Selasa, Juli 23, 2024

Dampak Implementasi AI dalam Bidang Akuntansi

Awal perkembangan AI pada tahun 1960an, peneliti sudah mulai mencoba untuk menerapkan AI dalam berbagai bidang, salah satunya akuntansi.

Namun, pada saat itu teknologi AI masih belum matang. Barulah pada tahun 1990an, AI memungkinkan untuk melakukan untuk seperti mengembangkan dan menganalisis data.`

Ini cukup untuk bidang akuntansi yang cocok untuk menganalisis data keuangan, mengidentifikasi tren atau pola yang tersembunyi, dan memberikan wawasan bagi para profesional akuntansi.

Perkembangan AI yang semakin masif memunculkan berbagai jenis kecerdasan yang cocok dalam bidang akuntansi seperti Natural Language Processing (NLP) dan Robotic Processing Automation (RPA).

NLP dapat membantu dalam menganalisis dan mengolah dokumen keuangan, seperti laporan tahunan atau laporan keuangan.

Sedangkan RPA dapat membantu mengotomatisasi proses pekerjaan yang sama secara terus-menerus seperti pengelolaan faktur, rekonsiliasi bank, atau penggajian.

Dalam bidang audit, AI membantu dalam mendeteksi kecurangan atau ketidakberesan dalam data keuangan.

Melalui analisis AI yang lebih canggih, sistem dapat menganalisis data secara menyeluruh, mengidentifikasi pola-pola yang mencurigakan, dan memberikan indikasi adanya kecurangan atau risiko tinggi.

Perkembangan AI dalam bidang audit memunculkan teknologi terbaru bernama Computer-Assisted Audit Techniques (CAATs).

CAATs merupakan teknologi AI untuk membantu menyederhanakan proses audit. Menggunakan teknologi seperti analisis data, pembelajaran mesin, dan AI berbasis aturan, auditor dapat mengotomatisasi tugas-tugas audit, meningkatkan efisiensi, dan mengidentifikasi masalah potensial dengan lebih efektif.

Terakhir, AI dapat membantu untuk melakukan forecasting tren ekonomi Dengan menggunakan teknologi Machine Learning, AI dapat digunakan untuk membuat prediksi dan peramalan dalam konteks akuntansi.

Misalnya, teknologi AI dapat membantu dalam meramalkan (forecast) penjualan, mengoptimalkan persediaan barang, atau memprediksi risiko keuangan di masa depan.

Dampak Implementasi AI dalam Bidang Akuntansi

Seperti yang telah dijabarkan di atas, implementasi AI dalam akuntansi memberikan kontribusi yang cukup besar khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Berikut akan terlihat bagaimana suatu pekerjaan dapat berubah karena dampak dari penerapan AI.

Trend Analysis

AI membantu akuntan dengan mengumpulkan dan menganalisis data untuk menghasilkan hasil prediktif berkualitas tinggi berdasarkan data tersebut dan memberikan nilainya sendiri kepada klien.

Secara lebih umum, AI berfokus pada bagaimana analisis data menggunakan teknologi ini dapat mengubah cara pembuatan keputusan bisnis utama.

Contoh Implementasi AI Dalam Akuntansi

Berbagai terobosan mulai dari era kecerdasan buatan bertemu dengan akuntansi hingga perkembangannya saat ini telah memberikan hasil terobosan yang besar.

Berikut Contoh Penerapan AI dalam akuntansi dan audit melalui implementasinya pada Perusahaan yaitu :

PricewaterhouseCoopers (PwC)

Menggunakan Robot Process Automation (RPA), PwC memberikan layanan konsultasi keuangan melalui analisis data dan meninjau neraca saldo klien.

PwC cukup menjadi contoh bagaimana sistem akuntansi dapat berdampingan dengan teknologi AI tingkat tinggi.

Salah satu contohnya, PwC telah menciptakan robot GL.ai dengan bermitra dengan H2O.ai, sebuah perusahaan Silicon Valley, untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam praktik akuntansi. GL.ai menggunakan teknologi Deep Learning untuk merangsang proses berpikir dan membuat kesimpulan dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh auditor berpengalaman.

Selanjutnya, PwC mengembangkan aplikasi AI bernama Cash.ai yang mengotomatiskan audit kas, termasuk saldo kas, rekonsiliasi bank, surat konfirmasi bank, valuta asing, dan kesehatan keuangan bank.

Terakhir, PwC menggunakan teknologi bernama Halo yang dapat melakukan analisis secara mendalam berbagai jenis akuntansi perusahaan.

Apakah Pekerjaan Akuntan Tergantikan oleh AI?

Menurut Griffin (2019), usaha kecil yang tidak beradaptasi dengan perubahan zaman berisiko tertinggal.

Hal ini sama halnya dengan sebuah profesi, penting untuk semua profesi seperti seorang akuntan untuk mengikuti tren pekerjaan agar tetap kompetitif.

Banyak riset dan data yang telah menyebutkan bahwa perkembangan AI dapat berdampak pada 300 juta orang yang akan kehilangan pekerjaannya.

Namun, berdasarkan pendapat dari 4 firma akuntansi global mengungkapkan dua hal penting terhadap hal ini.

Pertama, profesi akuntansi dapat mengubah mindset untuk semakin berinvestasi pada kecerdasan buatan (AI) dan mengintegrasikannya dalam bisnis.

Kedua, Big 4 menegaskan bahwa teknologi AI adalah dapat menjadi penentu penting untuk kesuksesan akuntansi di masa depan.

Berdasarkan kedua pendapat tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan AI dalam akuntansi malah memberikan peluang kepada akuntan untuk semakin kompetitif dan produktif di masa depan jika dapat berinteraksi dengannya.

Adanya AI dalam pekerjaan seorang akuntan tentunya akan merubah cara mereka bekerja, tapi tidak akan menghilangkan esensi dari inti pekerjaan tersebut.

AI dalam dunia akuntansi pada dasarnya merupakan alat yang bertujuan untuk menunjang produktivitas pekerjaan akuntan.

Dalam konteks perusahaan, AI berfungsi untuk merampingkan alur proses bisnis yang rumit menjadi lebih efektif dan efisien menggunakan perintah algoritma yang canggih.

Apakah AI dapat menggantikan pekerjaan seorang akuntan? Tentu saja tidak. Tapi jika pertanyaannya, apakah AI dapat mengubah cara kerja seorang akuntan? Tentu saja iya.

Semua orang bebas memiliki opininya masing-masing mengenai hal ini, tentunya kecerdasan buatan tidak akan bisa menggantikan sisi kemanusiaan dan naluriah seorang manusia dalam berpikir.

Ambil sisi positif dari keberadaan AI dalam akuntansi untuk membangun inovasi dan kemajuan yang lebih bernilai.

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.