adanya peningkatan angka KDRT bukan hanya tugas atau tanggung jawab dari pemerintah melainkan semua lapisan masyarakat. Ada beberapa upaya dalam mengatasi KDRT selama masa pandemi ini. Kita dapat langsung melapor kepada petugas yang berwenang, selain itu lembaga yang mengawasi masalah ini juga harus cepat serta tanggap dalam memproses laporan mengenai KDRT dan membantu menyelesaikan masalah agar bisa mengurangi angka peningkatan.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.