Sabtu, Mei 18, 2024

Dedolarisasi, Untung atau Buntung

Muhammad Hadzami Fatah Jazuli
Muhammad Hadzami Fatah Jazuli
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Dolar merupakan salah satu mata uang internasional yang sering kali digunakan dalam urusan perdagangan dunia, dimana mata uang yang berasal dari Amerika tersebut menjadi salah satu cara mudah untuk bisa mendapatkan sesuatu baik itu barang ataupun jasa di seluruh dunia.

Keseluruhan dari perdagangan internasional menggunakan mata uang dolar sebagai alat pembayaran, walaupun terdapat alat tukar lainnya seperti emas yang bisa digunakan dalam perdagangan internasional. dominasi dolar terhadap perdagangan dan juga kerja sama antar negara dirasa sedikit meresahkan. Nilai dolar sendiri pada setiap tahunnya mengalami peningkatan yang disebabkan oleh inflasi dan juga terjadinya pembelian secara besar-besaran terhadap dolar daripada investor melalui obligasi.

Per-juli 2022 lalu banyak daripada investor yang melakukan sebuah pembelian terhadap obligasi di AS yang mana hal tersebut memiliki nilai 10,2 miliar dolar AS, lalu meningkat karena terjadi peningkatan pembeli menjadi 7,5 triliun dolar as. Meningkatnya harga dari obligasi tersebut dikarenakan adanya sebuah syarat bagi para investor yang ingin membeli obligasi di AS haruslah menggunakan dolar. Dolar sendiri dinilai memiliki nilai mata uang tidak terlalu terkena efek daripada inflasi dan juga dolar sendiri memiliki sifat fluktuatif yang tidak begitu signifikan.

Istilah dari dedolarisasi muncul sebagai salah satu bentuk penolakan terhadap dominasi mata uang dolar, di mana banyak negara-negara dan juga organisasi kawasan yang melakukan sebuah kebijakan untuk bisa keluar daripada ketergantungan mata uang dolar. salah satu organisasi ekonomi tingkat internasional, yaitu BRICS ( Brazil, Russia, India, China, South Africa) membentuk sebuah kebijakan untuk bisa keluar dari dominasi dolar dengan cara menggunakan kebijakan menciptakan sebuah mata uang baru.

Keyakinan dari BRICS sendiri untuk menjalankan dari kebijakan tersebut adalah salah satu anggota mereka, yaitu Cina memiliki mata uang Yuan yang pada saat ini sedang bertarung sengit di dunia perdagangan internasional sebagai alat pembelian.

Jika dilansir daripada data IMF per tahun 2022 bahwasannya cadangan dari devisa negara-negara yang menggunakan dolar sudah mengalami penurunan yang drastis sejak pada tahun 2000 yang mana di kisaran 71% dan per tahun 2022 turun menjadi 58%, dengan diikuti oleh mata uang Euro di angka 20,47%. Walaupun mengalami penurunan selama 22 tahun, mata uang dolar masih menjadi penguasa terhadap cadangan visa negara.

Dedolarisasi sendiri pada dasarnya haruslah melihat dari adanya pasar yang mana pasar menentukan apakah akan berhasil kebijakan dari dedolarisasi yang ada. Terdapat dua bidang dalam pasar yang menentukan hal tersebut, seperti: 1. Adanya sebuah revisi dari peraturan yang menitik pada internalisasi terhadap risiko intermediasi dolar sehingga terjadi pembukaan terhadap kebijakan moneter untuk bisa bermanuver terhadap pasar atau bisa disebut dengan menekan pada kekurangan pasar yang mengacu pada underpricing resiko, 2. Negara perlu memberikan promosi dari penggunaan mata uang lokal yang menjadi adanya pengganti dolar, dan membentuk daripada tabungan yang memiliki basis dari mata uang lokal.

Pengubahan dari peraturan yang telah terjadi dapat menimbulkan dari sikap kehati-hatian yang mana dari hal tersebut menjadikan sebuah peraturan yang mengetatkan daripada pinjaman dolar, di mana sektor-sektor yang tidak terpengaruhi dari dolar menjadi salah satu instrumen untuk bisa meningkat dari margin mata uang lokal dan mengekang dari finansial dolar yang telah ada.

Hal tersebut dilakukan untuk bisa meminimalisir daripada resiko pertukaran mata uang pasar melalui para aktor yang bermain. Maka, sistem dari perbankan akan menjadi fleksibel secara signifikan dan juga meningkatkan ekuilibrium yang lebih baik dari yang pada awalnya berasal dari ekuilibrium yang buruk. Nilai dolar akan semakin rendah dan juga memberikan ruang terhadap mata uang lokal untuk bisa memperkuat sebagai sebuah kebijakan dedolarisasi.

Ancaman dari dedolarisasi jika mengutip dari tanggapan BofA (Bank of America) bukan sebuah ancaman yang berat, sedangkan tantangan utama dari masalah ekonomi di Amerika sendiri lebih terancam dengan adanya permasalahan fiskal domestik. Amerika serikat diprediksi akan gagal untuk bisa membayar hutang negaranya untuk kali pertamanya sejak negara tersebut berdiri.

Penggunaan dolar yang dianggap oleh banyak negara sebagai sebuah pengaruh yang buruk bagi perekonomian mereka menjadikan salah satu faktor terpenting untuk negara-negara saling bekerja sama satu sama lain dalam melawan dominasi dolar yang sudah menyebar di seluruh dunia.

Semakin meningginya mata uang dolar di beberapa negara menjadi salah satu tantangan terbesar bagi negara yang ingin melawan atas dominasi mata uang Amerika serikat itu sendiri. Penciptaan mata uang baru menjadi alternatif yang diambil untuk bisa menghubungkan kerjasama antar negara dalam urusan perdagangan dan juga pengambil alihan sistem ekonomi yang selama ini dikuasai oleh mata uang dolar menjadi mata uang lokal.

Dolar sendiri tidak akan kehilangan kehormatannya sebagai salah satu mata uang ter-berpengaruh di dunia, walaupun banyak negara yang sedang merancang dari adanya kebijakan non-dolar AS sebagai bentuk nyata untuk melakukan sebuah dedolarisasi. Perjalanan panjang bagi negara-negara yang ingin melakukan dedolarisasi akan terus menghantui mereka yang ingin merealisasikan dari berjalannya kebijakan tersebut.

Muhammad Hadzami Fatah Jazuli
Muhammad Hadzami Fatah Jazuli
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.