Selasa, Mei 18, 2021

Sistem Mandiri Eror, Kembali Pakai Emas?

Wacana Cadar dan Cingkrang Berpotensi Konflik

Belakangan santer pemberitaan Jenderal (Purn.) Fachrul Razi melempar wacana pelarangan bercadar dan penggunaan celana cingkrang di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Walaupun kemudian pernyataan...

Agnes, Indonesia dan Kita

Mari kita buka tulisan ini dengan pertanyaan: siapa kita? Pertanyaan sangat sederhana, namun, jawabannya mungkin tidak sesederhana yang kita bayangkan. Soal ke-siapa-an ini ternyata cukup...

Jawaban UAS Dituding Picu Konflik

Jawaban Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam sebuah acara ceramah agama, dituding bisa memicu konflik antarumat beragama di Indonesia. UAS diduga kuat telah melakukan penistakan...

Eddy Hiariej, Professor atau Buzzer?

Akhir-akhir ini publik dibuat resah mengenai masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia. Masyarakat merasa sudah tidak punya harapan ketika kisruh revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan...
Muhammad Rafiq
Alumni Fakultas Hukum Universitas Tadulako | Peminat politik hukum

Kejadian eror system Bank Mandiri hampir membuat nasabah mati jantungan. Setelah bekerja begitu kerasnya mengumpulkan pundi-pundi kekayaan lalu menabung di perbankan, dalam hitungan detik lenyap tak tersisa. Bahkan ada pula yang semakin kaya karena saldo bertambah.

Peristiwa erors system terjadi pada Sabtu (20/7/2019) membuat sejumlah nasabah Bank Mandiri kebingungan terjadinya perubahan pada saldo rekening. Sebagian mengecek saldo rekeningnya raib, tetapi sebagian lagi mendapati saldo rekeningnya justru bertambah.

Kejadian tak terduga itu dijelaskan Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas bahwa telah terjadi error dalam sistem perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Atas kejadian itu, Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo melalui unggahan di akun instagrammya meminta maaf kepada nasabah atas kejadian.

Kejadian pada akhir pekan kemarin memberikan pelajaran amat penting, bahwa teknologi digital tidak dapat menjamin keamanan saldo rekening. Bayangkan saja uang yang kita kumpul tiba-tiba raib sebelum ditarik, entah apa yang akan terjadi kepada para nasabah.

Dahulu kala, sebelum manusia diperkenalkan dengan mata uang kertas, uang kepingan terbuat dari emas dan perak murni jadi alat transaksi, yakni Dinar dan Dirham. Saat itu terjadi di masa Khalifah Umar bin Khattab.

Kala itu dinar dan dirham jadi salah satu cara memperkaya diri. Secara umum, dinar memiliki arti sebagai koin emas seberat 22 karat dengan berat 4.25 gram. Sementara dirham memiliki arti koin perak murni dengan berat 2.975 gram.

Penggunaan emas 22 karat bukan tanpa alasan. Pilihan emas 22 karat dikarenakan kuat secara material sehingga cocok dijadikan mata uang karena sifatnya yang tak mudah rusak. Sementara dalam hal produksi, dinar dan dirham telah melalui proses sertifikasi ISO 17025 yang dikeluarkan oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan LBMA (London Bullion Market Association) serta distandardisasi oleh WITO (World Islamic Trade Organization).

Kini dua mata uang itu berfungsi secara universal, di seluruh dunia. Berawal dari ini beredarnya koin-koin yang diotorisasi World Islamic Mint (WIM) dengan empat corak, yaitu koin-koin Kesultanan Sulu di Filipina, Kesultanan Kasepuhan dan Kesultanan Ternate di Indonesia, serta Pemerintah Negara Bagian Kelantan di Malaysia. Sementara koin Dinar dan Dirham Amirat Indonesia yang bercorak lama masih tetap berlaku, dan terintegrasi di dalamnya.

Adapun corak koin WIM itu seragam pada satu sisi dengan identitas World Islamic Mint (WIM), sedangkan sisi lain berbeda menurut pencetaknya. Walaupun berbeda di sisi lain, koin WIM memiliki nilai tukar yang sama dan ditetapkan oleh WIM Asia yang berpusat di Kuala Lumpur.

