Sabtu, Mei 8, 2021

Covid-19, Kemiskinan di Perkotaan Meningkat

Nietzsche, Tuhan, dan Terorisme

Menarik untuk membicarakan Nietzsche, di saat mencuatnya kasus terorisme di Indonesia. Atas nama sebuah kepercayaan, tindak terorisme mencuat ke permukaan. Sebuah kepercayaan yang mengklaim...

Draft: Buruknya Kondisi Kerja di BUMN dan Pemogokan Buruh

Para buruh, awak mobil tangki (supir dan kernet) dari Depot Pertamina Plumpang, Depot Pertamina Merak serta Depot Pertamina Bandung, yang mendistribusikan bahan bakar minyak...

Pentingnya Pendidikan Karakter Era Milenial

Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Hari Pendidikan Nasional ditetapkan pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar...

Menerka Keemasan Pemuda Abad XX dengan Pemuda Milenial

Letupan sumpah pemuda 90 tahun silam dari para pemuda sepanjang Sabang sampai Merauke mengkiaskan spirit persatuan yang amat kekar. Menyembul organisasi kepemudaan semacam Tri...

Virus Corona, COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah adanya penyebaran virus Corona.

Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada tanggal 31 Maret 2020, beliau menandatangai Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020, yang mana menyetujui untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah Indonesia, hal ini dilakukan untuk upaya menghambat laju penyebaran virus corona (Misno et al, 2020).

Dilansir dari detiknews, berdasarkan data dari Satgas COVID-19, dilaporkan ada 5.720 kasus baru Corona pada Rabu (21/4/2021). Secara kumulatif, sejak Maret 2020 sudah ada 1.620.569 kasus positif COVID-19 di Indonesia. Sementara itu, dilaporkan juga hari ini ada 230 pasien meninggal akibat COVID-19. Total tercatat ada 44.007 pasien COVID-19 yang meninggal. Dilaporkan juga pemerintah pada hari ini memantau kasus suspek Corona sebanyak 62.411. Selain itu, ada 72.561 spesimen terkait Corona yang diperiksa hari ini.

Dengan adanya peraturan PSBB akhirnya berdampak pada berbagai sektor kehidupan manusia, seperti:

  • Pendidikan, dimana sekolah-sekolah diharuskan untuk belajar dirumah secara daring.
  • Sosial, kita diharuskan untuk dirumah saja alhasil tidak bisa berkumpul seperti biasanya, padahal kita tahu bahwa masyarakat Indonesia hobi sekali berkumpul.
  • Pariwisata, kita dilarang untuk keluar rumah, alhasil tidak bisa jalan-jalan, tidak bisa liburan ke tempat-tempat pariwisata.
  • Budaya, (kegitan keaagamaan) saat idul fitri biasanya kita melakukan halal bihalal, silaturahmi ke saudara di luar kota, namun dikarenakan pandemi kebiasaan itu ditiadakan.
  • Sektor Ekonomi, ekonomi merupakan hal terpenting dalam hidup manusia, ekonomi juga faktor pendukung pembangunan nasional, dikarenakan pertumbuhan ekonomi sebuah negara yang baik dapat meningkatkan sebuah pembangunan sosial. Kebutuhan ekonomi manusia erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari karena manusia membutuhkan sandang, pangan, papan dan jajan utuk melengkapi itu semua ekonomi harus ada, namun di masa pandemi seperti sekarang ini, akibat PSBB yang ditetapkan, banyak masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan, hal ini terjadi karena banyak lapangan pekerjaan yang membatasi pegawainya, bahkan sampai ada Putus Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran, tidak lain karena dimasa pandemi sekarang ini banyak masyarakat harus dirumah saja tidak diperkenankan keluar rumah.

Dampak pada sektor ekonomi pada masa pandemic covid-19 di Indonesia, antara lain :

