OUR NETWORK
Jumat, Januari 21, 2022

Anak Muda, Pilih Tabungan atau Investasi?

Cahya Umi Hamamah
Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang

Kata celengan pasti tak asing di telinga kita sewaktu kecil bukan? Iya, itu adalah salah satu cara yang digunakan kebanyakan orang tua untuk mengajarkan anaknya menabung. Katanya sih supaya nanti kita bisa membeli apapun yang kita mau dengan uang yang kita simpan di setiap harinya. Dan tentunya ada rasa kepuasan dan bangga yang muncul ketika kita bisa membeli barang yang kita inginkan dengan uang sendiri.

Namun ketika kita beranjak ke zaman yang serba digital seperti sekarang, celengan sudah jarang disebutkan oleh para orang tua. Kenapa? Karena beberapa orang tua memilih mengajarkan anaknya langsung menabung ke tempat yang namanya bank, dengan alasan lebih amannya uang ditempatkan di bank daripada di celengan, serta beberapa bank pun sudah mendukung ini.

Pengetahuan yang telah diberikan kepada anak mengenai menabung, pasti akan ia bawa sampai ia dewasa. Karena telah terbiasa, anak jadi mudah menyisihkan uangnya. Di sisi lain, sebagai anak muda yang sudah mengenal dunia keuangan sejak dini, pasti tahu mengenai Investasi. Tapi ada beberapa juga yang tetap memilih menabungnya di bank.

Lalu, tahukah kamu apa itu Investasi dan Tabungan? Apakah sama?

Istilah tabungan dan investasi kadang-kadang membingungkan. Kebanyakan menggunakan istilah ini secara sederhana dan saling menggantikan. Sebaliknya, ahli makroekonomi yang menghitung keduanya dalam pendapatan nasional menggunakan istilah-istilah ini secara berhati-hati dan membedakannya.

Dalam bahasa makroekonomi, Investasi mengacu pada pembelian modal baru, seperti peralatan atau bangunan. Meskipun identitas akuntansi menunjukkan bahwa tabungan dan investasi bernilai sama dalam perekonomian secara keseluruhan, hal ini tidak harus berlaku untuk setiap rumah tangga atau perusahaan.

Secara sederhana, tabungan dan investasi itu sama, sama-sama dari hasil menyisihkan uang. Perbedaannya adalah tujuannya. Tabungan biasanya hanya untuk mengamankan uang, sedangkan investasi mengalokasikan uang untuk mencapai target dalam jangka waktu tertentu.

Investasi memiliki jangka waktu tertentu. Ada investasi jangka pendek , menengah , dan panjang . Dan biasanya investasi dimulai ketika ada tujuan, seperti menikah, membeli rumah, atau yang lain. Dan investasi juga memiliki nilai risiko karena nilai investasi yang fluktuatif.

Apakah banyak anak muda yang berminat melakukan investasi?

Menurut BEI (Bursa Efek Indonesia) telah ada pertambahan investor lebih dari 3 juta orang, sehingga sekarang jumlah investor menjadi lebih dari 7 juta orang. Menurutnya investor muda dan milenial masih merajai pasar modal Indonesia. Investor muda berusia kurang dari 40 tahun sekitar 80,4%. Dan investor muda berusia tahun sekitar 45,7%.

Dari banyaknya angka tersebut, sudah dipastikan bahwa banyak anak muda yang tertarik dengan investasi. Salah satu hal yang membuat mereka tertarik adalah karena hasilnya. Tetapi di kenyataannya, besarnya hasil maka besar pula risikonya. Maka disinilah keterampilan diuji. Karena umumnya anak muda suka tantangan, maka hal ini jadi tantangan tersendiri. Dan juga investasi sekarang dianggap keren oleh sebagian milenial.

Jenis investasi sendiri ada banyak. Tetapi yang paling digemari anak muda adalah investasi di pasar modal, berupa saham, obligasi, reksa dana, dan lainnya. Tabungan sendiri dalam beberapa waktu bisa berubah menjadi investasi, tetapi hasilnya lebih sedikit daripada investasi sendiri.

Lantas, lebih menguntungkan mana? Tabungan atau investasi?

Jika dilihat dari paparan diatas, maka hal ini kembali ke individu masing-masing sesuai tujuannya. Jika tabungan, lebih mudah mengambil uangnya jika ada keadaan darurat. Namun jika investasi, lebih diperuntukan untuk tujuan masa depan. Investasi jangka waktunya lebih panjang, tetapi hasil yang didapatkan pun juga lebih besar daripada uang tabungan yang berjangka waktu lebih pendek.

Namun karena kehidupan anak muda tak lengkap tanpa tantangan, maka tak ada salahnya mencoba investasi. Karena hasilnya pun menunggu jangka waktu yang bisa dibilang lama, maka dari itu lebih baik dimulai sejak dini. Hasil yang didapatkan nanti bisa digunakan di hari tua.

Selain itu jika memilih investasi harus mempelajari cara berinvestasi yang benar. Karena tak sedikit investasi bodong di zaman sekarang. Memilih jenis investasi yang sesuai, serta tempat kita menaruh uang sebagai investasi harus dipelajari lebih lanjut. Ingat! Karena ada risiko, juga harus siap dengan beberapa kemungkinan, Capital Loss (selisih harga penjualan saham lebih rendah daripada pembelian) dan Capital Gain (selisih harga penjualan saham lebih tinggi daripada pembelian).

Sejatinya uang dan investasi itu sama. Sama-sama menyisihkan uang dan menyimpannya untuk masa depan. Bedanya hanya di jangka waktunya dan nominalnya. Membeli investasi itu memakai uang tabungan dan jika hasilnya sudah keluar, hasilnya pun akan kembali ke tabungan. Dan begitu pula seterusnya.

Selain anak muda, sekarang anak-anak pun sudah mulai bisa diajarkan mengenai saham. Menurut beberapa penelitian, anak bisa diajarkan mulai umur 11 tahun. OJK pun turut mendukung hal ini.

Ternyata menabung di celengan yang diajarkan orang tua ketika kecil, sangat membantu kita untuk memiliki kehidupan yang layak di masa depan. Memang benar apa kata orang, orang tua selalu mengajarkan kita suatu hal yang berguna untuk anaknya di masa depan.

Cahya Umi Hamamah
Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.