Sabtu, April 24, 2021

Agama, Kesehatan, dan Keseimbangan

Dominasi Pasar Industri dan Krisis Agraria

Dewasa ini Indonesia sedang mengalami krisis pada sektor pertanian (agraria). Pada 1984 masa orde baru, Indonesia mendapat prestasi yang luar biasa dari sektor pertanian,...

PSI dan Nasib Perempuan Perdagangan Orang

Ditengah kecamuk tahun politik, persis saat partai saling “pukul” kemudian alpa dengan hal-hal konkrit yang dibutuhkan masyarakat, saya mengapresiasi langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI)...

Tak Ada Koalisi Permanen dan Koalisi Ramping

Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan sengekata pemilihan presiden (pilpres) dengan menolak seluruh gugatan yang diajukan oleh pemohon (Prabowo-Sandi), dengan begitu perselisihan terhadap hasil pilpres...

Aksi Klithih KPK

Merajalelanya aksi Klithih beberapa waktu terakhir, menimbulkan keprihatinan dan kekawatiran bagi masyarakat. Aksi Klithih yang dilakukan tidak pandang waktu ini bahkan sudah dalam level...
Fajar Ramadhitya Putera
Farmasis dan penulis.

Kesehatan adalah salah satu aset dasar yang menyertai kehidupan. Karena itu, kesehatan selayaknya pula dimaknai dan dihargai sebagaimana kita menghargai kehidupan. Meskipun dipengaruhi oleh banyak faktor, ada faktor-faktor tertentu yang berpengaruh besar pada kondisi kesehatan seseorang.

Perkembangan penelitian di bidang ilmu kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa faktor perilaku individu memiliki peran yang signifikan dalam menentukan kualitas kesehatan seseorang, selain faktor keturunan atau faktor pelayanan kesehatan.

Faktor perilaku individu ini adalah faktor dominan yang sangat menentukan dalam artian, meskipun faktor keturunan dan faktor layanan kesehatan sudah memadai, tapi jika faktor perilaku individu kurang diperhatikan, maka faktor-faktor tersebut tidak dapat berfungsi optimal. Sementara teori Blum menyebutkan bahwa derajat kesehatan ditentukan oleh 40% faktor lingkungan, 30% faktor perilaku, 20% faktor pelayanan kesehatan dan 10% faktor genetika.

Manusia adalah mahluk yang tidak saja dipengaruhi oleh keturunan dan lingkungan, tapi manusia memiliki kemampuan untuk bertindak sendiri serta memilih apa yang dapat memberikan manfaat paling baik untuk hidupnya, meskipun terkadang harus memilih tindakan yang berbeda dari sebelumnya.

Lalu perilaku seperti apa yang dapat meningkatkan derajat kesehatan? Secara sederhana paling tidak ada dua aspek dalam kesehatan yakni jasmani dan ruhani. Untuk sehat secara jasmani, perilaku sehat secara umum meliputi pemenuhan gizi yang baik, olahraga teratur dan istirahat yang cukup. Kata kuncinya sebenarnya sederhana saja, yakni teratur dan mencukupi.

Ada sebagian orang yang sehat secara fisik tapi batinnya menderita, ada pula sebaliknya. Biasanya kondisi psikologis seseorang berada pada titik yang tinggi saat kondisi ruhaninya terisi penuh. Dengan kondisi psikologis yang baik, kesehatan fisik pun akan lebih mudah untuk dijaga.

Sementara untuk dapat sehat secara rohani, kesehatan akan tercapai jika manusia memiliki kedamaian dalam hidup. Ini dapat dicapai dengan menjalani hidup lurus sesuai fitrah manusia. Hanya dengan ini, manusia akan memiliki kebermaknaan hidup, dan pada akhirnya kedamaian dalam diri. Manusia sehat paripurna adalah manusia yang mampu menjalani hidup dengan ketenangan dan kebahagiaan sejati.

Kedokteran modern telah mampu menjelaskan berbagai mekanisme penyakit namun belum mampu menjawab semua permasalahan dengan tuntas. Lalu lihatlah bagaimana terkadang pengobatan-pengobatan alternatif mampu menyelesaikan permasalahan tersebut meski tak dilengkapi penjelasan ilmiah.

Manusia merupakan mahkluk multi dimensi, yang meliputi aspek jasmaniah sekaligus rohaniah, individual, juga sebagai makhluk sosial, intelektual sekaligus juga emosional. Aspek-aspek itu saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain. Apabila satu aspek terganggu atau sakit, maka aspek yang lainnya seringkali ikut terganggu atau sakit juga. Di RRT, sejak dahulu selalu ditekankan bahwa keselarasan, keserasian, dan keseimbangan dalam hidup adalah jalan menuju kepada kesehatan.

