Rabu, April 21, 2021

Kasihan RK, Menjelang Pilgub Kurang Ngaca!

E-Sport VS Guru Kolot

Memasukkan E-Sport ke dalam kurikulum merupakan sedikit dari wacana kemendikbud yang saya apresiasi. Sayang, banyak orang yang tidak paham justru gagal melihat gambar besarnya. Melihat...

Bandung dan Banjir Perkotaan #2

Tulisan ini adalah tulisan yang kedua. Tulisan yang pertama sila klik di sini. Oya, katanya Bandung banjir? Masa sih! Begitulah respon yang banyak beredar...

Kekuatan Lembaga Survei dalam Penentuan Paslon Meraih Kemenangan

Rabu, 27 Juni 2018 pukul 13.00 WIB proses pemungutan suara di 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten dalam rangkaian Pilkada Serentak 2018 resmi...

Krisis Demokrasi di Tengah Pandemi Covid-19

Pada awal tahun 2020, hampir seluruh dunia termasuk Indonesia di gemparkan ole Wabash virus corona jenis baru yang dinamakan Coronavirus Disease (COVID-19). Wabah ini...
Avatar
Hamzah Zaelani Mar'ie
Penulis, Mantan Ketua Umum HMI Purwakarta

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 nanti, situasi cukup hangat dengan bermunculannya pernyataan politis dari berbagai bakal calon yang hendak ikut bertarung dalam kontestasi. Tak terkecuali hal serupa juga dilakukan oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil beberapa waktu yang lalu.Dalam sebuah kesempatan, RK membanggakan prestasinya yang berhasil membuat Kota Bandung memperoleh IPM tertinggi di Jawa Barat pada tahun 2016 dengan capaian angka 80,13. Hal semacam ini sebetulnya wajar dilakukan oleh seorang pemimpin untuk menunjukkan prestasinya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat. Namun, ketika pernyataan itu dibarengi dengan membandingkan perolehan IPM dengan Kabupaten/Kota lain tentunya tak boleh sembarangan. Apalagi jika wilayah yang dibandingkan ialah Kabupaten Purwakarta, dimana Kepala Daerahnya saat ini juga merupakan salah satu Bakal Calon Gubernur yang mungkin saja menjadi saingan RK. Melihat itu, pernyataan RK yang tadinya bertujuan untuk menginformasikan keberhasilan justru dapat diartikan sebagai pernyataan politis yang bertujuan untuk menjatuhkan lawan.Ketika berbicara soal IPM, yang merupakan singkatan dari Indeks Pembangunan Manusia tak bisa secara sederhana hanya melihat angka saja. Karena bagaimanapun, ada berbagai macam faktor yang berpengaruh terhadap angka tersebut. Setidaknya terdapat empat hal yang dirujuk, yaitu Angka Harapan Hidup (AHH), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Harapan Lama Sekolah (HLS) serta Pengeluaran pendapatan per kapita.Empat hal diatas sebetulnya juga masih sangat sederhana, karena dibalik itu semua ada berbagai macam lagi faktor yang berpengaruh dalam menentukan ke empat hal tersebut. Tentu saja tak akan panjang lebar saya bahas dalam tulisan ini karena khawatir malah menjadi sebuah buku nantinya.Tidak sederhananya penentuan angka IPM seharusnya juga tidak membuat seorang Kepala Daerah secara sederhana membandingkan capaiannya dengan Daerah lainnya. Kalaupun hendak melakukan perbandingan, ada berbagai macam hal yang bisa lebih sederhana dilihat, misalnya besaran kenaikan IPM di setiap tahunnya.Jika diperhatikan, sebetulnya perbandingan kenaikan angka IPM antara Kota Bandung dan Kabupaten Purwakarta sejak tahun 2012 akan terlihat lebih signifikan peningkatan pada Kabupaten Purwakarta. Sengaja saya pilih tahun 2012 karena pada periode ini merupakan fase dimana kedua daerah melaksanakan Pemilihan Kepala Daerahnya.Berdasarkan data, pada tahun 2012-2016 Kabupaten Purwakarta memperoleh IPM berturut-turut sebesar 66,30-67,09-67,32-67,84-68,56. Sedangkan Kota Bandung, pada periode yang sama 2012-2016 secara berturut-turut ialah 78,3-78,55-78,98,79,67-80,13. Dari data tersebut, maka dapat dilihat bahwa sejak tahun 2012, Kabupaten Purwakarta mengalami peningkatan sebesar 2,26 hingga tahun 2016. Sedangkan Kota Bandung hanya mengalami peningkatan sebesar 1,83 di periode yang sama.Apabila kemudian RK membanggakan prestasinya bahwa Kota Bandung merupakan daerah dengan IPM tertinggi di Jawa Barat, maka saya kira itu tak dapat disederhanakan sebagai sebuah prestasi. Karena bagaimanapun, Kota Bandung sudah sejak sebelum RK menjabat memang selalu berada pada posisi pertama di tingkat Provinsi. Justru, jika dilihat pada data BPS Provinsi, Kota Bandung pernah turun di peringkat kedua se Jawa Barat disusul oleh Kota Bekasi dimana hal ini terjadi pada satu tahun Kepemimpinan RK yaitu tahun 2013. Lantas, apa yang dibanggakan oleh RK jika berbicara soal IPM?Sebagai penutup, saya kira pernyataan RK beberapa waktu lalu seharusnya menjadi momentum bagi setiap Kepala Daerah, khususnya Ridwan Kamil untuk lebih berhati-hati dalam membanggakan prestasinya. Berdalih memperoleh pujian dengan membanggakan capaian, justru malah menuai tertawaan akibat tidak tepat dalam menyampaikan informasi di lapangan.Tulisan ini saya buat sembari menikmati secangkir Energen rasa coklat, karena kebetulan stok kopi dan susu habis di kontrakan. Maklum, sudah akhir bulan!Sembari menikmati Energen ditemani sebungkus rokok pemberian teman, entah kenapa terbersit dalam pikiran,Kasihan RK, Menjelang Pilgub Kurang Ngaca!

