OUR NETWORK
Minggu, Februari 5, 2023

Implementasi Art Therapy Ketika Stress

Amalia Zhahrina
Mahasiswa S1 Fakultas Psikologi UIN Jakarta
From Korea With Love Concert

Apakah Anda sering atau bahkan saat ini sedang mengalami stres? Dan bingung bagaimana cara untuk mengurangi rasa stres Anda?

Pada umumnya, setiap orang pasti pernah mengalami stres didalam kehidupannya. Stres adalah kondisi dimana suatu individu mengalami suatu tekanan atau mengalami ketimpangan antara harapan dan kenyataan yang diinginkan oleh individu tersebut, baik dari keinginan yang bersifat rohani ataupun jasmani (Sukadiyanto, 2017).

Stres tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tetapi anak kecil yang belum mengalami banyak pengalaman dalam hidupnya pun bisa mengalami stres.

Ketika mengalami stres, masih banyak orang yang bingung cara untuk mengurangi stres yang dialaminya. Padahal, ada banyak cara untuk mengurangi stres, salah satunya art therapy.

Pernahkah Anda mendengar istilah art therapy? Dalam artikel ini akan mengumpas mengenai art therapy sebagai suatu kegiatan yang digunakan untuk mengurangi stres yang dialami oleh suatu individu.

Apa Itu Art Therapy?

Art therapy adalah seni terapi yang mendefinisikan sebuah seni sebagai alat yang baik dalam berkomunikasi atau suatu seni terapi yang digunakan sebagai penyaluran emosi, perasaan, dan pikiran individu melalui menggambar, melukis, ataupun mewarnai suatu objek yang diinginkan oleh individu sesuai dengan suasana hati (Dhian Putri, 2021).

Jadi, art therapy adalah kegiatan seni seperti melukis atau menggambar yang dilakukan untuk menyalurkan emosi atau stres yang dialami oleh individu.

Art therapy ini bisa digunakan ketika individu mengalami kesusahan dalam bercerita secara verbal mengenai stres yang dialaminya kepada orang lain. Maka, dengan menggunakan art therapy  ini, individu bisa secara bebas menuangkan segala pikiran atau perasaan yang mengusik individu ke dalam lukisan atau gambaran tanpa harus menceritakan permasalahannya kepada orang lain.

Banyak orang yang menggunakan art therapy sebagai wadah untuk menyalurkan emosi mereka, salah satunya adalah artis ternama yang bernama Huang Renjun NCT Dream.

Renjun melakukan art therapy yang diminta oleh dokternya ketika ia berada di waktu yang sangat sulit bagi dia. Melalui art therapy tersebut, Renjun mengalami perkembangan yang baik dan bisa melawati masa sulitnya. Oleh karena itu, Renjun memiliki berbagai macam lukisan indah yang pernah ia buat sebagai penyaluran dari rasa emosi atau stres yang saat itu ia alami.

Bentuk Art Therapy

Art therapy sangat familiar dengan melukis atau menggambar. Tapi, selain kedua hal tersebut, art therapy ternyata memiliki berbagai macam bentuk yang bisa digunakan sebagai wadah untuk menyalurkan rasa stres yang dialami. Menurut (Christine Masada H Tobing, 2018), bentuk art therapy meliputi terapi bernyanyi, terapi puisi, terapi drama, dan terapi menari.

Terapi bernyanyi adalah kegiatan yang mengeluarkan nada-nada dengan suara yang mengalun berusaha untuk mengeluarkan energi bahagia atau kesedihan melalui irama tubuh.

Terapi Puisi membuat alam bawah sadar individu merasa tidak terhalangi untuk berekspresi dengan bebas. Terapi drama bisa membuat individu belajar mengenai berbagai perilaku dan karakter serta dapat menambah pengetahuan dan kepandaian melalui peran yang diperankan. Terakhir, terapi menari dapat mencapai kesehatan dan pemulihan individu karena berfokus kepada hubungan antara pikiran tubuh.

Manfaat dari Art Therapy

Dalam pengimplemetasiannya, art therapy memiliki berbagai manfaat untuk individu dalam mengatasi permasalahan yang dialami. Art therapy bisa membantu semua orang tanpa memandang umur untuk mengeksplorasikan emosi, menyelesaikan permasalahan yang dialami, mengurangi stres, dan meningkatkan kebahagiaan.

Art therapy memiliki manfaat, antara lain: (1) Terapi ini bisa membantu seseorang dalam menyelesaikan permasalahan, meningkatkan kereampilan dalam diri, serta mengurasi stres yang dialami, (2) Terapi ini bisa dimanfaatkan kepada individu yang memiliki trauma akibat pertempuran, trauma akibat bencana alam, dan orang yang sedang kesehatan fisik, seperti kanker, cacat, atau kesehatan lainnya, dan (3) Terapi ini dianggap efektif untuk orang-orang yang sedang mengalami masalah dengan psikologis sebagai alat pengobatan.

Amalia Zhahrina
Mahasiswa S1 Fakultas Psikologi UIN Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.