OUR NETWORK
Senin, Oktober 25, 2021

Suara Jurnalis “Dengar Suara Kami”

Santri Itu Keren

Pinjol Merajalela, di Mana Lembaga ZIS?

Habis Gelap Terbitlah Terang

Meliana Gusti
Gadis asli minang, Mahasiswa Universitas Negeri Padang.

Menjadi seorang yang biasa saja atau hanya mengikuti alur yang sudah ditentukan, bagi segelintir orang itu membosankan. Bukan berarti memberontak, tapi memiliki ide serta gagasan baru dan berani mengemukakan pada semua orang.

Apa yang kami buat bukan hanya sekedar kritik atau ujaran, tapi hal yang tak bisa disampaikan oleh orang-orang yang mulutnya dibungkam. Barisan kami siap menghubungkan seluruh daerah di dunia, yang setiap jengkalnya dikabarkan secara seksama. Ya, orang-orang menyebutnya Jurnalis.

Jurnalis adalah sebutan untuk seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik seperti menulis, menganalisis, dan melaporkan suatu peristiwa kepada publik lewat media massa secara teratur. Selain jurnalis ada yang juga yang menyebut wartawan. Jurnalis dan wartawan erat hubunganya dengan pemberitaan dan karya menulis.

Namun Jurnalis dapat bekerja sendiri sebagai penulis suatu artikel, dan kemudian artikel tersebut akan dimuat kesebuah makalah yang dikerjakan oleh tim redaksi. Selain itu jurnalis juga dapat bekerja mencari berita dan melaporkannya lewat tulisan.

Sementara itu wartawan adalah orang yang bekerja di media tayang atau cetakdan merupakan bagian dari tim redaksi. Wartawan identik dengan meliput suatu kejadian serta bekerja menulis suatu berita.

Indonesia memiliki ratusan ribu wartawan, yang setiap harinya mengeluarkan paling sedikit 1000 kata untuk disampaikan kepada masyarakat. Setiap dearah kini sudah memiliki wartawan yang biasa disebut Kontributor daerah.

Bahkan dalam suatu negara saja ada yang disebut dengan Komisi Informasi yang berperan dalam menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik.  Sistem jenjang inilah yang membuat dunia kini terhubung, hanya dalam hitungan detik semua orang sudah bisa mendapatkan informasi terbaru.

Tak heran jurnalis disebut-sebut punya pedang mematikan hanya dengan satu goresan tinta. Hal yang disampaikan jurnalis seperti bisa mempengaruhi dunia, tapi dengan adanya kode etik Jurnalistik media massa hingga kini masih jalan dengan semestinya.

Jurnalis tidak berpihak kepada yang diatas dan tidak untuk yang dibawah, seperti kereta kami adalah penghubungnya. Kami ingin yang berada dijenjang atas tidak berbuat seenaknya dan memutuskan semaunya, begitu juga yang dibawah tidak mengujar sembarangan arah.

Dengar apa yang disampaikan seorang jurnalis yang baik pasti punya sumber yang valid dan tidak mengada-ngada. Hanya jurnalis cerdas yang tidak menulis kalimat penghasut penuh kebencian.

Jurnalis juga manusia yang kadang lelah mengejar jawaban untuk menghilangkan rasa penasaran publik. Kerja kami mencari, menulis, dan menyampaikan sesuai fakta yang ada, bukan mengarang suatu peristiwa untuk dijadikan bahan adu pendapat di media sosial. Coba dengar kami dengan dua telinga, dan perhatikan secara seksama jangan lupa cerna dengan otak yang cerdas.

Meliana Gusti
Gadis asli minang, Mahasiswa Universitas Negeri Padang.
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.