Avatar
Hamzah Zaelani Mar'ie
Penulis, Mantan Ketua Umum HMI Purwakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Enigma dalam Bukit Algoritma

Narasi 4.0 telah membawa kita semua ke sebuah era di mana digitalisasi semakin menjamah di segala aspek kehidupan. Hal ini membuat terdorongnya beragam inovasi-inovasi...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Kesadaran Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Membangun diskursus mengenai komunikasi antarbudaya (intercultural communication) selalu menjadi hal yang menarik untuk dikaji dan bukan pula fenomena baru. Terlebih,  di tengah pesatnya perkembangan...

Serangan Siber Israel di Pusat Pengembangan Nuklir Iran

Pada 12 April 2021, Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran/Atomic Energy Organization of Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, mengkonfirmasi terjadi ledakan di bagian fasilitas pengayaan...

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

ARTIKEL TERPOPULER

Kegiatan Di Bulan Suci Ramadhan Sesuai Pancasila

Indahnya bulan suci ramadhan tahun ini disambut suka cita oleh seluruh umat Islam dari Indonesia, luar negeri dan seluruh dunia setiap tahun. Dari hasil...

Belajar di Sekolah Kembali? Mari Kurangi Kekhawatiran Kita

Pemerintah Indonesia berencana membuka sekolah lagi di bulan Juli 2021. Ini kabar menggembirakan, mengingat bahwa bagi beberapa anak, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari...

Malam yang Panjang di LBH dan Dendam Imajiner yang Lebih Panjang

Minggu, 17 September 2017. Hari itu, saya kira saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan bersama orang terkasih. Seperti hari-hari Minggu pada wajarnya, romantis...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.