Senin, April 15, 2024

Galang Dana Bantuan untuk Palestina

Dhias Thafari Luthfi Ramadhan
Dhias Thafari Luthfi Ramadhan
Seorang Santri yang akan segera lulus

Memperhatikan kondisi kemanusiaan yang terjadi di jalur Gaza dan sebagai bentuk solidaritas sosial terhadap masyarakat Palestina yang sedang tertimpa musibah dampak agresi militer bangsa Israel, diperkuat terus dalam rangka mendukung Palestina melepaskan diri dari penjajahan Israel.

Dengan masih adanya penjajahan ini, Israel tanpa henti melakukan serangan terhadap wilayah Gaza dan sebagian Tepi Barat sehingga banyak korban berjatuhan sejak peristiwa 7 Oktober 2023. maka RG-UG Mu’alimin Pesantren Persatuan Islam 112 Bogor melakukan gerakan penggalangan dana bagi masyarakat Palestina yang terkena musibah. Dengan harap apa yang diusahakan dapat membuahkan hasil yang berdampak baik bagi masyarakat Palestina.

Aksi penggalangan dana dilaksanakan pada hari Selasa 7 November 2023 sampai Ahad 13 November 2023. Para santri yang turut ikut andil meramaikan aksi penggalangan dana ini, menggemakan kalimat takbir di persimpangan jalan Jambu Dua. Melakukan orasi bertajuk kesusahan yang dirasakan oleh orang Palestina.

Para santri ini menyadari tekanan yang dirasakan oleh Palestina saat ini, menyadari bagaimana kekejaman bangsa Zionis dalam membumihanguskan kota Gaza saat ini. Bahkan mereka turut terpukul sejak awal Palestina hendak di ambil alih oleh Zionis, yaitu tepat pada tanggal 2 November 1917.

Yang kala itu Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur Balfour, menulis surat yang ditujukan kepada Lionel Walter Rothschild, seorang tokoh komunitas Yahudi Inggris. Surat tersebut memang singkat, hanya 67 kata namun isinya memberikan dampak terhadap Palestina yang masih terasa hingga saat ini.

Surat tersebut mengikat pemerintah Inggris untuk “mendirikan rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina” dan memfasilitasi “pencapaian tujuan ini”. Surat tersebut dikenal dengan Deklarasi Balfour. Meningkatnya ketegangan akhirnya menyebabkan Pemberontakan Arab. Ini berlangsung dari tahun 1936 hingga 1939.

Pada April 1936, Komite Nasional Arab yang baru dibentuk meminta warga Palestina untuk melancarkan pemogokan umum. Ini menahan pembayaran pajak dan memboikot produk-produk Yahudi untuk memprotes kolonialisme Inggris dan meningkatnya imigrasi Yahudi.

Pemogokan selama enam bulan tersebut ditindas secara brutal oleh Inggris, yang melancarkan kampanye penangkapan massal dan melakukan penghancuran rumah. Hal itu menjadi sebuah praktik yang terus diterapkan Israel terhadap warga Palestina hingga saat ini.

Fase kedua pemberontakan dimulai pada akhir 1937. Ini dipimpin oleh gerakan perlawanan petani Palestina, yang menargetkan kekuatan Inggris dan kolonialisme.

Pada paruh kedua tahun 1939, Inggris telah mengerahkan 30.000 tentara di Palestina. Desa-desa di bom melalui udara, jam malam diberlakukan, rumah-rumah dihancurkan, dan penahanan administratif serta pembunuhan massal tersebar luas.

Bersamaan dengan itu, Inggris berkolaborasi dengan komunitas pemukim Yahudi dan membentuk kelompok bersenjata dan “pasukan kontra pemberontakan” yang terdiri dari para pejuang Yahudi bernama Pasukan Malam Khusus yang dipimpin Inggris. Di dalam Yishuv, komunitas pemukim pra-negara, senjata diimpor secara diam-diam dan pabrik senjata didirikan untuk memperluas Haganah, paramiliter Yahudi yang kemudian menjadi inti tentara Israel.

Dalam tiga tahun pemberontakan tersebut, 5.000 warga Palestina terbunuh. Sebanyak 15.000 hingga 20.000 orang terluka dan 5.600 orang dipenjarakan

Melihat dari kilas balik sejarah awal penyerangan hingga pemberontakan, betapa besarnya upaya Palestina untuk membebaskan tanah mereka agar bersih dari kaum-kaum Dzalimin. Namun semua upaya itu tidak akan berhasil tanpa pertolongan yang maha kuasa Allah SWT. Oleh karena itu, di Persatuan Islam di arahkan untuk melakukan Qunut Nazilah guna mendoakan saudara-saudara di Palestina, serta menggalang dana kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan fisik bagi kaum yang terdzalimi.

Atas upaya para santri menggalang dana dalam program kegiatan yang dinamakan Taurat (Tabungan Akhirat). Mencari orang-orang yang siap menyalurkan hartanya untuk membantu saudara-saudara mereka yang tertindas, mereka melakukan aksi tersebut di persimpangan jalan Mall Plaza Jambu Dua, Kota Bogor.

Walau terik panas dan hujan deras merintangi, tak sedikitpun menghentikan langkah mereka. Mereka sadar bahwa hujan yang ada pada mereka adalah air sedangkan hujan yang ada di sana sudah bukan lagi air melainkan hujan peluru. Dengan orasi yang membakar jiwa, mereka semakin semangan dengan gema takbir yang mengguncang tanah itu.

Saat ini dana yang terkumpul sekitar Rp 8.754.000,- sebagai hasil dari 4 hari menggalang dana. Dana yang terkumpul akan di berikan kepada LAZ PERSIS untuk di salurkan langsung ke Palestina.

Oleh karena itu, kita sebagai sesama Muslim sudah semestinya untuk menolong saudara kita di Palestina. Walaupun kita tidak bisa membantu mereka secara langsung di sana, setidaknya kita bisa membantu mereka dengan harta. Dan jika kita tidak bisa membantu mereka angkat senjata, maka kita bisa membantu mereka dengan doa.

Dhias Thafari Luthfi Ramadhan
Dhias Thafari Luthfi Ramadhan
Seorang Santri yang akan segera lulus
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.