Berdasarkan penjelasan di atas, jelas dinar dan dirham dapat dijadikan alat tukar sebagaimana uang dan diterima secara global. Di Indonesia, keduanya diproduksi PT. Aneka Tambang atau Antam yang mana produksi, standardisasi, hingga pencetakan dinar dan dirham dilakukan melalui unit usaha Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia di PT Antam.

Seluruh kriteria sebagai alat tukar sudah terpenuhi, keistimewaan dinar dan dirham belum mampu mengalahkan keistimewaan uang kertas. Di mata masyarakat, uang kertas sudah seperti nafas. Tanpa uang kertas, tidak bisa belanja. Jangan kan uang kertas, trend yang logam mendominasi kelebihan dinar dan dirham.

Kelebihan dinar ialah terbebas dari inflasi, mudah dicairkan, mudah dijual atau dibeli, nilai jual kembali yang tinggi dan hidup yang islami. Sedangkan kelebihan dirham diantaranya berlaku diamanapun, nilainya semakin baik dan tak terpengaruh inflasi.

Salah satu keuntungan menggunakan dinar dan dirham, mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Bahkan masyarakat tidak lagi bergantung pada kondisi ekonomi nasional dan global.

Lantas kenapa dinar dan dirham tidak mampu mengalahkan dominasi uang kertas dan logam? Desain elit global merevolusi perekonomian masyarakat dunia melalui uang kertas sangat signifikan. Dengan dalil itu, masyarakat diperhadapkan dengan pemikiran maju dan berkembang. Akhirnya masa depan ekonomi dunia berada pada nominal uang kertas.

Tidak perlu jauh-jauh, lihat saja krisis moneter di Indonesia membuat uang tidak ada artinya. Bahkan gagal menjaga perekonomian yang ditandai pengurangan satu angka nominal uang. Bayangkan, sehari-hari kita membelanjakan uang Rp100.000 rupiah untuk keperluan dapur skala besar, lalu dikurangi satu atau dua angka dibelakang, tentu menurunkan nilai harga uang kertas Rp100.000. Itu baru satu uang kertas, bagaimana dengan uang kertas lainnya.

Sementara dinar dan dirham tidak dapat diintervensi oleh siapapun. Begitu hitungannya, tidak ada pengurangan atau kelebihan nilai. Kini dinar dan dirham semakin jauh dari peradaban modern. Kedudukan keduanya hanya menjadi pilihan mata uang alternatif. Penyematan dia mata uang itu sebagai warisan Islam bukan berarti membunuh toleransi antar umat beragama.

Di masa kejayaan Islam, saya meyakini dua mata uang tersebut digunakan di berbagai kerajaan dengan berbagai latar belakang agama. Bahkan pada sisi politik, dinar dan dirham dijadikan alat pemenangan atau membayar bala tentara hingga reward bagi loyalis yang berhasil menjalankan perintah rajanya. Tidak ada istilah perubahan nilai, yang ada hanya menambah kepingan tanpa mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.

Jika saja politik transaksional di Pilpres 2019 menggunakan dinar dan dirham, tentu tidak ada yang mau menerimanya. Karena sisi historis mata uang itu mengandung makna religius. Apalagi untuk dikorupsi, sangat dimungkinkan tidak dilakukan para pejabat dan elit politik. Entah itu terjadi atau tidak, rasa-rasanya pesimis ditengah keyakinan para elit politik yang tak takut Tuhan.

Mungkin itu sekilas kenapa dinar dan dirham masih ketinggalan di era modern. Jika memang ada modernisasi warisan historis, transaksi dinar dan dirham bisa dilakukan lewat perbankan tanpa harus melakukan riba, bukan begitu?

Muhammad Rafiq
Alumni Fakultas Hukum Universitas Tadulako | Peminat politik hukum
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Hari Buku Nasional, Budaya Literasi Kita Masih Rendah!

Dalam sebuah video perjalanannya, Fiersa bersari pernah mengucapkan perbanyaklah membaca buku, supaya pertanyaan bagaimana cara menulis tidak perlu diucapkan lagi. Suatu ungkapan yang menekankan...

Biografi dan Cara Berpikir Hamka (Bagian 1)

Sabtu pagi, 8 Juni 2013, Prof. James R. Rush dari Arizona State University, berkunjung ke tempat tinggal saya di Jakarta, untuk bertukar pikiran tentang...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.