Selasa, Mei 18, 2021

Independensi, Doktrin, dan “Super Wantex”

Keamanan Energi Kawasan Timur Tengah

Senin, 23 November 2020 dilansir dari akun CNN Indonesia, Pemerintah Arab Saudi menyatakan bahwa adanya serangan Rudal ke Kilang Minyak ARAMCO (Arabian American Oil...

Paradoks “Kebebasan Berpendapat”

Era disrupsi seperti saat ini membawa dampak masif terhadap melimpahnya informasi baik di media masa maupun media daring. Di saat ruang publik dijejali melimpahnya...

Menyoal (Kembali) Reforma Agraria

Sesudah sidang kabinet usai di akhir maret lalu, Presiden Jokowidodo berpidato singkat. Intinya, pemerintah akan segera membagikan lahan kepada rakyat secepatnya. Pernyataan Presiden tersebut...

Generasi Media Sosial, Handphone, dan Tertawa Sendiri

Seperti yang kita tahu sebelumnya, bahwa kita sekarang telah berada pada era di mana segalanya sudah semakin canggih dan segala kebutuhan manusia semakin mudah...
Alfian Fallahiyan
Penulis harian lepas, alumni pasca sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Manusia berlabel mahluk paling sempurna, dengan akal fikiran sebagai pembeda dengan mahluk lainnya. Akal dan fikiran itu adalah modal untuk sebuah independensi (terlepas dari segala jenis pengaruh).

Meskipun tidak menaifikan diri sebagai mahluk mono dualis. Namun independensi sebagai seorang individu menjadi karakter dasar yang harus mengakar pada masing-masing diri individu. Baru kemudian diri individu akan memiliki identitas kedua sebagai mahluk sosial. Yang berkembang beriringan dengan situasi kondisi terdekat, yang kemudian juga dipengaruhi oleh ajaran atau doktrin.

Doktrin bagaikan udara yang mau tidak mau akan menjadi hal yang melekat selama adanya kehidupan. Doktrin menjadi sebuah kebutuhan sekaligus menjadi sebuah momok, virus abstrak yang bisa menggerogoti jiwa.

Sebagai mahluk bertuhan, tentu doktrin agama menjadi hal yang esensial mutlak dibutuhkan manusia. Sementara doktrin diluar teologi (agama) seperti pisau bermata dua, yang bisa menjdi senjata juga menjadi ancaman.

Kesalahfahaman memahami, menerima sebuah doktrin terletak pada penempatan dan pemaknaannya. Realita saat ini membuktikan hal demikian, berapa banyak individu yang gagal memahaminya, dan itu fatal, karena memaknai doktrin dengan memukul rata, dalam mengambilnya sebagai kebutuhan mutlak.

Ideologi agama sebagai doktrin kebutuhan mutlak individu disamakan statusnya dengan doktrin komunal, komunitas yang sebenarnya merupakan doktrin sekunder yang berkembang berdasarkan kebutuhan dan keadaan tertentu. Artinya pemahaman terhadap doktrin diluar doktrin agama seharusnya harus melibatkan proses nalar untuk memilih dan menilai.

Doktrin yang seperti inilah yang kemudian nanti akan menghilangkan independensi seorang sebagai individu, tidak memilki jati diri yang mampu memberikan nilai dan memilih atas dasar kemampuan dan karakter dirinya. Hal yang membuat diri akan seperti sebuah pakaian yang dipaksakan dengan warna buatan, dan sulit untuk luntur dan lentur.

Super wantex, yaa sebutan ini sepertinya cocok untuk pemahaman doktrin yang keliru. Karena akan menghilangkan nilai akal fikiran dalam menilai dan menimbang sesuatu yang telah diberikan oleh pencipta sebagai anugrah. Bahkan jika demikian kita mengingkari kekuasaan tuhan atas apa yang telah diberikan.

Doktrin agama sebagai doktrin primer yang esensi yang seyogyanya menjadi warna yang melekat atas dasar keimanan. Bukan kemudian doktrin sekunder yang menipu, yang harusnya dipilih atas dasar keimanan. Bukan kemudian kemudian doktrin yang menipu, yang harusnya dipilih atas dasar nalar namun salah menilainya seakan-akan seperti mengimani.

Mari berjati diri, bukan sekedar mandiri, apalagi sekedar menjadi pengikut, penurut dan pembuntut.

Alfian Fallahiyan
Penulis harian lepas, alumni pasca sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.