  • Terjadinya PHK besar-besaran. hasil data yang didapat yaitu ≥ 1,5 juta pekerja di rumahkan dan terkena PHK yang mana 90% pekerja di rumahkan dan pekerja yang di PHK sebesar 10%.
  • Terjadinya penurunan PMI Manufacturing Indonesia mencapai 45,3% pada Maret 2020.
  • Terjadinya punurunan impor sebesar 3,7% pada triwulan I.
  • Terjadinya inflasi yang telah mencapai pada angka 2,96% year-on-year(yoy) yang telah disumbangkan dari harga emas dan komoditas pangan pada maret 2020.
  • Terjadinya keterbatalan penerbangan yang mengakibatkan penurunan pendapatan di sector tersebut. Kerugian yang dirasakan mencapai Rp. 207 miliar. Batalnya penerbangan tersebut sebanyak 12.703 pada 15 bandara pada bulan januari-maret 2020.
  •  Pada 6 ribu hotel telah terjadi penurunan penempatan (okupansi) hingga mencapai 50%. Hal tersebut bisa mengakibatkan kehilangan devisa pariwisata (Hanoatubun,2020)

Dengan kata lain dampak dari covid-19 ini sangat signifikan terhadap masalah ekonomi, yang tidak dipungkiri menyebabkan kemiskinan di Indonesia, tak terkecuali di wilayah perkotaan, yang mana penduduk miskin di perkotaan meningkat drastis.

Dilansir dari investor.id, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19%, meningkat 0,41% poin terhadap Maret 2020 dan meningkat 0,97% poin terhadap September 2019. Sehingga jumlah penduduk miskin pada September 2020 menjadi 27,55 juta orang, meningkat 1,13 juta orang terhadap Maret 2020 dan meningkat 2,76 juta orang terhadap September 2019.

Kepala BPS, Suhariyanto memaparkan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2020 sebesar 7,88%, sebagai perbandingan, pada September 2019, jumlah penduduk miskin di perkotaan 6,56%. “Bila dilihat, ada perbedaan yang cukup signifikan. Dari bulan September 2019 ke bulan September 2020, Covid-19 ternyata lebih berdampak ke perkotaan. Karena pandemi Covid-19, penduduk miskin di perkotaan naik 1,32%.” kata Suhariyanto, Senin (15/2/2021).

Melansir dari antaranews, ada beberapa faktor terkait kemsikinan

  • Pandemi Covid-19
  • Pertumbuhan ekonomi terkontraksi
  • Pertumbuhan pengeluaran rumah tangga pada PDB terkontraksi
  • Perubahan harga eceran sejumlah komoditas pokok
  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) naik
  • Banyaknya usia kerja yang terdampak covid-19
  • Kenaikan presentase pekerja setengah penganggur
  • Bantuan sosial pusat dan daerah berjalan dengan tidak baik

Masih melansir dari antaranews, terdapat strategi penurunan kemiskinan 2021

  • Integrasi dan digitalisasi bantuan sosial nontunai
  • Penguatan pendampingan program bansos dan edukasi bagi penerima manfaat
  • Penguatan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) kesehatan dan kesejahteraan
  • Penguatan sistem perlindungan sosial yang adaptif
  • Peningkatan kesejahteraan sosial bagi kelompok rentan (anak, penyandang disabilitas, dan lanjut usia).
  • Perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
  • Peningkatan kemandirian ekonomi dan pendapatan bagi kelompok miskin dan rentan

Menurut Suhariyanto, kepala BPS, laju kenaikan penduduk miskin akibat pandemi covid-19 dapat ditekan karena adanya program perlindungan sosial yang dikucurkan pemerintah.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Pembelajaran Jarak Jauh, Efektifkah?

Sejak ditetapkannya pandemi Covid-19 di Indonesia, banyak sektor yang terdampak, mulai dari ekonomi, pariwisata, sosial dan budaya termasuk sektor pendidikan. Pembelajaran tatap muka (offline) yang selama...

Memperkuat Proteksi Konstitusi

Akhir-akhir ini, diskursus mengenai perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode semakin menguat. Untuk masa sekarang, Pasal 7 UUD NRI 1945 menegaskan pembatasan masa...

Orientalisme, Prancis, dan Kita

Kita tentu masih ingat beberapa bulan lalu hebohnya sebuah kasus di Prancis mengenai gambar Nabi Muhammad yang dianggap melecehkan Islam, yang menuai reaksi keras. Dalam...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Menjawab Ahmad Daryoko, Parasit 212

Sudah sejak lama orang ini kerap menyebarkan kabar bohong. Motif di balik itu sebenarnya karena sakit hati. Orang ini pernah jadi Ketua Serikat Pekerja...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Kartini-Kartini 4.0

“Habis bikin kopi, sachet nya jangan dibuang sembarangan, pilah ke tempat sampah plastik!” begitu kata istri. Alhasil, saya harus memungut ulang sachet plastik kopi...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.