Praktisi pengobatan timur biasanya menggunakan sistem pengobatan yang menekankan pendekatan secara menyeluruh, dengan tujuan untuk mengembalikan kesehatan organ tubuh secara optimal yang melibatkan keseimbangan kerja fisik, mental, emosional, dan psikologis dengan mengutamakan pola hidup sehat.

Pengobatan timur mulai mundur pada abad 20 ketika pengobatan barat mengalami kemajuan yang sangat berarti. Tenaga kesehatan semakin fokus melihat tubuh sebagai bagian-bagian kecil, dan ditunjang dengan perkembangan obat-obat kimia. Berbagai macam kuman-kuman ditemukan sebagai penyebab timbulnya penyakit sehingga obat-obat kimia dicetak sebagai pembunuh kuman-kuman tersebut.

Masyarakat pun semakin jauh meninggalkan pengobatan timur karena hampir semua keluhan sakit dapat dihilangkan secara instan. Dampak yang terjadi adalah tubuh dimanjakan oleh obat, dan tubuh relatif jarang diberikan kesempatan untuk bekerja menyembuhkan sendiri.

Konsep pengobatan timur kembali muncul ke permukaan ketika para dokter mengalami kebuntuan dalam mengelola pasien-pasien dengan penyakit kronis, penyakit-penyakit yang divonis hanya bertahan beberapa lama, penyakit-penyakit kanker stadium terminal, dan efek samping dari obat-obatan kimia yang semakin lama semakin membuat pusing.

Obat kimia yang sangat ampuh untuk menghilangkan gejala-gejala penyakit ternyata mempunyai kehebatan yang hampir sama dalam menimbulkan kerusakan dalam tubuh. Saat itulah dokter dan praktisi kesehatan di seluruh dunia mulai kembali memikirkan suatu konsep pengobatan secara alami dan menyeluruh dengan harapan tercapai kesembuhan yang sesungguhnya, bukan sekedar meredam gejala penyakit dan  tidak merasa sakit tetapi dalam tubuh penyakit berakumulasi sehingga menimbulkan penyakit yang lebih mengerikan lagi.

Hal yang sama terjadi pada tubuh manusia yang terdiri dari bagian-bagian fisik, mental, emosional, sosial dan spiritual yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Suatu ketidak harmonisan yang terjadi di dalam tubuh pasti akan disampaikan keluar oleh tubuh dalam bentuk gejala dan tanda. Jadi gejala dan tanda secara holistik tidak harus diredam, tetapi dipakai untuk pedoman mengetahui penyakit/ketidakseimbangan yang terjadi, dan gejala tadi akan hilang dengan sendirinya jika penyebab utamanya sudah teratasi.

Pengobatan modern memang sedang menggali kembali khazanah pengobatan timur. Mungkin ke depan, kita akan melihat, pengobatan gabungan. Pembedahan dengan piranti hitek yang dipadukan dengan terapi akupunktur menggunakan jarum dengan teknologi mutakhir misalnya. Atau obat gabungan komposisi sintetik dan herbal dalam satu formulasi.

Sejak dahulu sudah diketahui bahwa ada suatu hubungan yang sangat abstrak antara tubuh dan pikiran. Dalam dunia kedokteran dikenal istilah plasebo efek; yaitu efek yang timbul oleh karena pasien meminum sesuatu yang dikiranya sebagai obat.Klaim obat alam lebih aman tanpa efek samping perlu dibuktikan secara ilmiah bukan semata testimoni beberapa orang saja. Jika tidak, maka siapapun dapat mengatakan apa saja yang ia suka. Itu sebabnya obat harus melewati serangkaian uji klinis yang melibatkan ribuan orang.

Diutusnya Nabi bukan untuk mengajarkan ilmu kedokteran atau pengetahuan sains eksperimental lainnya namun lebih agung lagi yakni untuk membawa keselamatan dan kesejahteraan manusia.

Salah satu prinsip dalam agama dan kehidupan adalah keseimbangan. Konsep ini tentunya berlaku juga di bidang kesehatan. Kondisi sehat dapat dicapai dengan menjaga keseimbangan hak-hak diri. Tidak berlebihan pada satu sisi, atau kekurangan pada sisi yang lain. Seimbang berarti menunaikan segenap hak, termasuk hak badan untuk berolahraga dan beristirahat, serta hak tubuh untuk mendapat asupan makanan dan gizi yang mencukupi.

Dalam pendapat pribadi penulis, kesehatan dapat dianalogikan seperti kita memaknai agama dan kehidupan. Kesehatan adalah sesuatu yang harus dirawat, bukan sebuah keadaan yang permanen. Anda bisa saja dalam kondisi sehat saat ini, tapi jika anda tidak merawat diri anda, anda dapat saja mengakhiri hidup dengan penyakit mematikan.

Fajar Ramadhitya Putera
Farmasis dan penulis.
Berita sebelumnyaBersalaman
Berita berikutnyaSedotan Mana yang Baik untuk Lingkungan?
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.