Sabtu, Mei 18, 2024

Dampak Panas Ekstrem di Indonesia pada Kesehatan dan Lingkungan

Irma Dwi Praminiarti
Irma Dwi Praminiarti
Mahasiswa Universitas Airlangga

Cuaca ekstrem yang melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran. Beberapa wilayah Indonesia telah mengalami cuaca panas yang ekstrem dalam beberapa pekan terakhir, dan ini telah memicu kekhawatiran mengenai kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sebagai seorang mahasiswa, saya melihat bahwa kita harus mengambil tindakan untuk mengurangi dampak cuaca panas ini.

Beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, telah mengalami suhu yang sangat tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu di beberapa wilayah dapat mencapai 38-40 derajat Celsius. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga dapat merusak lingkungan, seperti mengeringkannya sumber daya air dan memperburuk kualitas udara.

Dampak cuaca panas yang ekstrem di Indonesia terutama terasa bagi orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan yang padat penduduk, di mana suhu lebih tinggi karena aktivitas manusia. Orang-orang yang bekerja di luar ruangan juga sangat rentan terhadap dampak cuaca panas ini, termasuk para petani yang bergantung pada curah hujan untuk panen mereka.

Sebagai mahasiswa, kita harus mengambil tindakan untuk mengurangi dampak cuaca panas ini. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

1. Menghimbau Masyarakat

Kita dapat membantu masyarakat dengan cara membuat suatu peringatan tentang bahaya cuaca ekstrem serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak cuaca panas yang ekstrem melalui kampanye sosial di media sosial. Kita juga bisa membantu mengedukasi masyarakat tentang cara mengurangi dampak cuaca panas dengan menghimbau tentang pentingnya penggunaan tabir Surya dan menjelaskan bahaya sinar UV.

2. Menjaga Kesehatan

Kita bisa menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang sehat, minum air yang cukup, dan menghindari kegiatan fisik yang berlebihan pada saat suhu udara sangat tinggi dan mengurangi aktivitas diluar ruangan jika tidak diperlukan

3. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat

Pemerintah perlu melakukan sistem peringatan kepada masyarakat, dan dibantu oleh masyarakat untuk saling membantu dalam menyebarkan informasi positif.

4. Pahlawan perubahan

Kita bisa meminimalisir penggunaan energi listrik dan air ,serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menggunakan transportasi umum untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem yang terjadi. Serta menjaga lingkungan sekitar agar tetap sejuk dengan menanam pohon atau membuat taman di lingkungan rumah.

Kesimpulan :

Cuaca panas ekstrem yang terjadi di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran mengenai kesehatan masyarakat dan lingkungan. Wilayah perkotaan yang padat penduduk dan orang-orang yang bekerja di luar ruangan termasuk yang paling rentan terhadap dampak cuaca panas ini.

Sebagai mahasiswa, kita harus mengambil tindakan untuk mengurangi dampak cuaca panas ini dengan cara mengedukasi masyarakat, menjadi agen perubahan, mendukung perubahan kebijakan pemerintah, dan menjaga kesehatan. Upaya-upaya ini harus dilakukan secara bersama-sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lestari.

Irma Dwi Praminiarti
Irma Dwi Praminiarti
Mahasiswa Universitas Airlangga
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.