Jumat, Maret 1, 2024

“Fast and Furious” Koalisi Partai Politik Jelang Pemilu 2024

I Gusti Ngurah Krisna Dana
I Gusti Ngurah Krisna Dana
Mahasiswa Magister Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol UGM

Tak terasa, Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tinggal sebentar lagi, manuver partai politik pun sedikit demi sedikit kian terlihat. Koalisi Perubahan yang digawangi Partai NasDem, Demokrat dan PKS telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden (Capres) dukungan mereka dalam pesta demokrasi lima tahunan tahun 2024 nanti.

Di lain sisi, terdapat dua koalisi lainnya yang turut menjagokan capres. Golkar sementara ini terlihat masih stabil untuk memberikan ruang dukungan kepada Airlangga Hartarto yang tak lain adalah Ketua Umum mereka, sedangkan Partai Gerindra bersama PKB menjagokan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden 2024 dari kubu mereka. Lantas, hanya PDI-Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu dua kali berturut-turut, yakni 2014 dan 2019 yang hingga kini masih belum memutuskan calon presiden dari PDI-P.

Manuver para partai politik peserta Pemilu 2024 pun menjadi menarik, sebab dua koalisi yang telah terbentuk sebelumnya , yakni Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) Gerindra, PKB dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) terdiri dari Golkar, PAN, dan PPP bertemu dalam acara Silaturahmi Ramadhan yang diselenggarakan PAN pada Minggu (2/3/2023).

Dalam acara tersebut, PAN turut mengundang Presiden Jokowi serta partai PDI-Perjuangan, namun dari PDIP tidak ada yang mewakilkan karena Ketua Umum PDI-Perjuangan, Ibu Megawati sedang berada di luar negeri. Pertemuan para ketua umum partai dari dua koalisi berbeda serta sebelumnya telah memiliki jagoan calon presiden masing-masing pun menarik bagi penulis.

Point of interest dalam hal ini, bagi penulis adalah tentang bagaimana manuver partai politik yang sementara telah membentuk koalisi tersendiri ini, terjadi dalam tempo yang cukup Fast and Furious, serta kemungkinan akan memantik manuver-manuver lainnya.

Wacana Koalisi Besar (KIB & KKIR) dalam Manuver Fast and Furious

Fast and Furious, dalam benak kita semua adalah sebuah film action legendaris yang dibintangi Vin Diesel bersama kolega. Aksi balap-balapan mobil yang menegangkan menjadi ciri khas film tersebut.

Namun, lebih lanjut dalam tulisan ini tidak membahas film tersebut, tetapi hanya meminjam sebuah idiom Bahasa inggris dari film, yakni Fast and Furious. Dilansir dari kamus Merriam-Webster, fast and furious memiliki definisi “in a very fast and forceful way: with one thing following another very quickly.” Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi, dengan cara yang sangat cepat dan kuat: dengan satu hal mengikuti yang lain dengan sangat cepat.

Berdasarkan definisi tersebut, maka penulis memiliki pandangan bahwa manuver yang telah ditunjukan partai politik dengan dua koalisi berbeda dalam Silaturahmi Ramadhan Partai PAN lalu, menjadi gambaran tentang manuver parpol yang dilakukan sangat cepat dan kuat, serta akibat dari manuver ini kemungkinan akan diikuti oleh sesuatu yang sangat cepat juga, terlebih jika melahirkan wacana koalisi besar terwujud.

Hal ini menurut pandangan penulis, wacana koalisi gabungan antara KIB dan KKIR pasca silaturahmi akan memiliki implikasi terhadap manuver partai lainnya, implikasi yang terjadi kemungkinan reaksi dari parpol lain yang tidak ada dalam list undangan silaturahmi tersebut.

Partai NasDem, sebagai actor partai dari Koalisi Perubahan menunjukan reaksi melalui Wakil Ketua Umum mereka yakni Ahmad Ali pada   dengan menyebut PDI-P akan ditinggal apabila wacana koalisi besar terbentuk. Sebaliknya, reaksi dari PDI-P dilontarkan oleh Ketua DPP PDI-P Said Abdullah sehari setelah pertemuan tersebut berlangsung, ia menyatakan bahwa PDI-P tidak ditinggal pasca pertemuan dua koalisi KIB dan KKIR tersebut dengan dalil bahwa silaturahmi tersebut turut mengundang Ketum PDI-P, namun berhalangan hadir.

Sementara itu, berhembus pula wacana yang dilontarkan Budiman Sudjatmiko selaku kader PDIP, bahwa partainya akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan koalisi besar selanjutnya.

Tiga reaksi yang muncul pasca pertemuan silaturahmi dua gerbong koalisi berbeda ini menurut penulis menjadi akibat dari manuver fast and furious yang ditunjukan dalam silaturahmi Ramadhan KIB dan KKIR tersebut. Hal ini bagi penulis menjadi sebuah pecutan bagi partai – partai di luar pertemuan tersebut untuk lebih memanasi mesin koalisi mereka, terlebih jika wacana koalisi besar benar-benar terbentuk pasca pertemuan Koalisi Indonesia Bersatu dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.

Bukan tidak mungkin, apabila sinyal-sinyal PDI-Perjuangan akan turut gabung dalam wacana koalisi besar tersebut akan menjadi semacam imboost bagi kekuatan koalisi besar tersebut, namun di sisi lain kemungkinan PDI-P akan bergabung serta mencalonkan pilihannya sebagai Calon Presiden dalam koalisi tersebut bisa saja terjadi, sebab PDI-P adalah partai pemenang pemilu dua kali berturut-turut dan memiliki keterwakilan terbanyak di legislative. Segala kemungkinan tersebut bisa saja terjadi di detik-detik akhir manuver fast and furious para Parpol peserta Pemilu 2024.

Dalam memandang fenomena manuver partai – partai politik dalam koalisi yang mereka bentuk, tentu masyarakat memiliki pandangan terhadap pilihan kepada masing-masing partai.

Beragam pandangan yang terbentuk akibat manuver parpol dalam koalisi, diharapkan mampu menjadi hal yang positif bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Manuver yang fast and furious oleh parpol peserta pemilu merupakan hal yang lumrah terjadi menjelang pesta demokrasi berlangsung. Yang terpenting adalah bagaimana visi-misi  calon pemimpin yang dilahirkan oleh beragam koalisi parpol nantinya akan menjadi point of interest utama bagi masyarakat dalam memilih p

I Gusti Ngurah Krisna Dana
I Gusti Ngurah Krisna Dana
Mahasiswa Magister Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol UGM
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.