Minggu, April 18, 2021

Pentingkah Jasa Orang-Orang Tionghoa di Indonesia?

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pak Gubernur Edy, Seberapa Penting Halalisasi Danau Toba?

Wacana menjadikan Danau Toba sebagai objek wisata halal kembali mencuat dan makin menghangat hari-hari ini. Hal ini termaktub dalam pernyataan Gubernur Sumatera Utara Edy...

#JusticeforAY dan Tabir Kekerasan Antar Perempuan

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menonton sebuah film berjudul Girl Fight (2011). Film ini dibuat berdasar kisah nyata yang terjadi di Florida pada...

Mulut Fahri Hamzah Setelah Tragedi Mako Brimob

Fahri Hamzah, politikus PKS yang tak diakui partainya sendiri itu, memberi komentar buram tentang tragedi yang sedang terjadi di Mako Brimob. Menurut Fahri, para narapidana...
Azmi Abubakar
Azmi Abubakar
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa

Informasi tentang peran dan jasa orang-orang Tionghoa di Indonesia sangat penting, bahkan darurat! Karena merekalah yang mengalami nasib paling buruk sepanjang kemerdekaan bangsa ini, mereka selalu direndahkan, tidak dimanusiakan, apalagi dianggap sebangsa. Segala sumpah serapah menemani hari-hari mereka sejak kecil hingga dewasa. Bahkan berpuluh-puluh tahun. Begitulah kenyataannya.

Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, memberikan informasi penting yang selama ini terkubur dalam-dalam. Informasi fakta sejarah perjuangan luar biasa orang-orang Tionghoa di bumi pertiwi ini, yang membentang dari Aceh sampai Papua. Mereka hadir dan memiliki jejak hebat di mana pun berada.

Seandainya kehebatan orang-orang Tionghoa diketahui secara luas oleh rakyat Indonesia, pasti bangsa ini akan memiliki cara pandang baru dalam menatap dan mengenali dirinya sendiri sebagai bangsa.

Saatnya bangsa ini bangkit menuju kejayaannya, kita telah hampir memiliki semua syaratnya.

Yang kita belum punyai adalah perasaan kita yang sebangsa dan setara! Jika hal tersebut kita miliki kembali, maka kekuatan dahsyat yang dulu mampu membebaskan diri dari belenggu penjajahan Belanda akan segera hadir kembali, apakah itu: Rasa persaudaraan yang Kuat! Senasib sepenanggungan!

Belanda mau menandatangani penyerahan kedaulatan kita sebagai bangsa pada tahun 1949. Bukan karena mereka takut akan kekuatan persenjataan kita kala itu, tetapi mereka takut karena kuatnya rasa persatuan dan persaudaraan yang kita miliki.

Sekuat apapun benteng pertahanan Belanda, pasti tetap akan hancur luluh lantak oleh bangsa Indonesia. Mereka menyaksikan keinginan merdeka yang menggelora, dan tak akan ada kekuatan yang mampu membendungnya.

Ketika rasa persaudaraan menjadi di atas segalanya, pada titik inilah Indonesia akan kembali menjejak kokoh, lalu mampu berdiri sejajar dengan bangsa maju lainnya di dunia.

Inilah pentingnya jika informasi mengenai peran dan jasa etnis Tionghoa tersampaikan dengan baik.

Azmi Abubakar
Azmi Abubakar
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terorisme Akan Selalu Dapat Tempat Jika Tokoh Islam Masih Ada yang Denial

Berkali-kali sudah esktremisme kekerasan dan kejahatan terorisme terjadi di negeri kita, sejak Bom Bali yang terjadi pada tahuan 2000an sampai tahun ini. Namun sikap...

Kubur Kosong (Refleksi Iman atas Banjir Bandang di Leuwayan)

Minggu, 04 April 2021, umat Katolik sejagat merayakan hari raya Paskah. Paskah adalah peristiwa kebangkitan. Karena itu merayakan Paskah berarti merayakan kemenangan Kristus atas...

Simbol Agama dalam Aksi Teroris

Di Indonesia dalam beberapa hari ini marak terjadi penyerangan oknum yang tidak bertanggung jawab pada wilayah agama dan kepolisian. Agama merupakan simbol kolektif dari...

Menanti Istana Ibu Kota Baru

Dalam pekan kemarin virtual rencana desain Istana di ibu kota baru di Kalimantan Timur. Rencana pemerintahan Joko Widdo memindahkan dari DKI Jakarta ke Kalimantan...

Upaya Normalisasi Hubungan Irak-Arab Saudi

Pada 2 April 2021, kantor berita Irak, INA, menyampaikan bahwa Perdana Menteri (PM) Irak, Mustafa Al-Kadhimi telah kembali ke tanah air setelah mengakhiri kunjungannya...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Masa Depan Peradaban Islam dalam Pandangan Ziauddin Sardar

Masa depan peradaban Islam dalam banyak tulisan selalu dikaitkan dengan ide kebangkitan Islam yang telah dimulai sejak abad ke-18 yang lalu. Meskipun sudah kurang lebih...

Banyak Baca Buku Jadi Pintar, Sedikit Baca Jadi Orba

Minggu lalu, akun twitter Presiden Jokowi @jokowi menggunggah kegiatan membagi-bagi buku. "Membagi buku untuk anak selepas Jumatan bersama masyarakat di Masjid Jami Annur, Johar...

Perlukah Produk Riset Perguruan Tinggi Dipatenkan?

Salah satu tugas perguruan tinggi (PT) adalah melaksanakan penelitian atau riset sebagai bagian dari Tri Dharma PT. Produk-produk riset yang dihasilkan tentu saja berpotensi...

Gagalnya Kudeta Terhadap Raja Yordania?

Pada 4 April 2021, Panglima Militer Yordania, Mayjen Yousef Huneiti menyatakan bahwa pihaknya telah meminta secara resmi Pangeran Hamzah untuk menghentikan semua kegiatan atau...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.